Ringkasan aqiqah:
• Waktu: hari ke-7 setelah lahir (atau ke-14, ke-21 jika terlewat)
• Hewan: 2 kambing untuk anak laki-laki, 1 untuk perempuan
• Tiga sunnah hari itu: menyembelih, mencukur rambut, memberi nama
• Hukum: sunnah muakkad menurut jumhur, sebagian menyatakan wajib
• Pembagian: makan, sedekahkan, hadiahkan ke kerabat
Aqiqah (Arab: al-aqiqah) adalah ritual sambutan kelahiran bayi dalam Islam. Pada atau sekitar hari ketujuh setelah lahir, keluarga menyembelih kambing atau domba sebagai ungkapan syukur kepada Allah, memberi nama yang baik kepada bayi, mencukur rambut kepalanya, dan membagikan dagingnya. Aqiqah adalah sunnah Rasulullah ﷺ yang menggabungkan ibadah (penyembelihan), sedekah (pembagian kepada fakir miskin), dan kebersamaan keluarga (jamuan bersama). Ritus ini termasuk yang paling khas dalam menyambut kelahiran bayi muslim.
Tips: Hitung hari ke-7 dari kelahiran anak di pengingat FivePrayer agar tidak terlewat. Aplikasi juga memiliki audio adzan untuk diperdengarkan ke telinga bayi baru lahir. Gratis, tanpa iklan.
Apa itu aqiqah?
Kata aqiqah berasal dari kata yang berarti "memotong", awalnya merujuk pada rambut bayi yang baru lahir. Kemudian berkembang merujuk pada seluruh ritual yang dilakukan saat memotong rambut tersebut, terutama penyembelihan hewan. Ini adalah salah satu syiar yang diatur Rasulullah ﷺ untuk menyambut anak baru lahir dalam umat Islam.
Hadits paling umum:
"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur rambutnya." (Sunan Abu Dawud 2837; Tirmidzi 1522; Ibn Majah 3165, sahih)
Frasa "tergadai" (murtahanun bi-aqiqatihi) ditafsirkan beragam: bahwa syafaat orang tua bagi anaknya bergantung padanya; bahwa keberkahan anak mengalir lebih sempurna setelahnya; atau bahwa ini metafora kuatnya anjuran. Apa pun maknanya, redaksinya menjadikan sunnah ini dipraktikkan luas sejak generasi pertama.
Waktu pelaksanaan
Waktu utama adalah hari ke-7 setelah lahir. Dalam perhitungan klasik, hari kelahiran adalah hari pertama, sehingga hari ke-7 adalah enam hari kemudian. Banyak keluarga menghitung berbeda dalam praktik modern; keduanya bisa diterima, intinya sekitar tujuh hari.
Jika hari ke-7 terlewat, ada dua waktu pengganti dari hadits Buraidah:
"Aqiqah disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satu." (al-Baihaqi; Tirmidzi menyebut hasan)
Jika hari-hari itu juga terlewat, ulama berbeda:
- Maliki dan Syafi'i: kewajibannya gugur setelah hari-hari tersebut; jika dilakukan kemudian, statusnya bukan aqiqah secara teknis.
- Hanbali (pendapat populer): boleh dilakukan kapan pun selama masih kecil.
- Imam Ahmad dan lainnya: boleh dilakukan bahkan saat dewasa oleh diri sendiri.
Jumlah hewan
Sunnahnya dua kambing untuk anak laki-laki dan satu untuk perempuan. Aisyah RA meriwayatkan:
"Rasulullah ﷺ memerintahkan menyembelih dua kambing yang sama untuk anak laki-laki dan satu kambing untuk anak perempuan." (Sunan al-Tirmidzi 1513; Ibn Majah 3163, sahih)
Dan dari Rasulullah ﷺ: "Untuk anak laki-laki ada aqiqah, alirkan darah untuknya dan hilangkan kotoran darinya." (Bukhari 5472)
Mayoritas ulama menyatakan sunnah dua untuk laki-laki, dan satu kambing cukup jika tidak mampu dua. Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ pernah menyembelih satu kambing untuk Hasan dan satu untuk Husain (RA).
Jenis hewan
Hewan harus memenuhi syarat sebagaimana hewan kurban Idul Adha:
- Umur: domba minimal enam bulan dan tampak satu tahun; kambing minimal satu tahun; sapi minimal dua tahun; unta minimal lima tahun.
- Sehat: bebas cacat besar (buta, sakit jelas, pincang parah, kurus berlebihan, telinga atau ekor terpotong lebih dari sepertiga).
- Jenis: kambing dan domba adalah standar. Sapi atau unta boleh, dengan satu ekor untuk tujuh aqiqah (satu sapi untuk tujuh anak, atau tiga laki-laki dan satu perempuan).
Penyembelihan dilakukan dengan ucapan "Bismillahi Allahu Akbar" dan niat aqiqah untuk anak yang disebut namanya. Urat leher (saluran nafas, kerongkongan, dan dua urat darah utama) dipotong cepat dengan pisau tajam, sama dengan syarat dzabh halal pada umumnya.
Pembagian daging
Anjuran klasik sama dengan pola kurban:
- Sepertiga untuk keluarga,
- Sepertiga untuk kerabat, tetangga, dan teman sebagai hadiah,
- Sepertiga untuk fakir miskin sebagai sedekah.
Pembagian sepertiga ini panduan, bukan aturan kaku. Keluarga yang kekurangan boleh menyimpan lebih banyak; yang berkecukupan boleh menyedekahkan lebih banyak.
Daging boleh dibagikan mentah atau dimasak. Banyak keluarga lebih suka memasaknya menjadi hidangan dan mengundang kerabat serta fakir miskin untuk menikmatinya bersama. Sebagian ulama menganjurkan memasaknya karena memberikan makanan jadi lebih bermakna.
Satu riwayat masyhur: Aisyah RA menganjurkan agar tulang aqiqah tidak dipatahkan sebagai isyarat keutuhan. Ini anjuran, bukan keharusan.
Mencukur rambut dan sedekah perak
Di hari yang sama dengan aqiqah, rambut bayi dicukur seluruhnya. Ini sunnah yang jelas:
Rasulullah ﷺ memerintahkan Fatimah RA: "Cukurlah rambut Hasan dan sedekahkan perak seberat rambutnya." (al-Muwattha Imam Malik 1057; Tirmidzi 1519)
Tata cara:
- Cukur rambut bayi (gunting halus boleh jika cukur tidak nyaman).
- Timbang rambut yang dipotong.
- Hitung nilai setara perak di harga saat ini, sedekahkan jumlah itu kepada fakir miskin.
Jika menimbang rambut sulit, perkirakan jumlah yang setara. Inti dari ritus adalah sedekah sebagai syukur atas anak. Apakah mencukur dianjurkan untuk anak perempuan, ulama berbeda: Maliki dan Hanbali populer mengatakan ya; Syafi'i dan sebagian Hanafi mengatakan hanya untuk anak laki-laki. Sedekah perak senilai berat rambut tetap pahala besar.
Dahulu sebagian budaya melumuri rambut bayi dengan darah hewan yang disembelih (taltikh). Rasulullah ﷺ secara tegas melarangnya dan menggantinya dengan minyak wangi (Abu Dawud 2843).
Memberi nama anak
Anak diberi nama pada hari ke-7. Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari kiamat kalian akan dipanggil dengan nama dan nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian." (Sunan Abu Dawud 4948)
Kategori nama yang dianjurkan:
- Abdullah dan Abdurrahman adalah nama yang paling dicintai Allah (Sahih Muslim 2132).
- Muhammad, Ahmad, Hasan, Husain, dan nama para nabi, Adam, Yusuf, Ibrahim, Ismail, Musa, Isa, Yahya, dst.
- Nama para sahabat dan wanita muliawati, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Aisyah, Fatimah, Khadijah, Maryam, Asma, Sumayyah.
- Nama berarti baik, seperti Karim (mulia), Salah (saleh), Iman, Hanan (sayang).
Rasulullah ﷺ mengganti nama yang berarti buruk. Beliau mengubah nama seorang lelaki dari Ashram (terputus) menjadi Zur'ah (tanaman), dan nama gadis dari Aasiyah (pembangkang) menjadi Jamilah (cantik). Hindari nama bermakna buruk, nama firaun atau tiran, dan nama yang mengindikasikan penghambaan pada selain Allah (Abdul Husain, Abdul Ka'bah, dsb., bermasalah; hanya Abd + nama Allah yang dianjurkan).
Tahnik (kurma yang dilembutkan di mulut bayi)
Terkait dengan aqiqah, meski biasanya dilakukan lebih awal (hari pertama), adalah sunnah tahnik. Orang saleh mengunyah kurma hingga lembut, lalu mengoleskan sedikit ke langit-langit mulut bayi. Bayi merasakan manisnya sebagai salah satu rasa pertama di lidahnya.
Rasulullah ﷺ sendiri melakukan tahnik untuk banyak bayi sahabat, termasuk Abdullah bin Az-Zubair (RA): beliau mengambil kurma, mengunyahnya, lalu meletakkannya di mulut bayi, dan mendoakannya (Bukhari 3909). Higienitas modern membuat banyak orang tua melakukan ini sendiri daripada meminta orang lain. Yang utama adalah praktik dan doanya.
Beda aqiqah dan kurban
| Aspek | Aqiqah | Kurban (Udhiyyah) |
|---|---|---|
| Momen | Kelahiran anak | Idul Adha (10, 11, 12, 13 Dzulhijjah) |
| Jumlah | 2 untuk laki-laki, 1 untuk perempuan | 1 hewan kecil per keluarga (atau 1/7 sapi) |
| Hukum | Sunnah muakkad | Sunnah muakkad (wajib menurut Hanafi) |
| Mematahkan tulang | Dianjurkan tidak | Boleh |
| Niat | Syukur atas kelahiran | Meneladani kurban Nabi Ibrahim ﷺ |
| Menjual kulit | Boleh dengan hasil untuk sedekah | Tidak boleh, hanya hadiah atau sedekah |
Aqiqah untuk orang dewasa yang belum diaqiqahi
Bagaimana jika orang tua belum melaksanakan aqiqah untuk Anda? Bolehkah Anda melakukan sendiri sekarang? Pendapat ulama:
- Imam Ahmad (dalam satu riwayat) dan banyak ulama Hanbali: ya, dianjurkan bagi orang dewasa yang belum diaqiqahi untuk melakukannya sendiri. Mereka beralasan dengan riwayat bahwa Rasulullah ﷺ melakukan aqiqah untuk dirinya setelah diutus jadi nabi (al-Baihaqi; riwayat ini diperdebatkan dan banyak yang melemahkan).
- Mayoritas Maliki dan Syafi'i: waktunya telah lewat; aqiqah hanya pada hari ke-7, 14, atau 21, setelah itu bukan aqiqah secara teknis, meski boleh sedekah sebagai syukur.
- Hanafi: aqiqah hukumnya mubah, jadi pertanyaan ini tidak muncul sebagai kewajiban; seseorang boleh menyembelih kapan saja sebagai sedekah.
Praktik yang lebih hati-hati jika ingin melakukannya: sembelih dengan niat syukur kepada Allah dan mengikuti sunnah, bagikan dagingnya kepada fakir miskin, dan jangan klaim secara spesifik sebagai "aqiqah yang terlewat." Allah menerima niat.
FAQ
Bolehkah hanya berdonasi tanpa menyembelih?
Sunnahnya adalah menyembelih. Banyak lembaga (BAZNAS, LAZ, Dompet Dhuafa) menerima donasi aqiqah, mereka akan menyembelih dan membagi daging atas nama Anda. Ini memenuhi sunnah dan membantu fakir miskin. Donasi uang tanpa penyembelihan tidak memenuhi ritus aqiqah spesifik.
Bagaimana jika bayi meninggal sebelum hari ke-7?
Jika bayi lahir hidup dan bertahan hingga hari ke-7 meski sebentar, aqiqah disunnahkan. Jika lahir mati atau meninggal sebelum hari ke-7, ulama berbeda. Banyak menyatakan tidak ada aqiqah karena belum mencapai hari ke-7. Sebagian menganjurkan menyembelih sebagai sedekah untuk orang tuanya. Konsultasikan dengan ulama dalam kondisi duka.
Bolehkah kerabat membayari aqiqah?
Boleh. Walau tanggung jawab utama ada pada ayah, siapa pun boleh memberi atau membayari aqiqah atas nama anak. Kakek, paman, atau kerabat lain boleh memberikannya sebagai hadiah.
Wajibkah mengumandangkan adzan di telinga bayi?
Mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi baru lahir disebut dalam riwayat dari Rasulullah ﷺ (Abu Dawud 5105), meski sanadnya diperdebatkan. Mayoritas ulama menyatakan ini sunnah yang dianjurkan. Biasanya dilakukan saat lahir, bukan saat aqiqah.
Bolehkah mengadakan acara besar untuk aqiqah?
Boleh. Jamuan dan kumpul keluarga adalah bagian alami ritus ini, dan mengundang kerabat, teman, dan fakir miskin dianjurkan. Hindari boros, hiburan haram, dan tambahan-tambahan yang tidak Rasulullah ﷺ contohkan. Pusatkan pada syukur kepada Allah atas anugerah anak.
FivePrayer: jaga sunnah harian di rumah.
Sholat lima waktu, sunnah rawatib, adzkar pagi dan petang. Adzan lembut bersama mode malam tenang untuk malam bayi baru lahir. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.