Fakta singkat tentang Isya:

Fardhu: 4 rakaat
Sunnah ba'diyah: 2 rakaat setelah fardhu
Witir: 1 atau 3 rakaat, kapan saja sebelum Subuh
Mulai: saat syafaq (mega) hilang (~70 sampai 90 menit setelah Maghrib)
Akhir yang dipilih: tengah malam (titik tengah antara Maghrib dan Subuh)
Batas akhir sah: tepat sebelum Subuh

Isya (Bahasa Arab: al-isha, "malam") adalah sholat fardhu kelima dan terakhir dalam sehari. Sholat ini dikerjakan setelah cahaya senja benar-benar hilang dari langit, dan waktunya membentang sampai Subuh. Dari kelima sholat, Isya adalah yang paling sering terlewat dalam kehidupan modern, karena saat waktunya tiba, tubuh sudah tertarik menuju tidur. Panduan ini membahas seluruhnya: kapan Isya mulai, tiga jendela waktunya, cara sholat 4 rakaat fardhu, sunnah setelahnya, witir, apa yang dilakukan saat safar, dan kesalahan-kesalahan umum yang membuat orang melewatkannya.

Tip: FivePrayer mengirim adzan lembut di awal Isya, dan pengingat opsional sebelum tengah malam supaya sholat tidak terlewat. Gratis, tanpa iklan.

Apa itu Isya?

Isya adalah sholat malam, sholat fardhu terakhir dari kelima sholat wajib harian. Kata isya dalam Bahasa Arab merujuk pada bagian awal malam, setelah cahaya merah matahari terbenam memudar dan langit benar-benar gelap.

Allah memerintahkan sholat-sholat ini dalam Al-Quran:

"Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan (dirikanlah pula sholat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS Al-Isra 17:78)

Para mufassir klasik membaca "gelap malam" sebagai mencakup Maghrib dan Isya bersamaan. Isya berada di ujung gelap itu, setelah senja sepenuhnya hilang.

Dari kelima sholat, Isya dan Subuh disebut secara khusus oleh Nabi ﷺ dengan bobot tertentu: "Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah Isya dan Subuh. Seandainya mereka tahu apa yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan datang meskipun dengan merangkak." (Shahih al-Bukhari 657). Ini adalah peringatan: kedua sholat ini menguji keikhlasan, karena keduanya jatuh saat tubuh secara alami tertarik untuk tidur.

Kapan Isya dimulai

Awal waktu Isya terikat pada langit, bukan pada jam dinding. Isya dimulai saat syafaq hilang setelah Maghrib. Pertanyaannya: syafaq yang mana.

  • Mayoritas (Maliki, Syafi'i, Hanbali): Isya mulai saat syafaq merah hilang, yaitu cahaya merah dan jingga hangat yang tersisa di ufuk setelah Maghrib. Sekitar 70 sampai 90 menit setelah Maghrib, tergantung garis lintang dan musim.
  • Hanafi: Isya mulai saat syafaq putih hilang, yaitu cahaya pucat samar yang tetap ada setelah syafaq merah lenyap. Ini menambah sekitar 20 sampai 30 menit, sehingga Isya Hanafi cenderung lebih lambat.

Kalkulator waktu sholat modern menyediakan metode sudut (umumnya Isya pada sudut depresi matahari 15, 17, atau 18 derajat) untuk memperkirakan kapan syafaq hilang. Nilai pastinya tergantung otoritas yang Anda ikuti. Di wilayah lintang tinggi pada musim panas, syafaq mungkin tidak pernah benar-benar hilang dari langit, dan para ulama memberi fatwa agar menggunakan interval tetap dari Maghrib atau mengikuti tempat terdekat yang malamnya jelas.

Tiga jendela waktu Isya

Nabi ﷺ menjelaskan waktu Isya dalam beberapa tahap. Memahami tahap-tahap ini membantu Anda memilih dengan tepat saat keadaan mendesak.

JendelaMulaiSampaiStatus
PilihanAkhir syafaqTengah malam (titik tengah Maghrib-Subuh)Waktu terbaik, pahala penuh
DiperbolehkanTengah malamSebelum SubuhSah, pahala berkurang, tidak dianjurkan dibiasakan
TerlewatSubuh masukMenjadi qadha, wajib diganti

Nabi ﷺ bersabda: "Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka mengakhirkan Isya hingga pertengahan malam." (Shahih al-Bukhari 569; Shahih Muslim 638). Hadits ini menjadi dasar bahwa waktu terbaik Isya itu diakhirkan, bukan tergesa-gesa, selama tidak menyusahkan orang lain.

Sunan Abu Dawud 419 meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ kadang sholat Isya saat sepertiga malam telah berlalu, dan pengakhiran ini dipuji.

Meski demikian, untuk kebanyakan orang saat ini, nasihat praktisnya sederhana: kerjakan Isya sesegera Anda bisa di jendela pilihan, sebelum tengah malam. Batas tengah malam bukan awal waktu terlarang, melainkan awal waktu yang dimakruhkan. Anda masih sah sholat Isya setelah tengah malam jika benar-benar ketiduran atau ada alasan. Tetapi menjadikan kebiasaan untuk mendorong Isya ke paruh kedua malam adalah sesuatu yang diperingatkan para ulama.

Pahala Isya berjamaah

Nabi ﷺ mengaitkan pahala luar biasa pada Isya bila dikerjakan berjamaah. Utsman bin Affan (RA) meriwayatkan:

"Barangsiapa sholat Isya berjamaah, maka seolah-olah ia sholat separuh malam. Dan barangsiapa sholat Subuh berjamaah, maka seolah-olah ia sholat sepanjang malam." (Shahih Muslim 656)

Baca sekali lagi. Mengerjakan dua sholat tertentu di masjid mendatangkan pahala qiyamul lail sepanjang malam penuh. Bagi laki-laki, ini adalah salah satu alasan terkuat dalam sunnah untuk hadir ke masjid pada kedua sholat ini secara khusus. Bagi perempuan, sholat di rumah tetap lebih utama, namun pahala mengerjakan Isya dengan kesadaran dan pada waktunya tetap besar.

Cara sholat Isya (4 rakaat fardhu, langkah demi langkah)

Isya adalah 4 rakaat. Dua rakaat pertama dibaca jaharan (suara jelas), dua rakaat terakhir sirran (dalam hati). Struktur audio ini sama seperti Maghrib dan Subuh (untuk bagian yang dibaca), dan kebalikan dari Dzuhur dan Ashar (yang seluruhnya sirran).

  1. Niat: Berniat dalam hati, "Saya niat sholat fardhu Isya 4 rakaat karena Allah."
  2. Takbiratul ihram: Angkat tangan ke telinga atau bahu, ucapkan Allahu Akbar, lalu lipat tangan di dada atau di bawah pusar (tergantung madzhab).
  3. Rakaat 1 (jaharan): Baca doa iftitah dalam hati, lalu Al-Fatihah jaharan, kemudian surat kedua jaharan. Ruku, lalu dua sujud.
  4. Rakaat 2 (jaharan): Berdiri, baca Al-Fatihah jaharan, lalu surat kedua jaharan. Ruku, dua sujud, duduk untuk tasyahud awal.
  5. Rakaat 3 (sirran): Berdiri, baca Al-Fatihah dalam hati. Tanpa surat tambahan. Ruku, dua sujud.
  6. Rakaat 4 (sirran): Berdiri, baca Al-Fatihah dalam hati. Tanpa surat tambahan. Ruku, dua sujud.
  7. Duduk akhir: Baca tasyahud penuh, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan doa pilihan. Salam ke kanan, lalu ke kiri.

Jika sholat di belakang imam, ikuti bacaannya. Jika Anda masuk setelah rakaat pertama, sempurnakan rakaat yang ketinggalan setelah salam imam. Untuk penjelasan lengkap tiap gerakan, baca panduan sholat langkah demi langkah kami.

Sunnah setelah Isya

Setelah 4 rakaat fardhu, Nabi ﷺ mengerjakan 2 rakaat sunnah ba'diyah (sunnah setelah Isya). Ibnu Umar (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan 2 rakaat ini di rumahnya. Mereka digolongkan sebagai sunnah muakkadah, sunnah yang sangat ditekankan.

2 rakaat ini dikerjakan sirran, sendirian, di rumah. Rakaatnya pendek. Meninggalkannya boleh saja, tetapi terus-menerus meninggalkannya adalah kerugian, karena pahala sunnah muakkadah besar dan waktunya singkat.

Sebagian ulama juga menyebut 2 rakaat sunnah qabliyah sebelum Isya sebagai nafl yang dianjurkan, bukan muakkadah. Nabi ﷺ bersabda: "Di antara setiap dua adzan (adzan dan iqamah) ada sholat," (Shahih al-Bukhari 627) yang digunakan ulama untuk membenarkan sholat 2 rakaat pendek antara adzan dan iqamah setiap fardhu, termasuk Isya.

Witir setelah Isya

Witir adalah sholat ganjil yang menutup malam. Waktunya terikat pada Isya: witir tidak bisa dikerjakan sebelum Isya, dan tetap sah hingga Subuh masuk.

Untuk kebanyakan orang, pertanyaan praktisnya: kerjakan witir langsung setelah Isya, atau tunggu sepertiga malam terakhir?

  • Jika Anda yakin akan bangun untuk Tahajud sebelum Subuh, akhirkan witir dan kerjakan sebagai penutup sholat malam Anda.
  • Jika Anda tidak yakin akan bangun, kerjakan witir langsung setelah Isya. Nabi ﷺ menginstruksikan kedua pilihan, tergantung orangnya.

Witir yang paling umum adalah 3 rakaat. Bisa 1, 3, 5, 7, 9, atau 11. Witir sangat ditekankan sampai-sampai madzhab Hanafi menggolongkannya wajib, dan madzhab lain sebagai sunnah muakkadah. Bagaimanapun, jangan tinggalkan. Lihat panduan sholat witir lengkap kami untuk struktur rakaat dan Doa Qunut.

Jamak Maghrib dan Isya saat safar

Saat bepergian (safar), seorang Muslim boleh memendekkan sholat 4 rakaat menjadi 2 (qasr), dan boleh menggabungkan Dzuhur dengan Ashar, serta Maghrib dengan Isya. Ini adalah keringanan dari sunnah, bukan kewajiban.

Dua pilihan menjamak Isya:

  • Jamak taqdim: Kerjakan Isya lebih awal, di waktu Maghrib, langsung setelah Maghrib (Maghrib tetap 3 rakaat, Isya jadi 2 rakaat).
  • Jamak ta'khir: Akhirkan Maghrib hingga waktu Isya dan kerjakan berurutan (Maghrib tetap 3, Isya jadi 2).

Niat menjamak harus dilakukan sebelum sholat pertama berakhir. Untuk hukum lengkap dan syaratnya, baca panduan jamak dan qasar kami.

Tidur sebelum Isya dilarang

Abu Barzah (RA) meriwayatkan:

"Rasulullah ﷺ tidak menyukai tidur sebelum Isya dan tidak menyukai berbicara setelahnya." (Shahih al-Bukhari 599)

Mengapa tidur sebelum Isya dimakruhkan? Karena berisiko membuat sholat terlewat seluruhnya. Seseorang berkata "saya istirahatkan mata sebentar saja," dan bangun saat Subuh. Kebiasaan Nabi ﷺ adalah sholat Isya kemudian tidur dengan tenang. Berbicara setelah Isya dimakruhkan karena memotong istirahat yang memungkinkan Tahajud dan Subuh yang kuat.

Larangan ini bukan haram. Jika seseorang benar-benar lelah, tidur diperbolehkan. Namun para ulama mengingatkan agar tidak menjadikan "tidur sebentar sebelum Isya" sebagai kebiasaan, karena kebiasaan ini hampir selalu berujung pada sholat yang terlewat.

Kesalahan umum dalam Isya

Kebanyakan orang yang berjuang dengan Isya berbagi salah satu pola berikut:

  • Tidur sebelum Isya dan bangun saat Subuh. Kasus klasik. Setelah Maghrib dikerjakan dan makan malam selesai, tubuh menginginkan istirahat. Orang duduk di sofa, scroll beberapa menit, menutup mata. Mereka bangun dengan suara adzan Subuh, sementara Isya sudah lewat.
  • Membiasakan Isya setelah tengah malam. Kerja sampai larut, scroll, nonton serial. Isya didorong terus. Masih sah, tetapi sudah keluar dari waktu pilihan dan kehilangan pahala.
  • Meninggalkan witir. Witir dilupakan karena hari sudah terasa selesai setelah Isya. Banyak Muslim mengerjakan Isya namun tidak pernah witir sama sekali. Ini kerugian, terutama mengingat witir digolongkan wajib di madzhab Hanafi dan muakkadah di madzhab lain.
  • Meninggalkan 2 rakaat sunnah setelah Isya. Mereka pendek, mudah, dan tidak pernah ditinggalkan Nabi ﷺ. Meninggalkannya tidak berdosa, tetapi kerugian yang sunyi.
  • Mengerjakan Isya tergesa-gesa di awal lalu menonton tiga jam tayangan. Isya sah saat waktunya masuk, tetapi ruh Isya adalah menutup hari dengan ketenangan. Mengerjakan dengan cepat agar bisa kembali ke hiburan menggagalkan tujuan utamanya.

FAQ

Bagaimana saya tahu syafaq sudah hilang jika tidak bisa melihat langit?

Gunakan aplikasi waktu sholat yang menghitung Isya berdasarkan sudut depresi matahari (18 derajat umum untuk Muslim World League, 17 untuk ISNA, 15 untuk Mesir). FivePrayer dan aplikasi serupa menangani ini otomatis berdasarkan lokasi dan metode yang Anda pilih.

Bagaimana jika saya melewatkan Isya dan bangun saat Subuh?

Kerjakan Isya sebagai qadha segera setelah Anda ingat, sebelum atau setelah Subuh. Tidak ada urutan khusus jika sudah lama berlalu. Nabi ﷺ mengajarkan: "Barangsiapa lupa suatu sholat, hendaknya ia mengerjakannya saat ia ingat." (Shahih al-Bukhari 597)

Bolehkah wanita sholat Isya di rumah dan bukan di masjid?

Boleh. Bagi wanita, sholat di rumah lebih utama dalam kebanyakan pendapat, walaupun hadir ke masjid diperbolehkan dan tetap berpahala. Pahala separuh malam untuk Isya berjamaah utamanya berlaku bagi laki-laki yang dimaksud dalam hadits.

Apa beda Isya dan Tahajud?

Isya adalah sholat fardhu kelima, dikerjakan setelah syafaq hilang. Tahajud adalah sholat malam sukarela yang dikerjakan setelah tidur, di sepertiga malam terakhir. Tahajud tidak bisa menggantikan Isya, keduanya terpisah.

Benarkah Isya adalah sholat terberat bagi orang munafik?

Benar, dalam Shahih al-Bukhari 657 Nabi ﷺ menyebut Isya dan Subuh sebagai dua sholat terberat bagi orang munafik. Pelajarannya: seriusi keduanya, terutama saat tubuh menolak.

Bolehkah saya kerjakan 2 sunnah dan witir bersama setelah Isya?

Boleh. Urutan yang dianjurkan: 4 rakaat Isya fardhu, lalu 2 rakaat sunnah ba'diyah, lalu witir (1 atau 3 rakaat). Mengerjakan bersama langsung setelah fardhu adalah hal yang lazim.

Jangan biarkan Isya terlewat

FivePrayer: kunci lembut saat adzan, pengingat opsional sebelum tengah malam.

Isya adalah sholat yang menabrak waktu tidur. Kunci lembut FivePrayer saat adzan, ditambah pengingat opsional sebelum tengah malam, menjaga Isya agar tidak terlewat. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome