Fakta singkat sholat gerhana:
• Nama: Salat al-Kusuf (matahari), Salat al-Khusuf (bulan)
• Struktur: 2 rakaat dengan DUA ruku dan DUA bacaan setiap rakaat
• Waktu: mulai gerhana hingga gerhana berakhir
• Hukum: Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan)
• Diiringi: khutbah setelah sholat (dianjurkan)
Sholat gerhana adalah salah satu sholat paling khas dalam Islam. Hanya dilakukan saat matahari atau bulan terlihat menggelap, dan strukturnya tidak seperti sholat lain: dua rakaat, tapi setiap rakaat memiliki dua kali berdiri, dua kali bacaan, dan dua kali ruku sebelum sujud. Nabi ﷺ sholat begitu lama hingga gerhana selesai sebelum beliau menyelesaikan sholatnya. Panduan ini membahas apa itu, bagaimana cara melaksanakannya, kapan, dan apa kata ulama tentang pertanyaan modern seperti gerhana sebagian yang tidak terlihat.
Tips: FivePrayer mengurus lima waktu harian Anda; untuk sholat langka seperti Kusuf dan Khusuf, perhatikan pengumuman masjid setempat atau jadwal gerhana astronomis.
Apa itu sholat gerhana?
Salat al-Kusuf (sholat gerhana matahari) dan Salat al-Khusuf (sholat gerhana bulan) adalah sunnah muakkadah, sunnah yang sangat ditekankan, dilaksanakan setiap kali terjadi gerhana matahari atau bulan. Kata Arab kusuf secara harfiah berarti "tertutup" atau "menggelap", dan khusuf memiliki makna serupa. Sebagian ulama menggunakan istilah ini secara bergantian; konvensi yang lebih umum adalah kusuf untuk matahari dan khusuf untuk bulan.
Gerhana adalah peristiwa yang langka dan mencolok. Matahari, yang memberi cahaya kepada miliaran makhluk, redup; bulan purnama meredup di langit. Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk merespons bukan dengan ketakutan atau takhayul, tapi dengan ibadah. Allah berfirman dalam Al-Quran: "Dan di antara tanda-tanda-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari atau bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan mereka, jika kalian benar-benar menyembah-Nya." (QS Fussilat 41:37)
Dasar hadits
Penjelasan paling jelas tentang sholat ini berasal dari Aisyah (RA), diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim:
"Di masa Nabi ﷺ terjadi gerhana matahari, beliau memimpin sholat. Beliau berdiri sangat lama, lalu ruku sangat lama. Kemudian beliau berdiri lagi dengan berdiri yang panjang tapi lebih singkat dari yang pertama. Beliau ruku lagi dengan ruku yang panjang tapi lebih singkat dari ruku pertama, lalu sujud panjang. Beliau melakukan hal yang sama pada rakaat kedua, lalu selesai sholat dan matahari pun sudah terang kembali." (Shahih al-Bukhari 1041)
Dalam riwayat lain, juga dari Aisyah, Nabi ﷺ kemudian berpaling kepada orang-orang dan bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Keduanya tidak gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka jika kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, sholatlah, dan bersedekahlah." (Shahih Muslim 901)
Poin terakhir ini sangat penting. Di Arab pra-Islam, gerhana dikaitkan dengan kematian orang penting. Ketika putra Nabi yang masih kecil, Ibrahim, meninggal pada hari yang sama dengan gerhana matahari, orang-orang berbisik bahwa matahari meredup karena berkabung. Nabi ﷺ mengoreksi mereka dengan tegas: gerhana bukan tanda kematian atau kelahiran. Itu adalah tanda Allah, dan respons yang tepat adalah ibadah.
Struktur: dua ruku per rakaat yang unik
Yang membuat sholat gerhana berbeda adalah struktur internalnya. Satu rakaat biasa memiliki satu kali berdiri dengan satu bacaan, diikuti satu ruku lalu dua sujud. Sholat gerhana menggandakan bagian berdiri:
| Langkah | Rakaat biasa | Rakaat gerhana |
|---|---|---|
| Berdiri | 1 | 2 |
| Bacaan Al-Fatihah | 1 | 2 |
| Ruku | 1 | 2 |
| Sujud | 2 | 2 |
| Total rakaat | bervariasi | 2 |
Jadi sholat gerhana lengkap adalah dua rakaat dengan empat kali berdiri, empat kali bacaan Al-Fatihah, empat ruku, dan empat sujud (dua per rakaat). Setiap bagian dilakukan dengan panjang, bacaannya panjang, ruku dan sujudnya panjang. Berdiri pertama Nabi dalam sholat gerhananya sangat panjang sampai Aisyah mengatakan rasanya "sepanjang Surah al-Baqarah."
Langkah demi langkah: cara sholat Kusuf
- Niat: Berniat dalam hati "dua rakaat sholat gerhana karena Allah."
- Takbiratul ihram: ucapkan Allahu Akbar, angkat tangan, mulai.
- Berdiri pertama, rakaat pertama: Baca doa iftitah, lalu Al-Fatihah, lalu bacaan Al-Quran yang panjang. Jangan terburu-buru.
- Ruku pertama: Ruku dan diam lama, ulangi dzikir (Subhana Rabbi al-Adheem).
- Berdiri kedua, rakaat pertama: Bangkit dari ruku seperti biasa, lalu jangan turun ke sujud, tetap berdiri. Baca Al-Fatihah lagi dan satu bacaan lagi, sedikit lebih singkat dari yang pertama.
- Ruku kedua: Ruku lagi, sedikit lebih singkat dari ruku pertama, tapi tetap panjang.
- Sujud: Bangkit dari ruku, lalu lakukan dua sujud panjang dengan duduk di antaranya.
- Rakaat kedua: Berdiri dan ulangi seluruh pola: berdiri panjang dengan bacaan, ruku panjang, berdiri kedua dengan bacaan lebih singkat, ruku kedua, dua sujud.
- Tasyahud dan salam: Duduk untuk tasyahud akhir, sholawat kepada Nabi, dan salam untuk mengakhiri sholat.
Untuk sholat gerhana bulan (al-Khusuf), strukturnya identik. Bedanya hanya bacaan dijaharkan karena dilakukan malam hari. Untuk gerhana matahari, mazhab berbeda: Hanafi dan Syafi'i memilih bacaan pelan, sedangkan Maliki dan Hanbali memilih bacaan keras.
Kapan dilaksanakan
Waktu sholat gerhana adalah selama durasi gerhana itu sendiri. Anda mulai ketika gerhana terlihat dan selesai sebelum matahari (atau bulan) kembali normal. Jika gerhana berakhir saat Anda masih sholat, selesaikan sholat; tidak berhenti di tengah. Jika Anda terlewat sepenuhnya, tidak ada qadha; sholat ini terkait dengan peristiwa, bukan waktu tertentu.
Satu catatan: sholat gerhana tidak dilakukan pada tiga waktu yang dilarang (saat terbit, di tengah, dan saat terbenam). Namun, gerhana matahari secara alami terjadi siang hari dan gerhana bulan hanya malam hari, jadi konflik ini jarang terjadi.
Khutbah setelah sholat
Setelah sholat selesai, imam dianjurkan menyampaikan khutbah singkat mengingatkan jamaah bahwa gerhana adalah tanda Allah, bahwa respons yang tepat adalah taubat dan sedekah, dan bahwa takut kepada Allah adalah reaksi yang benar terhadap tanda-tanda-Nya. Aisyah meriwayatkan:
"Nabi ﷺ selesai sholat ketika matahari sudah terang, lalu beliau berbicara kepada orang-orang. Beliau memuji Allah dan bersabda: 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah. Keduanya tidak gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka jika kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, sholatlah, dan bersedekahlah.'" (Shahih Muslim 901)
Jika Anda sholat sendiri, tidak perlu khutbah, tapi luangkan waktu setelah salam untuk merenung, berdoa, dan bersedekah.
Gerhana sebagian yang tidak terlihat
Pertanyaan modern: dengan data astronomi, kita kini tahu gerhana terjadi meski wilayah kita tidak bisa melihatnya. Matahari mengalami gerhana di suatu tempat di Bumi hampir setiap enam bulan. Apakah kita perlu sholat untuk semua ini?
Posisi ulama klasik jelas: sholat gerhana terkait dengan peredupan matahari atau bulan yang tampak di langit Anda. Jika wilayah Anda tidak menyaksikan gerhana, sholat tidak diwajibkan bagi Anda. Hadits menggunakan kata kerja "ketika kalian melihatnya" (fa-idza ra'aytumuhuma), mengaitkan kewajiban dengan penglihatan.
Untuk gerhana sebagian yang terlihat di wilayah Anda, meski samar, kebanyakan ulama mengatakan sholat sah dan dianjurkan. Kata Arab kusuf mencakup setiap peredupan matahari yang terlihat, sebagian atau total.
Tanya jawab
Apa beda Kusuf dan Khusuf?
Kedua kata Arab berarti "menggelap." Konvensi menggunakan kusuf untuk gerhana matahari dan khusuf untuk gerhana bulan, meski sebagian teks klasik menggunakannya secara bergantian.
Apakah harus berjamaah?
Tidak. Berjamaah lebih utama, tapi sholat sah dilakukan sendiri di rumah. Jika tidak sempat ke masjid sebelum gerhana berakhir, sholatlah di tempat Anda.
Seberapa panjang bacaannya?
Panjang. Aisyah membandingkan berdiri pertama dengan Surah al-Baqarah (286 ayat). Untuk individu di rumah, targetkan setidaknya 10-15 menit per berdiri jika mungkin. Panjangnya menunjukkan keseriusan momen.
Bolehkah anak-anak ikut sholat?
Boleh, dan ini momen pengajaran yang berkesan. Gerhana itu sendiri menarik perhatian; mengaitkan peristiwa astronomis langka dengan ibadah menanamkan kenangan yang kuat. Ajak anak-anak ke masjid jika bisa.
Bagaimana jika kota saya berawan dan tidak terlihat?
Jika gerhana terjadi di atas awan di langit Anda, kewajiban tetap berlaku karena matahari di wilayah Anda menggelap, meski pandangan terhalang. Ahli astronomi dapat memastikan jendela gerhananya.
FivePrayer: lembut, akurat, tanpa iklan.
Sholat gerhana itu langka; sholat lima waktu adalah rutinitas. FivePrayer menjaga Anda tepat waktu untuk keduanya. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.