Hadits penting: Nabi ﷺ bersabda kepada sahabat yang sholatnya terburu-buru: "Kembalilah dan ulangi sholat, karena engkau belum sholat." (HR Bukhari 793, Muslim 397). Dalam riwayat lain beliau mengajarkan dengan rinci cara sholat yang benar dan menutupnya: "Lakukan ini dalam setiap sholat kalian."

Kesalahan dalam sholat bukan hanya soal sholat yang kurang sempurna secara penampilan. Beberapa kesalahan dapat membatalkan sholat sepenuhnya, beberapa mengurangi pahalanya secara drastis, dan beberapa adalah sunnah yang kita tinggalkan tanpa sadar. Mengenalinya adalah langkah pertama perbaikan.

Kita tidak akan menghukumi sholat orang lain. Tapi kita perlu jujur menilai sholat kita sendiri. Bacalah 12 poin ini perlahan, dan tanyakan kepada diri sendiri: "Apakah saya melakukan ini?"

1. Tidak tuma'ninah (terburu-buru)

Ini adalah kesalahan yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ melalui kisah "orang yang salah sholatnya" (musii' as-sholat). Sahabat itu sholat dengan cepat, tidak berdiam tenang di setiap rukun. Nabi ﷺ sampai tiga kali menyuruhnya mengulangi, lalu mengajarkan:

"Tidaklah sempurna sholat seseorang sampai dia berwudu dengan menyempurnakan wudunya, lalu bertakbir, memuji Allah dan menyanjung-Nya, membaca Al-Quran semampunya, kemudian ruku hingga tenang (tuma'ninah), lalu bangkit hingga tegak berdiri, kemudian sujud hingga tenang..." (HR Bukhari 793, Muslim 397)

Tuma'ninah adalah diam sejenak dengan tenang di setiap rukun: saat ruku, saat i'tidal (berdiri setelah ruku), saat sujud, dan saat duduk di antara dua sujud. Minimalnya adalah selama bacaan wajib di posisi itu bisa dibaca dengan tenang dan tidak terburu-buru. Ini rukun sholat menurut jumhur ulama. Meninggalkannya berarti rakaat itu tidak sah.

Cara memperbaiki: perlambat. Saat ruku, biarkan punggung rata dan jangan langsung bangkit. Saat sujud, jangan langsung duduk. Hitung minimal tiga detik di setiap posisi sambil membaca tasbihnya.

2. Ruku yang tidak sempurna

Ruku yang benar adalah punggung sejajar atau mendekati sejajar dengan lantai, tangan di lutut, siku lurus atau sedikit melengkung. Banyak orang hanya membungkuk sedikit dan langsung kembali, atau tidak menempatkan tangan di lutut dengan benar.

Nabi ﷺ bersabda: "Luruskanlah ruku dan sujud kalian. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku melihat kalian dari belakangku ketika kalian ruku dan sujud." (HR Bukhari 741, Muslim 425). Ini menunjukkan Nabi ﷺ memperhatikan kualitas gerakan, bukan hanya keberadaannya.

Abu Mas'ud Al-Badri (RA) berkata: "Sholat tidak cukup bagi seseorang yang tidak meluruskan punggungnya saat ruku dan sujud." (HR Abu Dawud 855, dihukumi shahih)

3. Sujud yang tidak sempurna

Sujud yang sempurna harus menyentuh tujuh anggota badan ke lantai: dahi (termasuk hidung), telapak tangan kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri, dan ujung jari kaki kanan dan kiri. Nabi ﷺ bersabda:

"Aku diperintahkan sujud di atas tujuh tulang: dahi (beliau menunjuk ke hidungnya), kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki." (HR Bukhari 812, Muslim 490)

Kesalahan umum: hanya dahi yang menyentuh tanpa hidung, atau ujung kaki tidak menyentuh lantai karena kaos kaki tebal. Pastikan hidung benar-benar menyentuh lantai dan jari-jari kaki ditekuk ke depan sehingga ujungnya menyentuh sajadah.

4. Al-Fatihah yang salah atau dilewati

Al-Fatihah adalah rukun sholat yang tidak bisa digantikan. "Tidak ada sholat bagi yang tidak membaca Ummul Quran (Al-Fatihah)." (HR Bukhari 756, Muslim 394). Kesalahan yang sering terjadi:

Pertama, melewatkan satu ayat atau langsung ke ayat berikutnya sebelum menyelesaikan ayat sebelumnya. Kedua, kesalahan harakat yang mengubah makna: misalnya membaca "an'amta alaihim" (yang Engkau beri nikmat) menjadi "an'amtu alaihim" (yang aku beri nikmat), ini mengubah makna secara fundamental. Ketiga, tidak membaca Bismillah sebagai ayat pertama Al-Fatihah bagi yang mengikuti mazhab Syafi'i.

Cara memperbaiki: pelajari Al-Fatihah ayat per ayat dengan guru yang kompeten atau minimal dengan rekaman audio yang baik dan cocokkan bacaan Anda.

5. Tidak menghadap kiblat dengan benar

Menghadap kiblat adalah syarat sah sholat. Nabi ﷺ bersabda kepada sahabat yang baru masuk Islam tentang cara sholat: "Jika hendak sholat, sempurnakan wudu, lalu hadaplah kiblat dan bertakbirlah." (HR Bukhari 6251)

Di Indonesia, kiblat umumnya menghadap ke barat laut (arah antara barat dan utara, tergantung lokasi). Kesalahan umum: mengira kiblat tepat ke barat, padahal dari wilayah Indonesia kiblat sekitar 22-25 derajat dari barat ke utara. Gunakan kompas kiblat digital yang tersedia di aplikasi sholat untuk memastikan arah yang tepat.

Penyimpangan kecil yang tidak disengaja dimaafkan, namun jika posisi sangat melenceng (misalnya menghadap selatan atau timur di Indonesia) sholat perlu diulang.

6. Pakaian yang bermasalah

Menutup aurat adalah syarat sah sholat. Aurat laki-laki dalam sholat adalah dari pusar hingga lutut. Aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut jumhur). Kesalahan umum:

Baju atau celana yang terlalu ketat hingga membentuk aurat. Pakaian tipis yang transparan. Bagi perempuan, rambut yang terlihat dari tepi kerudung terutama saat sujud. Nabi ﷺ melarang perempuan sholat tanpa kerudung: "Allah tidak menerima sholat perempuan yang sudah haid kecuali dengan khimar (kerudung)." (HR Abu Dawud 641, Tirmidzi 377)

7. Pandangan yang tidak terjaga

Nabi ﷺ selalu memandang ke tempat sujud saat sholat, bukan ke kanan, kiri, atau atas. Aisyah (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ melarang menoleh saat sholat dan bersabda: "Itu adalah pencurian yang dilakukan setan dari sholat hamba." (HR Bukhari 751)

Di lain hadits, Nabi ﷺ melihat ke langit saat sholat lalu menegur diri sendiri dan berkata: "Hendaklah orang-orang berhenti mengarahkan pandangan ke langit dalam sholat, atau pandangan mereka akan dicabut." (HR Bukhari 750)

Pandangan ke tempat sujud bukan hanya adab, tapi membantu konsentrasi dan khusyuk. Ini sunnah yang kuat.

8. Gerakan berlebihan

Gerakan yang dilakukan tanpa keperluan sholat, berulang, dan banyak dapat membatalkan sholat. Ulama membedakan gerakan sedikit (yang dimaafkan) dan gerakan banyak yang berturut-turut (yang membatalkan). Standar umumnya: tiga gerakan besar berturut-turut tanpa keperluan membatalkan sholat.

Gerakan yang dimaafkan: menggaruk sekali, menoleh sebentar, merapikan pakaian sekali. Gerakan yang perlu dihindari: bermain dengan handphone, melihat jam berkali-kali, merapikan sajadah berulang, berjalan lebih dari dua langkah tanpa keperluan.

9. Sholat sambil menahan hadas

Nabi ﷺ bersabda: "Tidak diterima sholat tanpa thaharah (bersuci)." (HR Muslim 224). Menahan buang air kecil atau besar yang sudah sangat mendesak selama sholat adalah makruh hingga dilarang, karena mengganggu kekhusyukan secara signifikan. "Tidak ada sholat sempurna ketika makanan sudah dihidangkan, dan tidak (sempurna pula) saat menahan dua hadas (buang air besar dan kecil)." (HR Muslim 560)

Cara memperbaiki: selesaikan keperluan biologis sebelum sholat jika memungkinkan. Jika dorongan muncul di tengah sholat dan masih bisa ditahan dengan nyaman, lanjutkan. Jika tidak bisa, batalkan sholat, selesaikan keperluan, perbarui wudu, dan ulangi.

10. Meninggalkan saf tanpa sebab

Saf (barisan) dalam sholat berjamaah adalah penting. Nabi ﷺ bersabda: "Luruskan saf kalian, karena meluruskan saf adalah bagian dari menegakkan sholat." (HR Bukhari 723). Kesalahan umum: berdiri jauh dari orang sebelah, meninggalkan celah, atau berdiri di belakang padahal saf di depan masih ada tempat.

Mengisi celah dalam saf adalah sunnah yang sangat dianjurkan. "Barangsiapa menyambung saf, Allah akan menyambungnya. Barangsiapa memutus saf, Allah akan memutusnya." (HR Abu Dawud 666, dihukumi hasan)

11. Tidak membaca tasyahud dengan benar

Tasyahud adalah duduk di tengah (duduk di antara rakaat) dan duduk akhir sebelum salam. Tasyahud akhir adalah rukun sholat. Banyak orang menghafalnya tanpa memahami artinya, yang bisa menyebabkan pengucapan yang terlalu cepat dan tidak tepat.

Teks tasyahud yang paling kuat riwayatnya dari Ibnu Mas'ud (RA) dimulai: "At-tahiyyatu lillahi was shalawatu wat thayyibat..." (HR Bukhari 831, Muslim 402). Pastikan setiap kata diucapkan dengan jelas dan tenang. Membaca terlalu cepat hingga kata-kata menjadi tidak jelas adalah kesalahan yang perlu diperbaiki.

12. Sholat saat mengantuk berat

Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk saat sholat, hendaklah dia tidur hingga kantuknya hilang. Karena jika dia sholat dalam keadaan mengantuk, boleh jadi dia berniat memohon ampun tapi malah mencaci maki dirinya sendiri." (HR Bukhari 212, Muslim 786)

Hadits ini khusus untuk sholat sunnah yang dilakukan malam hari ketika sangat mengantuk. Untuk sholat fardhu, tetap harus dikerjakan tepat waktu, tapi usahakan kondisi yang lebih segar: berwudu dengan air dingin, berdiri jika tadinya hendak duduk, membaca lebih keras.

Pertanyaan umum

Apakah sholat yang penuh kesalahan kecil perlu diulang?

Tergantung jenis kesalahannya. Jika kesalahan menyangkut rukun (tuma'ninah, Al-Fatihah, ruku, sujud, tasyahud akhir, salam) dan dilakukan dengan sengaja, sholat batal dan wajib diulang. Jika tidak sengaja dan baru ingat setelahnya, sujud sahwi bisa menutup kekurangan tertentu. Untuk kesalahan sunnah atau adab, sholat tetap sah meski kurang sempurna.

Bagaimana cara melakukan sujud sahwi?

Sujud sahwi dilakukan sebelum salam (menurut pendapat yang kuat untuk kekurangan) dengan dua sujud tambahan, membaca tasbih seperti sujud biasa, lalu tasyahud dan salam. Dalilnya banyak, di antaranya HR Muslim 572 tentang cara Nabi ﷺ melakukan sujud sahwi.

Bolehkah sholat dengan sarung atau pakaian rumahan biasa?

Boleh, selama menutup aurat dan bersih dari najis. Tidak ada kewajiban sholat dengan pakaian formal. Namun mengenakan pakaian terbaik saat menghadap Allah adalah adab yang dianjurkan Al-Quran: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kali memasuki masjid." (QS Al-A'raf 7:31)

Apakah membaca surah setelah Al-Fatihah wajib?

Wajib pada dua rakaat pertama menurut jumhur ulama. Pada rakaat ketiga dan keempat, cukup Al-Fatihah saja. Membaca surah tambahan pada rakaat ketiga dan keempat adalah sunnah. Jika lupa membaca surah di dua rakaat pertama, sujud sahwi dianjurkan tapi sholat tetap sah menurut sebagian ulama.

Jaga waktu sholat Anda

FivePrayer: pengingat sholat yang tepat waktu setiap hari.

Jadwal sholat akurat untuk lokasi Anda, adzan pilihan, dan notifikasi yang dapat disesuaikan. Gratis, tanpa iklan.

Download diApp Store
Tersedia diGoogle Play
Juga diChrome