Fakta singkat tentang Maghrib:

Fardhu: 3 rakaat, satu-satunya sholat wajib berakaat ganjil
Sunnah ba'diyyah muakkadah: 2 rakaat setelahnya
Bacaan: jahar (nyaring) di rakaat 1 dan 2, sirr (pelan) di rakaat 3
Masuk waktu: seketika seluruh piringan matahari tenggelam
Keluar waktu: saat syafaq (mega merah) di ufuk hilang
Jendela waktu: sekitar 75 sampai 90 menit, paling singkat di antara semua sholat fardhu

Sholat Maghrib (dari kata Arab al-maghrib, "barat" atau "matahari terbenam") adalah sholat keempat dari lima sholat wajib harian, dan dialah yang membuka malam. 3 rakaat fardhu, dibaca jahar di dua rakaat pertamanya, dan jendela waktunya paling pendek di antara seluruh sholat wajib. Banyak Muslim yang lancar Subuh, Zuhur, Ashar, dan Isya, tapi sering kebobolan di Maghrib. Sebabnya bukan kemalasan, melainkan karena terbenamnya matahari berbarengan dengan jam makan, jam pulang kerja, dan jam HP menyala. Panduan ini membahas semuanya: kapan Maghrib mulai dan berakhir, tata caranya yang persis, sunnah-sunnahnya, apa yang dilakukan di bulan Ramadhan, dan kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi.

Tips: FivePrayer menghitung Maghrib berdasarkan matahari terbenam yang sebenarnya di lokasi Anda, dan lock adzan yang lembut datang tepat waktu untuk menjaga jendela waktu yang singkat ini. Gratis, tanpa iklan, tanpa tracking.

Apa itu sholat Maghrib?

Kata maghrib dalam bahasa Arab berasal dari akar gh-r-b, yang membawa makna pergi, tenggelam, dan barat. Matahari tenggelam di barat, maka sholat saat matahari tenggelam dinamakan al-maghrib. Dalam Al-Quran, kelima sholat wajib disandarkan pada ayat:

"Dirikanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam, dan (laksanakanlah pula sholat) Subuh. Sungguh, sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS Al-Isra 17:78)

Para mufassir klasik membaca ayat ini mencakup Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya pada penggal pertama ("sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam"), dan Subuh pada penggal kedua. Maghrib adalah engsel di tengah lengkungan ini, sholat yang menutup siang dan membuka malam.

Maghrib adalah salah satu dari lima sholat fardhu, wajib bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Meninggalkannya tanpa udzur yang sah adalah dosa besar. Nabi ﷺ bersabda: "Pembatas antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkan sholat." (Shahih Muslim 82). Maghrib memikul beban yang sama dengan keempat sholat lainnya.

Kapan Maghrib mulai

Waktu Maghrib mulai pada saat seluruh piringan matahari telah tenggelam di bawah ufuk. Bukan saat matahari menyentuh ufuk, dan bukan saat langit masih oranye, tapi seketika tepi atas piringan matahari turun di bawah garis ufuk.

Nabi ﷺ menjelaskannya dengan tegas. Anas bin Malik (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sholat Maghrib ketika matahari terbenam (Shahih al-Bukhari 561). Salama bin al-Akwa' (RA) berkata: "Kami biasa sholat Maghrib bersama Nabi ﷺ ketika matahari sudah hilang di ufuk." (Shahih al-Bukhari 561).

Keempat madzhab Sunni sepakat bulat bahwa masuknya Maghrib adalah terbenamnya matahari. Tidak ada perbedaan di sini. Perbedaannya hanya pada kapan ia berakhir.

Cara mengetahui matahari terbenam secara tepat

Tiga cara, dari yang paling akurat:

  • Hisab astronomis, dipakai oleh setiap aplikasi sholat modern. Waktu terbenam dihitung dari lintang, bujur, dan tanggal lokasi Anda. Tepat sampai ke detik.
  • Pengamatan langsung, menyaksikan matahari melintasi ufuk. Mudah di pedesaan, sulit di kota dengan banyak gedung.
  • Adzan dari masjid lokal yang terpercaya, yang juga memakai hisab.

Kapan Maghrib berakhir

Di sinilah madzhab-madzhab berbeda pendapat, dan perbedaannya berpengaruh.

Setelah matahari terbenam, langit melewati beberapa tahap. Pertama muncul mega merah pekat di ufuk barat. Lalu warna merah memudar menjadi mega keputihan. Lalu malam datang sepenuhnya. Inilah dua "syafaq" yang dibahas para fuqaha klasik.

MadzhabAkhir MaghribJendela waktu setelah terbenam
MalikiHilangnya syafaq merahsekitar 75 sampai 80 menit
Syafi'iHilangnya syafaq merahsekitar 75 sampai 80 menit
HanbaliHilangnya syafaq merahsekitar 75 sampai 80 menit
HanafiHilangnya syafaq putihsekitar 90 menit

Tiga madzhab mayoritas mengakhiri Maghrib saat mega merah hilang, secara astronomis kurang lebih saat matahari berada 12 derajat di bawah ufuk. Madzhab Hanafi menunggu syafaq putih memudar, sekitar 18 derajat di bawah ufuk, batas yang juga dipakai sebagian besar madzhab untuk masuknya Isya.

Efek praktisnya, pengikut madzhab Hanafi punya jendela Maghrib sekitar 90 menit, sedangkan pengikut tiga madzhab lainnya punya 75 sampai 80 menit. Bagaimanapun, ini adalah jendela paling pendek di antara semua sholat fardhu. Di Indonesia, yang mayoritas Syafi'i, Maghrib di Jakarta misalnya biasanya hanya tersedia selama sekitar 1 jam 15 menit.

Mengapa Maghrib istimewa

Beberapa hal membuat Maghrib berbeda dari keempat sholat wajib lainnya.

Satu-satunya fardhu berakaat ganjil

Subuh 2 rakaat. Zuhur, Ashar, dan Isya masing-masing 4 rakaat. Maghrib 3 rakaat. Struktur 3 rakaat ini mirip witir di malam hari, dan memberikan Maghrib bentuk khasnya: dua rakaat jahar, lalu duduk tasyahhud awwal, lalu satu rakaat sirr untuk menutup.

Dibaca jahar

Seperti Subuh dan Isya, Maghrib termasuk sholat yang imam membaca Al-Fatihah dan suratnya dengan suara nyaring (jahar) di dua rakaat pertama. Saat sholat sendirian, laki-laki bebas membaca nyaring atau pelan, walaupun banyak ulama menganjurkan minimal terdengar oleh dirinya sendiri agar sunnah jahar tetap terjaga.

Maghrib membuka malam

Hari Islam dimulai dari Maghrib, bukan tengah malam. Saat Anda sholat Maghrib, Anda sedang masuk ke hari baru. Bulan baru dimulai saat hilal terlihat setelah Maghrib. Ramadhan, Idul Fitri, Muharram, semua tanggal Hijriyah dimulai saat matahari terbenam. Ini menjadikan Maghrib ambang batas yang halus tapi nyata dalam kalender Muslim.

Diapit dua momen iftar di Ramadhan

Di bulan Ramadhan, Maghrib membawa beban tambahan iftar. Puasa berakhir saat matahari terbenam, yaitu saat Maghrib masuk. Nabi ﷺ berbuka dengan kurma dan air saat matahari terbenam, lalu sholat Maghrib, lalu kembali ke meja untuk makan besar. Urutan ini, kurma dan air, Maghrib, lalu makan besar, adalah pola sunnah seluruh bulan.

Masalah jendela waktu yang sempit

Kalau Anda tanya kaum Muslim, sholat apa yang paling sering ketinggalan, banyak yang akan menjawab Maghrib. Sebabnya bukan kemalasan. Sebabnya struktur hari kita.

Maghrib tiba persis di saat kerja berakhir, keluarga berkumpul, makanan dihidangkan, dan lelah memuncak. HP menangkap Anda di perjalanan pulang. Obrolan dengan orang tua atau pasangan menarik Anda. Anda duduk untuk makan, niat sholat sesudahnya, dan 20 menit menjadi 40 menit, dan Maghrib sudah lewat ke waktu Isya. Jendelanya pendek, kadang hanya 75 menit di musim kemarau, dan begitu mega merahnya hilang, sholat Maghrib menjadi qadha.

Nabi ﷺ tahu godaan ini. Beliau bersabda, perintahnya jelas: segerakan Maghrib. Urgensi ini terekam dalam beberapa riwayat di Bukhari dan Muslim. Shahih al-Bukhari 559 mencatat Anas (RA) yang menjelaskan, setelah matahari terbenam, seseorang masih bisa memanah dan melihat di mana anak panahnya jatuh, artinya para sahabat sholat Maghrib saat langit masih cukup terang untuk melihat, tanpa penundaan. Para sahabat tidak meregangkan jendela. Mereka sholat di awal waktu.

Disiplin Maghrib sederhana: dengar adzan, berdiri, sholat. Tiga rakaat hanya butuh tiga sampai lima menit. Apa pun yang menarik Anda, masih akan ada setelah Anda sholat.

Sunnah-sunnah seputar Maghrib

Dua rakaat setelah Maghrib

Inilah sunnah muakkadah ba'diyyah (sunnah yang sangat ditekankan setelah fardhu) yang terkenal. Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan dua rakaat ini di rumah. Pendek dan cepat. Sunnahnya membaca Al-Kafirun di rakaat pertama dan Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Dua rakaat sebelum Maghrib

Kurang terkenal tapi shahih. Nabi ﷺ bersabda: "Di antara setiap dua adzan ada sholat, di antara setiap dua adzan ada sholat, di antara setiap dua adzan ada sholat, bagi siapa yang mau." (Sunan Abi Dawud 1276, Shahih al-Bukhari 624). "Di antara dua adzan" maksudnya antara adzan dan iqamah. Para sahabat biasa sholat 2 rakaat ringan di antara adzan dan iqamah Maghrib di masjid. Ini sunnah tapi bukan muakkadah. Banyak Muslim hari ini meninggalkannya, menghidupkannya kembali adalah cara halus untuk mengikuti Nabi ﷺ.

Enam rakaat Awwabin

Sebagian ulama menyebut tambahan 6 rakaat setelah sunnah ba'diyyah Maghrib, disebut sholat al-awwabin (sholat orang-orang yang kembali kepada Allah). Hadits tentang ini dinilai lemah oleh ahli hadits, maka tidak ditekankan, tapi Muslim yang sholat rakaat sunnah ini berharap pahala tanpa memastikan keotentikannya.

Cara sholat Maghrib langkah demi langkah

Berikut tata cara lengkap fardhu 3 rakaat. Sholat sendirian atau menjadi imam, strukturnya sama; kalau bermakmum, ikuti imam.

  1. Niat. Dalam hati, niatkan sholat fardhu Maghrib tiga rakaat karena Allah. Tidak perlu diucapkan keras.
  2. Takbiratul ihram. Ucapkan Allahu Akbar, angkat tangan setinggi telinga atau bahu, lalu letakkan tangan kanan di atas kiri di bawah dada.
  3. Doa iftitah (sunnah). Baca doa pembuka secara sirr, misalnya Subhanaka Allahumma wa bihamdik... atau Wajjahtu wajhi..., dilanjutkan A'udzu billah dan Bismillah.
  4. Rakaat 1, jahar. Baca Al-Fatihah dengan suara nyaring, lalu surat (umumnya surat pendek dari juz terakhir). Ucapkan Allahu Akbar, ruku, baca Subhana Rabbi al-'Azhim tiga kali. Bangun sambil Sami' Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamd. Lalu Allahu Akbar, sujud, baca Subhana Rabbi al-A'la tiga kali. Duduk sejenak di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
  5. Rakaat 2, jahar. Berdiri untuk rakaat 2. Baca Al-Fatihah dengan suara nyaring, lalu surat. Ruku, i'tidal, dua sujud, sama dengan rakaat 1.
  6. Tasyahhud awwal. Setelah sujud kedua di rakaat 2, duduk dan baca tasyahhud awwal, At-tahiyyatu lillahi was-shalawatu wath-thayyibat..., sampai syahadat. Jangan baca shalawat atas Nabi ﷺ di sini; itu di tasyahhud akhir.
  7. Rakaat 3, sirr. Berdiri sambil Allahu Akbar. Baca Al-Fatihah saja, secara sirr. Jangan menambahkan surat setelah Al-Fatihah di rakaat ketiga. Ruku, i'tidal, dua sujud.
  8. Tasyahhud akhir. Duduk. Baca tasyahhud penuh, lalu shalawat atas Nabi ﷺ (Allahumma shalli 'ala Muhammad...), lalu doa pilihan Anda.
  9. Salam. Menengok ke kanan sambil As-salamu 'alaykum wa rahmatullah, lalu ke kiri, sama. Sholat selesai.
  10. Sunnah ba'diyyah. Berdiri atau bergeser sedikit, lalu sholat 2 rakaat sunnah setelah Maghrib. Dua rakaat dengan satu tasyahhud di akhir, dibaca sirr. Surat pendek dianjurkan.

Perbedaan kunci dari Zuhur/Ashar/Isya

  • 3 rakaat, bukan 4.
  • Jahar di rakaat 1 dan 2.
  • Duduk tasyahhud awwal setelah rakaat 2, bukan setelah rakaat 3.
  • Bangun dari tasyahhud awwal untuk rakaat ketiga yang sirr.

Buka puasa dan Maghrib di Ramadhan

Di bulan Ramadhan, masuknya Maghrib adalah saat puasa berakhir. Urutan yang ditetapkan Nabi ﷺ:

  1. Saat matahari terbenam, berbuka dengan kurma dan air. Anas (RA) meriwayatkan: "Nabi ﷺ biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum sholat. Jika tidak ada ruthab, maka tamr (kurma kering), dan jika tidak ada juga, beliau meneguk beberapa tegukan air." (Sunan Abi Dawud 2356)
  2. Baca doa berbuka: Dhahaba az-zhama'u wabtallat al-'uruqu wa thabata al-ajru in sha Allah ("Telah hilang dahaga, urat-urat menjadi basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.") (Abu Dawud 2357)
  3. Sholat Maghrib, berjamaah kalau memungkinkan. Jangan duduk untuk makan besar dulu.
  4. Setelah Maghrib, kembali ke meja makan untuk makan lengkap.

Urutan ini mencegah dua kesalahan Ramadhan yang sering terjadi: sholat Maghrib dengan perut kekenyangan dan ngantuk, atau menunda Maghrib begitu jauh ke dalam waktu makan sampai jendelanya hampir habis. Kurma, air, Maghrib, makan besar. Itu urutannya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Sholat 2 atau 4 rakaat alih-alih 3. Maghrib selalu 3 rakaat fardhu. Kalau lupa lalu sholat 2 mengira itu seperti Subuh, atau 4 seperti Zuhur, sholatnya tidak sah dalam bentuk itu. Kalau Anda sadar sebelum salam, lakukan sujud sahwi (atau ikuti panduan madzhab Anda).
  • Membaca jahar di rakaat ketiga. Rakaat ketiga sirr. Membaca jahar adalah kesalahan, walaupun tidak membatalkan sholat.
  • Menambahkan surat setelah Al-Fatihah di rakaat ketiga. Di rakaat 3 hanya Al-Fatihah, tidak ada surat tambahan.
  • Menunda sampai mega merah hilang. Jendelanya paling pendek. Sholat Maghrib setelah syafaq hilang membuatnya menjadi qadha, bukan tepat waktu.
  • Melewatkan tasyahhud awwal. Maghrib punya dua tasyahhud, satu setelah rakaat 2 (pendek, hanya at-tahiyyat sampai syahadat) dan satu setelah rakaat 3 (lengkap). Melewatkan tasyahhud awwal mengharuskan sujud sahwi.
  • Jamak tanpa udzur yang sah. Menjamak Maghrib dengan Isya hanya boleh dengan udzur sah (safar, cuaca berat, sakit menurut sebagian madzhab). Menjamak sebagai kebiasaan saat di rumah dalam keadaan sehat tidak diperbolehkan.
  • Meninggalkan 2 rakaat sunnah ba'diyyah. Ini sunnah muakkadah. Meninggalkannya sesekali bukan dosa, tapi meninggalkannya kebiasaan berarti melewatkan amalan rutin Nabi ﷺ.

FAQ

Kenapa Maghrib 3 rakaat dan bukan 2 atau 4?

Ini ditetapkan oleh praktek Nabi ﷺ, diriwayatkan banyak sahabat, tidak pernah 2 atau 4. Hikmahnya tidak disebutkan secara eksplisit, tapi ulama klasik mencatat bahwa 3 rakaat duduk wajar di antara Subuh yang ringan (2) dan sholat-sholat 4 rakaat yang lebih panjang, sesuai dengan momen transisi siang ke malam.

Apakah perempuan boleh membaca jahar saat sholat Maghrib?

Saat sholat sendirian, perempuan umumnya membaca cukup pelan sehingga hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Bacaan jahar yang nyaring dimaksudkan untuk imam dalam berjamaah. Tidak ada kewajiban perempuan yang sholat sendirian di rumah untuk meninggikan suaranya.

Bagaimana kalau saya duduk tasyahhud akhir setelah rakaat 2 karena lupa?

Kalau Anda duduk mengira itu akhir, lalu sadar rakaat 3 belum dikerjakan, berdiri kembali, selesaikan rakaat 3, lalu sujud sahwi sebelum salam. Sholatnya sah.

Kalau saya ketinggalan Maghrib, kapan saya qadha?

Kalau mega merah sudah hilang, Maghrib sudah keluar dari waktunya. Anda tetap berkewajiban mengqadhanya. Sholat secepatnya begitu ingat, sebelum Isya kalau memungkinkan. Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa lupa sholat, hendaklah ia sholat ketika ingat; tidak ada kafarat untuknya kecuali itu." (Shahih al-Bukhari 597)

Apakah waktu Maghrib waktu mustajab untuk doa?

Ya. Saat matahari terbenam, saat berbuka puasa di Ramadhan, dan waktu antara Maghrib dan Isya termasuk waktu mustajab. Berdoalah di saat-saat ini, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang tua, umat, dan yang sedang kesulitan.

Surat apa yang sunnah dibaca di Maghrib?

Nabi ﷺ kadang membaca surat panjang di Maghrib, seperti Al-A'raf dan At-Tur, tapi lebih sering surat-surat pendek di juz terakhir. Tidak ada surat baku. Pilih dari yang Anda hafal; surat pendek seperti At-Tin, Al-Ikhlas, atau Al-Kafirun adalah pilihan umum.

Jaga jendela yang singkat

FivePrayer: jangan kehilangan Maghrib karena makan malam atau scrolling.

Maghrib punya jendela tersingkat di antara semua sholat wajib. Lock adzan FivePrayer yang lembut menjaga Anda agar tidak kehilangan Maghrib karena makan atau scrolling, lalu menyingkir sendiri setelah Anda sholat. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Download diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome