Ramadan tanpa Tarawih seperti malam tanpa bintang. Sholat Tarawih adalah salah satu ibadah paling khas bulan Ramadan, dikerjakan setelah Isya, memenuhi masjid dengan cahaya dan lantunan Al-Qur'an. Inilah panduan lengkap yang Anda butuhkan agar Tarawih tahun ini lebih bermakna.

"Barang siapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." - HR Bukhari dan Muslim

Keutamaan besar: Hadits di atas adalah janji pengampunan dosa yang sangat jelas dari Nabi ﷺ. Artinya, siapa pun yang melaksanakan Tarawih dengan ikhlas di bulan Ramadan, dosanya diampuni. Jangan lewatkan kesempatan ini.

Apa itu sholat Tarawih?

Sholat Tarawih (bahasa Arab: صلاة التراويح, dari kata "raaha" yang berarti istirahat) adalah sholat sunnah malam yang khusus dilakukan di bulan Ramadan. Disebut Tarawih karena pada masa awal pelaksanaannya, jamaah beristirahat sejenak setelah setiap empat rakaat sebelum melanjutkan.

Sholat ini termasuk dalam kategori qiyamul lail (mendirikan malam) yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Nabi ﷺ bersabda bahwa mendirikan sholat malam Ramadan adalah salah satu dari tiga ibadah utama yang menjadi sebab pengampunan dosa-dosa masa lalu, di samping puasa Ramadan dan menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Di seluruh dunia Islam, Tarawih dikerjakan berjamaah di masjid setelah sholat Isya, dengan imam yang melantunkan bacaan Al-Qur'an. Di banyak masjid, imam menargetkan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an selama 30 malam Ramadan, dengan membaca sekitar satu juz per malam.

Hukum dan dalil Tarawih

Sholat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan. Dasarnya adalah:

Hadits Aisyah RA: "Nabi ﷺ pernah sholat di masjid pada suatu malam, lalu orang-orang mengikutinya. Kemudian beliau sholat lagi malam berikutnya, dan semakin banyak jamaah. Kemudian pada malam ketiga atau keempat, orang-orang berkumpul menunggu, namun Nabi tidak keluar menemui mereka. Ketika pagi tiba, beliau bersabda: 'Aku melihat apa yang kalian lakukan, dan tidak ada yang menghalangiku keluar selain kekhawatiran bahwa sholat ini akan diwajibkan atas kalian.'" (HR Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan Nabi ﷺ melaksanakan Tarawih berjamaah dan hanya berhenti karena khawatir diwajibkan, bukan karena tidak menganjurkannya.

Amalan Umar RA: Setelah Nabi ﷺ wafat dan kekhawatiran tentang pewajiban sudah tidak ada, Umar bin Khattab RA pada tahun ke-14 Hijriah menyatukan orang-orang untuk sholat malam Ramadan berjamaah di bawah pimpinan Ubay bin Ka'ab. Ketika melihat mereka berjamaah dengan tertib, Umar RA berkata: "Sebaik-baik bid'ah adalah ini." (HR Bukhari) - maksudnya bid'ah secara bahasa (sesuatu yang baru), bukan bid'ah yang dilarang, karena dasarnya ada dari Nabi ﷺ sendiri.

Waktu pelaksanaan Tarawih

Waktu sholat Tarawih adalah dari setelah sholat Isya hingga masuk waktu Subuh. Ada dua pendapat tentang kapan yang terbaik:

  • Setelah Isya: Ini adalah yang paling umum dilakukan dan lebih memudahkan jamaah. Dikerjakan langsung setelah sholat Isya, sebelum tidur.
  • Di sepertiga malam terakhir: Ini lebih afdhal berdasarkan hadits bahwa Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir. Ini sama dengan waktu Tahajjud. Bagi yang mampu bangun malam, melaksanakan Tarawih di waktu ini lebih utama.

Dalam praktiknya di Indonesia, Tarawih umumnya dilaksanakan langsung setelah Isya berjamaah di masjid. Ini adalah pilihan yang praktis dan tetap mendapatkan pahala yang besar.

Tips waktu: Gunakan FivePrayer untuk mengetahui waktu Isya yang akurat di kota Anda setiap malam selama Ramadan. Waktu Isya bisa bergeser beberapa menit setiap hari.

Jumlah rakaat: 8 atau 20?

Ini adalah pertanyaan yang sering memicu perdebatan, padahal sebenarnya kedua pendapat memiliki dalil yang kuat dan keduanya sah.

Pendapat 8 rakaat (plus 3 Witir = 11 rakaat total)

Berdasarkan hadits Aisyah RA yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: "Nabi ﷺ tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan." Ini menjadi dalil bahwa Nabi sendiri tidak melebihi 8 rakaat Tarawih ditambah 3 Witir.

Pendapat ini dipegang oleh ulama seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan para ulama Salafi/Wahabi. Di banyak masjid dengan imam hafizh, 8 rakaat dilaksanakan dengan bacaan yang panjang dan tartil, sehingga waktu totalnya tidak kalah lama.

Pendapat 20 rakaat (plus 3 Witir = 23 rakaat total)

Berdasarkan amalan sahabat di masa Umar RA yang menetapkan 20 rakaat untuk Tarawih berjamaah, dan ini dilanjutkan selama berabad-abad di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad dalam beberapa riwayat mendukung 20 rakaat.

Argumennya: Umar RA menetapkan 20 rakaat dan para sahabat menyetujuinya, ini menjadi ijma' (konsensus) sahabat yang merupakan hujjah kuat dalam syariat Islam.

Kesimpulan yang bijak

Perbedaan ini adalah khilafiyah yang bisa ditoleransi. Yang terpenting bukan jumlah rakaatnya, tapi kualitas sholat: kekhusyuan, tartilnya bacaan, dan kehadiran hati. Ikutilah imam masjid Anda dengan penuh keyakinan. Jika masjid Anda 8 rakaat, ikuti 8 rakaat. Jika 20 rakaat, ikuti 20 rakaat. Keduanya sah dan berpahala.

Tata cara sholat Tarawih

Sholat Tarawih dikerjakan 2 rakaat demi 2 rakaat, artinya setiap 2 rakaat ada salam. Inilah urutan lengkapnya untuk 8 rakaat (4 kali salam) ditambah Witir:

Untuk setiap 2 rakaat Tarawih

  1. Niat sholat Tarawih.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Baca doa iftitah (sunnah).
  4. Baca Al-Fatihah.
  5. Baca surah atau ayat Al-Qur'an. Imam umumnya membaca surah panjang dengan tartil. Makmum cukup mendengarkan dengan khusyu.
  6. Rukuk, bangkit, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua (seperti sholat biasa).
  7. Lanjut ke rakaat kedua dengan cara yang sama.
  8. Tasyahud akhir dan salam.

Setelah setiap 4 rakaat (2 kali salam), dianjurkan beristirahat sejenak sambil berdzikir atau membaca doa. Inilah yang membuat sholat ini disebut Tarawih (istirahat).

Jika masjid melaksanakan 20 rakaat

Prosesnya sama: 2 rakaat demi 2 rakaat, dengan istirahat setiap 4 rakaat. Total ada 10 kali salam untuk 20 rakaat, ditambah Witir 3 rakaat di akhir.

Bacaan niat Tarawih

Niat cukup di dalam hati. Namun jika ingin melafalkannya, berikut bacaannya:

Sebagai makmum:
"Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini ma'muuman lillahi ta'ala."
(Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.)

Sebagai imam:
"Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini imaaman lillahi ta'ala."
(Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala.)

Sebagai munfarid (sendirian):
"Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini lillahi ta'ala."
(Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala.)

Niat ini diulang setiap 2 rakaat karena setiap 2 rakaat ada salam dan dimulai lagi dari awal.

Sholat Witir setelah Tarawih

Sholat Witir adalah penutup dari qiyamul lail. Dilaksanakan setelah Tarawih, biasanya 1 atau 3 rakaat. Di Ramadan, umumnya Witir dikerjakan 3 rakaat berjamaah bersama imam.

Ada dua cara mengerjakan Witir 3 rakaat:

  • Dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam: Ini yang paling shahih dan dianjurkan.
  • Tiga rakaat langsung tanpa tasyahud awal: Ini pendapat lain yang juga sah.

Di rakaat terakhir Witir, dianjurkan membaca Surah Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal A'la), Surah Al-Kafirun (Qul ya ayyuhal kafirun), dan Surah Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad) secara berturutan. Lalu setelah salam, membaca doa qunut Witir:

"Allahummahdini fiman hadayt, wa 'afini fiman 'afayt, wa tawallani fiman tawallait, wa barik li fima a'thayt, wa qini syarra ma qadhayt..."

Nabi ﷺ bersabda: "Jadikanlah Witir sebagai penutup sholat malam kalian." (HR Bukhari dan Muslim). Artinya, jangan sholat sunnah apa pun setelah Witir hingga Subuh.

Tips agar Tarawih lebih khusyu

Banyak orang yang secara fisik hadir di Tarawih tapi hatinya tidak hadir. Berikut beberapa tips agar Tarawih Anda lebih bermakna:

Persiapan sebelum Tarawih

  • Baca terjemah surah yang akan dibaca imam. Jika Anda tahu imam akan membaca juz tertentu, baca terjemah Indonesianya dulu sebelum sholat. Ketika imam membaca, Anda akan lebih bisa meresapi makna ayat-ayatnya.
  • Tidur siang atau istirahat singkat sehingga tidak mengantuk saat Tarawih.
  • Makan Iftar secukupnya, jangan terlalu kenyang sehingga berat berdiri lama.

Selama Tarawih

  • Fokus pada makna bacaan imam. Dengarkan setiap ayat dan hadirkan hati.
  • Perlambat gerakan sholat agar tidak terburu-buru. Tarawih bukan lomba kecepatan.
  • Berdzikir saat istirahat antar 4 rakaat, jangan ngobrol atau main HP.
  • Berdoa khusus di Witir karena waktu setelah Witir adalah waktu yang baik untuk berdoa.

Tarawih di rumah saat tidak bisa ke masjid

Terkadang ada halangan untuk ke masjid: sakit, hujan, menjaga anak, atau kondisi lain. Tarawih di rumah tetap sah dan berpahala. Lakukanlah 2 rakaat demi 2 rakaat seperti biasa, dengan membaca surah apa saja yang Anda hafal. Tutup dengan Witir. Niat yang ikhlas dan kesinambungan lebih penting dari jumlah rakaat.

Menjaga kesinambungan selama 30 malam

Nabi ﷺ bersabda: "Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit." (HR Bukhari dan Muslim). Lebih baik Tarawih 8 rakaat secara konsisten selama 30 malam daripada 20 rakaat di awal Ramadan tapi berhenti di tengah jalan.

Tetapkan target yang realistis untuk diri Anda. Jika terasa berat setelah bekerja seharian, mungkin cukup ikut beberapa rakaat bersama jamaah lalu pulang, daripada tidak sholat sama sekali.

Pertanyaan umum

Berapa rakaat sholat Tarawih yang benar: 8 atau 20?

Keduanya sah dan memiliki dalil. Nabi ﷺ tidak pernah melebihkan 11 rakaat (termasuk witir) di malam Ramadan maupun di luar Ramadan (HR Bukhari). Namun Umar bin Khattab RA menyatukan jamaah di bawah Ubay bin Ka'ab yang melaksanakan 20 rakaat, dan ini dipraktikkan selama berabad-abad di Masjidil Haram. Ikutilah apa yang dilakukan masjid Anda dengan yakin, karena perbedaan ini tidak perlu diperselisihkan.

Apakah sholat Tarawih boleh dikerjakan sendiri di rumah?

Ya, sholat Tarawih boleh dikerjakan sendiri di rumah. Nabi ﷺ pernah sholat malam berjamaah selama beberapa malam, lalu berhenti berjamaah karena khawatir diwajibkan. Setelah Nabi wafat dan kekhawatiran itu tidak ada lagi, Umar RA mengumpulkan jamaah kembali. Berjamaah di masjid lebih afdhal, tapi sholat sendiri di rumah tetap sah dan mendapatkan pahala.

Apa bedanya sholat Tarawih dan Tahajjud?

Tarawih adalah sholat malam khusus Ramadan yang dikerjakan setelah Isya sebelum tidur (atau sebelum Subuh). Tahajjud adalah sholat malam yang dikerjakan di luar Ramadan (atau di Ramadan setelah tidur terlebih dahulu). Keduanya termasuk qiyamul lail, dan banyak ulama berpendapat keduanya sama, hanya berbeda nama berdasarkan waktunya.

Bolehkah meninggalkan Tarawih di tengah Ramadan?

Tarawih adalah sunnah, bukan wajib. Tidak ada dosa jika meninggalkannya. Namun Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Sayang sekali jika melewatkan keutamaan besar ini tanpa alasan yang kuat.

Apa yang dibaca saat jeda istirahat antara setiap 4 rakaat Tarawih?

Di antara setiap 4 rakaat Tarawih, dianjurkan membaca sholawat dan doa. Salah satu yang populer adalah: "Subhana dzil mulki wal malakut, subhana dzil izzati wal 'adzamati wal haibati wal qudrati wal kibriyai wal jabbarut. Subhanallaahil hayyil ladzi la yamuutu, subbuuhun qudduusun rabbuna wa rabbul malaaikati warruuh." Namun tidak ada kewajiban membaca doa tertentu.

Dapatkan waktu sholat yang akurat dan arah kiblat di mana saja.