Fakta singkat tentang doa untuk orang tua:

Doa utama: "Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira" (Al-Qur'an 17:24)
Untuk kedua orang tua dan kaum mukmin: Al-Qur'an 14:41, doa Ibrahim
Manfaat yang terus mengalir setelah wafat: doa anak yang saleh (Sahih Muslim 1631)
Frekuensi: setelah setiap shalat, di hari Jumat, dalam sujud
Orang tua yang tidak Muslim: berbuat baik tetap wajib; memohonkan ampun bagi mereka setelah wafat tidak (Al-Qur'an 9:113-114)

Ada satu momen dalam Surat Al-Isra ketika Allah, setelah perintah menyembah Dia semata, langsung memerintahkan berbuat baik kepada orang tua. Ayat itu disusun dengan kelembutan yang membuat pembaca berhenti sejenak. "Janganlah kamu mengatakan 'ah' (kata kekesalan ringan) kepada keduanya, jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku waktu kecil" (Al-Qur'an 17:23-24). Allah mengajarkan doanya sendiri. Dia tidak membiarkan kita mereka-reka kata; Dia memberi kita kata-kata-Nya.

Panduan ini mencakup setiap doa sahih untuk orang tua dari Al-Qur'an dan Sunnah: empat doa Qur'ani, doa untuk orang tua yang masih hidup (beserta pelayanan praktis yang memberinya makna), doa untuk orang tua yang telah wafat, tiga amal yang terus memberi manfaat setelah kematian, persoalan berat tentang orang tua yang tidak Muslim, dan cara berziarah kubur dengan doa. Setiap bagian mencantumkan sumbernya.

Tips: FivePrayer memiliki layar zikir harian tempat Anda bisa menyematkan "Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira", sehingga ia muncul setelah setiap shalat fardhu. Kebiasaan terkecil, diulang lima kali sehari, menjadi doa paling konsisten dalam hidup Anda.

Mengapa Allah sendiri yang mengajarkan doanya

Al-Qur'an 17:23 dibuka dengan: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada orang tua." Inilah perintah kedua, langsung setelah tauhid. Keduanya disandingkan dengan sengaja. Berada di jalan Allah berarti berada di jalan berbuat baik kepada mereka yang dipakai-Nya untuk membawa Anda ke alam wujud.

Lalu datanglah petunjuk praktisnya. "Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan 'ah' kepada keduanya, jangan membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." Kata Arab uff adalah bunyi lembut tanda jengkel, ungkapan ketidaksopanan terkecil yang mungkin. Jika yang sekecil ini saja dilarang, maka setiap perbuatan yang lebih keras lebih dilarang lagi sebagai konsekuensinya. Para ulama mencatat bahwa Al-Qur'an memilih isyarat negatif terkecil dan melarangnya, agar semua yang lebih besar terlarang dengan sendirinya.

Kemudian datanglah ayat 24 yang memuat doa itu sendiri. "Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku waktu kecil." Ini salah satu susunan paling indah dalam Al-Qur'an. Gambaran "merendahkan sayap" (khafdh al-janah) adalah lukisan induk burung yang melipat sayap menaungi anak-anaknya, isyarat yang sama yang dilakukan orang tua ketika anak-anak mereka masih kecil. Allah meminta kita mencerminkan, di masa dewasa, perawatan fisik yang sama yang diberikan orang tua kepada kita sewaktu bayi.

Dan kemudian Dia memberi kita kata-kata untuk doa kita. Kita tidak harus mencari bahasa kita sendiri. Kita diajari: ketika Anda telah melakukan semua pelayanan praktis yang Anda mampu, angkatlah tangan dan mintalah kepada Allah agar Dia melakukan untuk mereka apa yang hanya Dia mampu, menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi Anda.

Empat doa Qur'ani untuk orang tua

1. Doa utama: Al-Qur'an 17:24

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira.

"Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku waktu kecil."

Al-Qur'an 17:24

Delapan kata dalam bahasa Arab. Kata-kata itu meliputi segalanya. Kata rabbayani berbagi akar dengan Rabb, Sang Penguasa, Pemelihara, Dzat yang menumbuhkan dari keadaan lemah menuju keadaan sempurna. Dengan memakai akar ini, Al-Qur'an mengakui bahwa orang tua adalah peserta dalam perbuatan tarbiyah Allah, dalam menumbuhkan satu jiwa hingga ada. Doa itu lalu meminta Allah melipatgandakan kembali kepada mereka kasih sayang yang mereka berikan kepada kita, dalam wujud yang hanya Dia mampu hantarkan.

Inilah doa yang pertama kali harus dihafal. Inilah doa yang diulang setelah setiap shalat. Inilah doa yang diajarkan kepada anak-anak sesegera mereka bisa berbicara.

2. Doa Ibrahim: Al-Qur'an 14:41

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbana-ghfir li wa li walidayya wa lil-mu'minina yawma yaqumu al-hisab.

"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku serta orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan."

Al-Qur'an 14:41

Inilah doa Ibrahim di penghujung Surat Ibrahim. Beliau memanjatkannya untuk dirinya, orang tuanya, dan setiap mukmin yang datang sesudahnya. Membacanya berarti melangkah masuk ke barisan doa kenabian yang sama dan membentangkannya ke seluruh umat. Doa ini sangat tepat ketika Anda ingin berdoa bukan hanya untuk orang tua tetapi untuk semua yang datang lebih dahulu, kakek-nenek Anda, kaum mukmin dalam keluarga yang mungkin tak pernah Anda jumpai.

3. Doa setiap orang saleh: Al-Qur'an 46:15

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabbi awzi'ni an ashkura ni'mataka allati an'amta 'alayya wa 'ala walidayya, wa an a'mala salihan tardah, wa aslih li fee dhurriyyati, inni tubtu ilayka wa inni minal-muslimin.

"Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku pada keturunanku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sungguh aku termasuk orang-orang Muslim."

Al-Qur'an 46:15

Doa ini terjalin dalam ayat-ayat yang menggambarkan ikatan antara seorang ibu dan anak, setelah Allah menyebut tiga puluh bulan masa mengandung dan menyusui. Doa ini memuat empat permintaan yang terikat menjadi satu: syukur atas nikmat diri sendiri, syukur atas nikmat yang diberikan kepada orang tua, amal saleh yang Allah terima, dan kebaikan pada anak-anak sendiri. Inilah doa lintas generasi, menengok ke belakang kepada orang tua, ke depan kepada anak-anak, dengan diri di masa kini di antara keduanya.

4. Doa Nuh: Al-Qur'an 71:28

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Rabbi-ghfir li wa li walidayya wa li man dakhala baytiya mu'minan wa lil-mu'minina wal-mu'minat.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan siapa pun yang masuk ke rumahku dengan beriman, serta orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan."

Al-Qur'an 71:28

Nuh memanjatkan doa ini setelah berabad-abad menyeru kaumnya, dan inilah yang paling luas dari semua doa kenabian untuk orang tua. Ia membentang melampaui keluarga kepada siapa pun yang masuk ke rumah seseorang dengan beriman, lalu kepada setiap mukmin laki-laki dan perempuan sepanjang masa. Inilah doa orang-orang yang hatinya telah tumbuh cukup lapang untuk merangkul bukan hanya orang tua mereka sendiri tetapi setiap orang tua dari setiap Muslim.

Doa dan amalan untuk orang tua yang masih hidup

Doa untuk orang tua yang masih hidup memiliki dua bagian yang tak bisa dipisahkan: doa lisan, dan pelayanan praktis (birr al-walidayn) dengan anggota badan. Yang pertama tanpa yang kedua adalah kosong. Nabi bersabda: "Keridhaan Tuhan ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Tuhan ada pada kemurkaan orang tua" (al-Tirmidzi 1899, sahih; lihat pula Sahih al-Bukhari 5973 tentang kedudukan orang tua). Meminta Allah memberkati mereka sambil menelantarkan mereka dalam keseharian justru bertentangan dengan doa itu sendiri.

Dalam setiap shalat

Jadikan "Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira" bagian dari rutinitas setelah setiap shalat fardhu. Hanya butuh tiga detik. Lima kali sehari, tiga puluh lima kali sepekan, orang tua Anda menerima kasih sayang melalui lisan Anda.

Dalam sujud

Nabi bersabda: "Keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya" (Sahih Muslim 482). Ketika Anda berada di posisi fisik terendah, doa Anda berada di puncak penerimaan ruhani. Tambahkan doa pribadi untuk orang tua Anda dalam sujud shalat sunnah atau nafilah mana pun.

Pelayanan praktis (birr)

Perintah Qur'ani dalam 17:23 bukanlah "doakanlah mereka" lebih dahulu. Perintahnya adalah "jangan katakan ah, jangan membentak mereka, ucapkan perkataan mulia, rendahkanlah diri dengan penuh kasih". Doa datang sesudahnya. Tanpa perbuatan, doa kehilangan pasangannya. Pelayanan kepada orang tua yang masih hidup tampak seperti panggilan telepon ketika tinggal terpisah, kehadiran ketika tinggal bersama, kesabaran terhadap permintaan mereka, kelembutan terhadap kelupaan mereka, dukungan finansial bila mereka membutuhkannya, dan perawatan fisik kecil: memasak, membersihkan, membawakan air.

Ibnu Umar meriwayatkan Nabi bersabda bahwa termasuk dosa terbesar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri. Para sahabat bertanya: "Bagaimana seseorang melaknat orang tuanya sendiri?" Beliau bersabda: "Seseorang menghina ayah orang lain, lalu orang itu balas menghina ayahnya; ia menghina ibu orang lain, lalu orang itu balas menghina ibunya" (Sahih al-Bukhari 5973). Pelajarannya: bahkan bahaya tidak langsung kepada orang tua, bahaya yang seseorang timbulkan lewat perilaku buruknya sendiri, termasuk dalam dosa ini.

Doa untuk orang tua yang telah wafat

Ketika orang tua wafat, hubungan itu tidak berakhir. Doa berlanjut, dan kini ia membawa bobot yang lebih besar lagi, karena mereka tidak lagi dapat menambah amal mereka sendiri, tetapi Anda masih bisa menambah amal mereka. Nabi menggambarkan seorang lelaki yang diangkat derajatnya di kehidupan berikutnya lalu diberi tahu: "Anakmu memohonkan ampunan untukmu" (Ibn Majah 3660, hasan).

Doa sederhana untuk ampunan

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ

Allahumma-ghfir lahu (untuk ayah) / laha (untuk ibu), warhamhu / warhamha, wa 'afihi / 'afiha, wa'fu 'anhu / 'anha, wa akrim nuzulahu / nuzulaha, wa wassi' mudkhalahu / mudkhalaha.

"Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, berilah dia keselamatan dan pemaafan, muliakanlah tempat tinggalnya, dan luaskanlah tempat masuknya."

Sahih Muslim 963 (doa shalat jenazah)

Nabi mengajarkannya dalam konteks shalat jenazah, tetapi maknanya membentang ke setiap doa yang dipanjatkan untuk orang yang telah wafat. Bentuk muannats Arab dipakai untuk ibu, bentuk mudzakkar untuk ayah, tetapi substansinya sama.

Digabungkan dengan doa-doa Qur'ani

Amalan yang paling indah adalah menggabungkan doa-doa Qur'ani di atas dengan doa jenazah ini. Bacalah "Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira" lalu "Allahumma-ghfir lahuma warhamhuma..." secara bersamaan. Perintah Qur'ani dan ajaran kenabian, terjalin dalam satu doa.

Tiga amal yang terus mengalir setelah kematian

Inilah hadis mendasar tentang manfaat yang berlanjut setelah kematian. Nabi bersabda:

"Apabila seseorang wafat, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya."

Sahih Muslim 1631

Bagi orang tua yang telah wafat, dua dari tiga amal itu berada dalam kuasa Anda.

1. Doa (amal ketiga: anak saleh yang mendoakan)

Doa Anda, dengan menjadi diri Anda, itu sendiri adalah amalnya. Semakin sering Anda berdoa untuk mereka, semakin deras saluran ini terus mengalir.

2. Sedekah jariyah atas nama mereka

Sedekah yang terus mengalir yang dipersembahkan untuk orang tua yang telah wafat memindahkan pahalanya kepada mereka. Nabi menegaskan hal ini ketika Sa'd bin Ubadah bertanya: "Ibuku telah wafat. Jika aku bersedekah atas namanya, apakah itu memberinya manfaat?" Nabi bersabda: "Ya" (Sahih al-Bukhari 2756; Sahih Muslim 1004). Contohnya: menggali sumur, mendanai mushaf Al-Qur'an, membiayai penuntut ilmu, membangun bagian dari masjid, menanam pohon yang berbuah, menyumbang perawatan medis bagi kaum dhuafa. Apa pun yang terus memberi setelah momen donasi.

3. Haji atau Umrah atas nama mereka

Seorang lelaki datang kepada Nabi dan berkata: "Ayahku telah wafat dan ia belum menunaikan haji. Bolehkah aku menunaikannya atas namanya?" Nabi menjawab: "Seandainya ayahmu memiliki utang, apakah engkau akan melunasinya untuknya?" Lelaki itu menjawab: "Ya." Nabi bersabda: "Utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi" (Sahih al-Bukhari 1852). Syaratnya: Anda harus sudah menyelesaikan haji wajib Anda sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa menunaikan haji atau umrah yang khusus diniatkan untuk orang tua yang telah wafat, dan pahalanya berpindah.

Jika orang tua Anda tidak Muslim

Ini salah satu situasi paling menyakitkan bagi banyak Muslim, dan Al-Qur'an membahasnya secara langsung dengan kasih sayang sekaligus batasan.

Semasa hidup mereka, Al-Qur'an 31:14-15 memerintahkan tetap berbuat baik bahkan jika mereka mengajak Anda kepada kesyirikan. "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun... Tetapi jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak memiliki pengetahuan tentangnya, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku." Ayat ini memegang dua hal sekaligus: tidak menaati dalam perkara kesyirikan, dan tetap berbuat baik di dunia dalam segala hal lainnya.

Setelah mereka wafat, batasannya lebih jelas. Allah berfirman dalam Surat At-Taubah: "Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kerabat, setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka. Dan permohonan ampun Ibrahim untuk ayahnya hanyalah karena janji yang telah ia ucapkan kepadanya. Tetapi ketika telah jelas baginya bahwa ayahnya adalah musuh Allah, ia berlepas diri darinya" (Al-Qur'an 9:113-114).

Nabi sendiri dilarang memohonkan ampunan bagi ibunya, yang wafat di atas agama kaum Quraisy, namun beliau diizinkan menziarahi kuburnya dan menangis, dan tangisnya membuat semua orang di sekitarnya menangis (Sahih Muslim 976). Batasannya ada pada doa ampunan khusus untuk dosa, bukan pada kesedihan manusiawi karena pernah mencintai mereka. Anda boleh berduka, mengenang dengan baik, melunasi utang mereka, memenuhi perjanjian yang mereka buat, memperlakukan kawan-kawan mereka dengan baik, dan bersedekah umum. Yang tidak boleh Anda lakukan adalah meminta Allah mengampuni dosa yang mereka bawa wafat tanpa iman. Allah Maha Adil; apa yang ada di antara Dia dan mereka telah tertutup.

Berziarah kubur dengan doa

Nabi bersabda: "Dahulu aku melarang kalian menziarahi kubur, tetapi sekarang ziarahilah, karena ia mengingatkan kalian akan akhirat" (Sahih Muslim 977). Bagi orang tua Muslim, inilah amal birr yang mendalam setelah kematian mereka. Doa yang dianjurkan di pemakaman:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalamu 'alaykum ahla ad-diyari minal-mu'minina wal-muslimin, wa inna in sha Allahu bikum lahiqun, nas'alu Allaha lana wa lakumul-'afiyah.

"Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan mukmin dan Muslim. Sungguh kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian."

Sahih Muslim 974

Berdirilah di pemakaman, bacalah salam ini, lalu panjatkan doa pribadi untuk orang tua yang telah wafat. Anda boleh menambahkan Surat Al-Fatihah dan tiga Qul. Jangan mengarahkan doa kepada orang yang telah wafat atau meminta sesuatu dari mereka; hanya kepada Allah Anda berbicara, meminta untuk kepentingan mereka.

Tanya Jawab

Apa doa yang paling penting untuk orang tua?

Doa Qur'ani "Rabbi-rhamhuma kama rabbayani saghira" (Al-Qur'an 17:24) adalah yang paling mendasar. Allah sendiri yang mengajarkannya kepada kita. Membacanya setiap hari setelah setiap shalat adalah doa yang paling sederhana sekaligus paling kuat yang dapat dipersembahkan seorang anak untuk orang tua yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Bolehkah berdoa untuk orang tua yang wafat dalam keadaan tidak Muslim?

Memohonkan ampunan bagi orang tua yang wafat di atas kesyirikan tidak diperbolehkan (Al-Qur'an 9:113-114). Namun Anda tetap bisa berbuat baik kepada kenangan mereka, melunasi utang mereka, memenuhi janji yang mereka buat, menyambung tali dengan kawan mereka, dan bersedekah umum yang pahalanya tidak Anda khususkan sebagai ampunan bagi mereka. Nabi sendiri menziarahi kubur ibunya dan menangis, meski beliau tidak diizinkan memohonkan ampun baginya.

Apa tiga hal yang terus memberi manfaat kepada orang tua setelah mereka wafat?

Nabi bersabda: "Apabila seseorang wafat, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya" (Sahih Muslim 1631). Bagi orang tua yang telah wafat, doa anak yang saleh adalah aliran pahala yang terus berjalan. Anda juga bisa bersedekah jariyah atas nama mereka dan menunaikan haji atau umrah untuk mereka setelah menyelesaikan haji Anda sendiri.

Apakah saya perlu berdoa untuk orang tua di setiap shalat?

Ya. Tidak ada kewajiban khusus, tetapi amalan yang sangat dianjurkan adalah menyertakan orang tua dalam doa setelah setiap shalat, dalam sujud shalat sunnah, pada tahajud, di hari Jumat, dan di setiap momen pengabulan paling diharapkan. Nabi menggambarkan seseorang yang diangkat derajatnya di alam kubur karena anaknya terus memohonkan ampunan untuknya (Sunan Ibn Majah 3660, hasan).

Apakah haji atas nama orang tua yang wafat sah?

Ya. Nabi membenarkan menunaikan haji atas nama orang tua yang telah wafat dalam beberapa riwayat sahih. Beliau bersabda: "Utang kepada Allah lebih berhak untuk dilunasi" (Sahih al-Bukhari 1852). Satu-satunya syarat: orang yang menunaikannya harus sudah menyelesaikan haji wajibnya sendiri terlebih dahulu. Hal yang sama berlaku untuk umrah.

Satu doa yang konsisten, lima kali sehari

FivePrayer: jaga doa untuk orang tua tetap di layar setiap kali Anda shalat.

FivePrayer menampilkan zikir setelah setiap shalat, termasuk doa Qur'ani untuk orang tua. Kebiasaan terkecil, diulang lima kali sehari, menjadi doa seumur hidup. Gratis di iOS, Android, dan Chrome. Tanpa iklan, tanpa pelacakan.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome