Fakta cepat doa Rabbana:

"Rabbana" artinya: Ya Tuhan kami, doa langsung kepada Allah
Jumlah: sekitar 40 doa "Rabbana" dalam Al-Quran
Tirmidzi 3521: yang membaca 2 ayat terakhir Al-Baqarah di malam hari, itu cukup baginya
Dianjurkan: setelah tasyahhud akhir sebelum salam, dan kapan saja sebagai doa harian

Dalam Al-Quran, Allah mengabadikan doa-doa para nabi dan hamba yang saleh, doa-doa yang dimulai dengan kata Rabbana (رَبَّنَا) yang artinya "Ya Tuhan kami". Ini bukan doa buatan manusia. Ini adalah doa yang Allah sendiri pilih untuk diajarkan kepada seluruh umat manusia melalui wahyu-Nya. Itulah yang menjadikan doa-doa Rabbana istimewa. Sumbernya kalam Allah, bukan ijtihad ulama atau karangan orang-orang saleh, betapa pun tinggi derajat mereka.

Apa itu doa Rabbana?

Doa Rabbana adalah doa-doa dalam Al-Quran yang dimulai dengan kata "رَبَّنَا", dibaca Rabbana, artinya "Ya Tuhan kami". Kata ini merupakan gabungan dari Rabb (Tuhan, Pemelihara) dan na (kami, kita). Saat seseorang mengucapkan "Rabbana", ia sedang menyeru Allah dengan penuh pengakuan bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan dan Pemelihara.

Yang membedakan doa-doa ini dari doa-doa lain adalah asal-usulnya. Doa Rabbana bukan doa yang dikumpulkan dari hadits, bukan pula doa yang diajarkan ulama, melainkan doa yang Allah abadikan langsung dalam Al-Quran. Kata-katanya adalah kalam Allah. Ini menjadikannya doa dengan derajat tertinggi dalam tradisi Islam, karena Allah sendiri yang merangkainya dan menjadikannya contoh terbaik cara seorang hamba bermunajat kepada-Nya.

Para ulama menghitung sekitar 40 doa yang diawali "Rabbana" dalam Al-Quran, tersebar dari Surat Al-Baqarah hingga Surat Ibrahim, dari Surat Al-A'raf hingga Surat At-Tahrim. Setiap doa memiliki konteks, suasana, dan kedalaman maknanya sendiri. Ada yang merupakan doa Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka'bah, ada yang merupakan doa Nabi Adam AS setelah turun dari surga, ada pula yang merupakan doa orang-orang beriman di akhir surat Al-Baqarah yang Nabi ﷺ gambarkan sebagai doa yang sangat agung.

40 Doa Rabbana: Kumpulan Lengkap

Berikut ini adalah kumpulan doa-doa Rabbana dari Al-Quran, dilengkapi teks Arab, transliterasi, terjemahan, dan lokasi ayat. Pelajari maknanya, hafalkan yang paling menyentuh hati, dan jadikan bagian dari doa harian Anda.

1. Doa diterima amal: QS. Al-Baqarah: 127

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Transliterasi: Rabbana taqabbal minna, innaka anta as-sami'ul-'alim.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Ini adalah doa Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS saat mereka selesai membangun Ka'bah. Setelah menunaikan amal besar sekalipun, para nabi mengakhirinya dengan kerendahan hati, bukan dengan rasa bangga, melainkan dengan permohonan agar amal itu diterima Allah.

2. Doa menjadi muslim yang taat: QS. Al-Baqarah: 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Transliterasi: Rabbana waj'alna muslimaini laka wa min dzurriyyatina ummatan muslimatan laka wa arina manasikana wa tub 'alaina, innaka antat-tawwabur-rahim.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, dan dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."

Masih dalam rangkaian doa Ibrahim dan Ismail AS saat membangun Ka'bah. Doa ini mengajarkan bahwa seorang Muslim yang sejati berdoa bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk keturunannya agar tetap berada di jalan Islam.

3. Doa kebaikan dunia dan akhirat: QS. Al-Baqarah: 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Transliterasi: Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban-nar.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka."

Inilah doa paling ringkas, paling lengkap, dan paling sering dianjurkan ulama untuk dibaca setiap hari. Dalam tiga kalimat pendek, doa ini mencakup seluruh kebutuhan manusia: kebaikan hidup di dunia, keselamatan di akhirat, dan perlindungan dari neraka. Nabi ﷺ dalam banyak riwayat membaca doa ini saat tawaf.

4. Doa memohon ketabahan: QS. Al-Baqarah: 250

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Transliterasi: Rabbana afrigh 'alaina shabran wa thabbit aqdamana wansurna 'alal-qawmil-kafirin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum kafir."

Doa ini dipanjatkan pasukan Thalut, termasuk Nabi Dawud AS yang muda, saat menghadapi pasukan Jalut yang jauh lebih besar. Mereka tidak meminta kemenangan langsung, melainkan meminta tiga hal berurutan: kesabaran, keteguhan langkah, dan baru kemudian pertolongan. Urutan ini mengajarkan bahwa kemenangan lahir dari kesabaran dan keteguhan, bukan sebaliknya.

5. Doa pengampunan dan kemudahan: QS. Al-Baqarah: 286

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Transliterasi: Rabbana la tu'akhidhna in nasina aw akhtha'na. Rabbana wa la tahmil 'alaina ishran kama hamaltahu 'alal-ladhina min qablina. Rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih. Wa'fu 'anna waghfir lana warhamna, anta mawlana fansurna 'alal-qawmil-kafirin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum kafir."

Ini adalah penutup Surat Al-Baqarah yang Nabi ﷺ sangat anjurkan untuk dibaca. Hadits Tirmidzi 3521 menyebutkan: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah di malam hari, maka keduanya cukup baginya." Doa ini memohon empat hal sekaligus: pemaafan atas kelupaan dan kesalahan, keringanan beban, ampunan, dan rahmat.

6. Doa agar hati tidak menyimpang: QS. Ali Imran: 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Transliterasi: Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahab lana min ladunka rahmah, innaka antal-wahhab.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."

Doa yang sangat penting untuk diamalkan setiap hari, terutama di zaman penuh fitnah seperti sekarang. Para ulama mengingatkan: hidayah bukan sesuatu yang sekali didapat lalu abadi. Hati manusia mudah berbolak-balik, dan doa ini adalah permohonan agar Allah senantiasa menjaga hati kita tetap di atas kebenaran.

7. Doa orang beriman yang berilmu: QS. Ali Imran: 16

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Transliterasi: Rabbana innana amanna faghfir lana dzunubana wa qina 'adzaban-nar.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka."

Doa ringkas yang memuat pengakuan iman dan permohonan dua hal pokok: ampunan dosa dan keselamatan dari neraka. Sederhana, padat, dan bisa dibaca kapan saja.

8. Doa memohon ampun dan rahmat: QS. Ali Imran: 147

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Transliterasi: Rabbanaghfir lana dzunubana wa israfana fi amrina wa thabbit aqdamana wansurna 'alal-qawmil-kafirin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Teguhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi kaum kafir."

Ini adalah doa para pejuang Islam dalam perang Uhud. Yang menarik, mereka memohon ampun terlebih dahulu, termasuk dari "israf" (berlebihan dalam urusan sendiri), sebelum meminta kemenangan. Mengakui kesalahan sebelum meminta pertolongan adalah adab doa yang agung.

9. Doa Nabi Adam dan Hawa: QS. Al-A'raf: 23

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Transliterasi: Rabbana zhalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal-khasyirin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."

Inilah doa pertama umat manusia, doa Nabi Adam AS dan Hawa setelah mereka melakukan kesalahan dan menyadarinya. Doa ini mengajarkan cara tobat yang benar: mengakui kezaliman diri sendiri tanpa mencari-cari alasan, dan menggantungkan sepenuhnya pada ampunan dan rahmat Allah.

10. Doa jangan dijadikan bersama orang zalim: QS. Al-A'raf: 47

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Transliterasi: Rabbana la taj'alna ma'al-qawmiz-zhalimin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim."

Doa singkat yang sangat dalam maknanya. Ini adalah doa penghuni A'raf di hari kiamat. Bagi kita yang masih hidup di dunia, doa ini relevan untuk diamalkan agar Allah menjaga kita dari pergaulan, lingkungan, dan keberpihakan kepada kezaliman, dalam bentuk apa pun.

11. Doa diselamatkan dari kaum yang kafir: QS. Yunus: 85–86

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ۝ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Transliterasi: Rabbana la taj'alna fitnatan lil-qawmiz-zhalimin, wa najjina birahmatika minal-qawmil-kafirin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum kafir."

Doa Nabi Musa AS dan kaumnya saat terjepit antara Firaun dan laut. "Jangan jadikan kami fitnah bagi orang zalim" berarti: jangan sampai kelemahan atau penderitaan kami membuat orang zalim merasa dibenarkan atau semakin berani.

12. Doa Ibrahim untuk orang tua: QS. Ibrahim: 40–41

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ ۝ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Transliterasi: Rabbi aj'alni muqimas-shalati wa min dzurriyyati. Rabbana wa taqabbal du'a. Rabbanaghfir li wa liwalidayya wa lil-mu'minina yawma yaqumul-hisab.

Terjemahan: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian dari keturunanku orang yang menegakkan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta orang-orang yang beriman pada hari terjadinya perhitungan."

Ini adalah salah satu doa Ibrahim AS yang paling lengkap, memohon untuk dirinya agar istiqamah mendirikan sholat, untuk keturunannya, untuk kedua orang tuanya, dan untuk seluruh orang beriman. Doa untuk orang tua di sini menjadi dalil dianjurkannya mendoakan orang tua yang telah wafat.

13. Doa Ashabul Kahf: QS. Al-Kahfi: 10

رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Transliterasi: Rabbana atina min ladunka rahmatan wa hayyi' lana min amrina rasyhada.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan sediakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Doa para pemuda Ashabul Kahf saat mereka berlindung di gua karena mempertahankan iman mereka. Mereka tidak meminta kemudahan hidup, tidak meminta kekayaan, yang mereka minta adalah rahmat Allah dan petunjuk dalam menghadapi situasi yang mereka hadapi. Doa yang sangat cocok dibaca saat menghadapi tekanan atau keputusan penting.

14. Doa diselamatkan dari azab neraka: QS. Al-Furqan: 65

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Transliterasi: Rabbanas-rif 'anna 'adzaba jahannam, inna 'adzabaha kana gharama.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahanam dari kami. Sungguh, azabnya itu adalah kebinasaan yang abadi."

Doa hamba-hamba Allah yang saleh (Ibadur-Rahman) dalam Surat Al-Furqan. Ungkapan "azabnya adalah kebinasaan yang abadi" menunjukkan kesadaran mendalam tentang beratnya azab neraka, sebuah kesadaran yang mendorong doa ini keluar dengan penuh kesungguhan.

15. Doa untuk keluarga yang saleh: QS. Al-Furqan: 74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Transliterasi: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lil-muttaqina imama.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Doa yang banyak diamalkan oleh pasangan suami istri dan orang tua. "Qurrata a'yun" berarti penyejuk mata, ungkapan Arab untuk kebahagiaan yang terdalam. Seorang Muslim tidak hanya berdoa agar anaknya sukses secara duniawi, tapi agar mereka menjadi "penyejuk mata", anak yang saleh, istri/suami yang baik, yang menyejukkan hati orang tuanya di dunia dan di akhirat.

16. Doa agar amal sempurna di hari kiamat: QS. At-Tahrim: 8

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Transliterasi: Rabbana atmim lana nurana waghfir lana, innaka 'ala kulli shay'in qadir.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Ini adalah doa orang beriman di hari kiamat, saat mereka berjalan di atas titian (shirat) dengan cahaya iman yang menerangi jalan mereka, mereka memohon agar cahaya itu disempurnakan. Doa ini mengajarkan bahwa iman bukan sesuatu yang statis, ia bisa bertambah dan berkurang, dan kita perlu terus memohon agar iman kita sempurna hingga akhir.

17. Doa orang beriman dari kalangan Ahli Kitab: QS. Al-Ma'idah: 83

رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Transliterasi: Rabbana amanna faktubna ma'asy-syahidin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Islam)."

Doa yang dipanjatkan orang-orang beriman dari kalangan Ahli Kitab saat mereka mendengar Al-Quran dibacakan. Mereka menyatakan iman dan memohon agar dicatat bersama para syuhada, orang-orang yang bersaksi atas kebenaran Allah. Doa ini cocok diamalkan sebagai permohonan agar kita dihimpun bersama orang-orang saleh di akhirat.

18. Doa memohon taubat: QS. Al-A'raf: 89

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Transliterasi: Rabbana aftah bainana wa baina qawmina bil-haqqi wa anta khayrul-fatihiin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan benar. Engkaulah sebaik-baik pemberi keputusan."

Doa Nabi Syu'aib AS kepada kaumnya yang menolak kebenaran dan mengancam beliau. Beliau tidak membalas dengan ancaman, melainkan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Allah sebagai hakim yang paling adil.

19. Doa Nabi Musa memohon perlindungan: QS. Al-Mu'minun: 93–94

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Transliterasi: Rabbana amanna faghfir lana warhamna wa anta khayrar-rahimin.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan sayangilah kami. Engkaulah sebaik-baik yang memberi rahmat."

Doa ringkas yang kuat, berisi pengakuan iman, permohonan ampun, dan permohonan rahmat. Tiga unsur yang selalu dibutuhkan seorang Muslim setiap harinya.

20. Doa memohon keselamatan dari kaum yang zalim: QS. Al-Mu'minun: 97–98

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ ۝ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

Transliterasi: Rabbi a'udzu bika min hamazatisy-syayathin, wa a'udzu bika rabbi an yahzhurun.

Terjemahan: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendatangiku."

Doa perlindungan dari gangguan setan yang sangat dianjurkan dibaca sebelum melakukan aktivitas penting, termasuk sebelum sholat, sebelum tidur, atau saat merasakan pikiran dan perasaan yang tidak baik.

21. Doa memohon jalan keluar dari kesulitan: QS. Al-Baqarah: 286 (bagian)

رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ

Transliterasi: Rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya."

Potongan doa dari penutup Surat Al-Baqarah ini sering dijadikan doa tersendiri saat seseorang merasa terbebani melebihi kemampuannya. Allah tidak membebani seseorang melebihi kesanggupannya (QS 2:286), dan doa ini adalah permohonan agar beban itu tetap dalam batas yang bisa kita pikul.

22. Doa memohon rahmat dan hidayah: QS. Ali Imran: 193–194

رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Transliterasi: Rabbana innana sami'na munadian yunadi lil-imani an aminu birabbikum fa amanna. Rabbanaghfir lana dzunubana wa kaffir 'anna sayyi'atina wa tawaffana ma'al-abrar.

Terjemahan: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman: 'Berimanlah kepada Tuhanmu,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuslah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti."

Doa orang-orang yang berpikir mendalam (Ulul Albab) yang disebutkan menjelang akhir Surat Ali Imran. Permohonan untuk "dimatikan bersama orang-orang yang berbakti" adalah permohonan akhir hayat yang baik, husnul khatimah, yang selalu relevan untuk dipanjatkan.

23. Doa memohon tidak disiksa karena kesalahan orang bodoh: QS. Al-A'raf: 155

أَنتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

Transliterasi: Anta waliyyuna faghfir lana warhamna wa anta khayrul-ghafirin.

Terjemahan: "Engkaulah pelindung kami, maka ampunilah kami dan sayangilah kami. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampunan."

Bagian dari doa panjang Nabi Musa AS saat memohon kepada Allah setelah sebagian kaumnya berbuat kesalahan besar. Mengakui Allah sebagai "wali" (pelindung, wali yang menanggung) sebelum memohon ampunan adalah adab yang indah, kita mengakui posisi kita sebagai hamba yang membutuhkan perlindungan.

24. Doa memohon kesempurnaan nikmat: QS. Al-Ahqaf: 15

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Transliterasi: Rabbi awzi'ni an asykura ni'matakal-lati an'amta 'alayya wa 'ala walidayya wa an a'mala shaliham tardhahu wa ashlih li fi dzurriyyati, inni tubtu ilaika wa inni minal-muslimin.

Terjemahan: "Ya Tuhanku, ilhamkanlah aku untuk selalu bersyukur atas nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai. Perbaikilah keturunanku untukku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Doa yang sangat lengkap untuk dibaca saat berusia matang atau saat merasakan nikmat yang besar. Mencakup rasa syukur, permohonan amal saleh, perbaikan keturunan, dan tobat. Semua dirangkum dalam satu doa yang indah.

Baca doa Rabbana dengan FivePrayer. FivePrayer menyediakan koleksi dzikir dan doa yang bisa dibaca setelah sholat, termasuk doa-doa Rabbana dari Al-Quran. Jadwalkan waktu doa Anda dengan jadwal sholat akurat berbasis lokasi. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun, tersedia di iOS, Android, dan Chrome.

Kapan dan Bagaimana Mengamalkan Doa Rabbana

Doa Rabbana bisa diamalkan kapan saja. Tidak ada batasan waktu, tidak perlu ritual khusus, tidak perlu kondisi tertentu. Inilah salah satu keistimewaan doa Al-Quran: ia adalah permohonan yang senantiasa layak dipanjatkan. Tapi ada beberapa waktu dan cara yang lebih dianjurkan.

Setelah tasyahhud akhir, sebelum salam. Para ulama menganjurkan membaca doa-doa pilihan setelah tasyahhud akhir sebelum salam, karena ini adalah posisi terdekat antara seorang hamba dengan Allah di dalam sholat. Nabi ﷺ bersabda: "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya ketika ia sedang sujud." Setelah tasyahhud juga merupakan posisi sangat mulia untuk berdoa. Pilih dua atau tiga doa Rabbana yang paling Anda butuhkan dan bacalah di situ secara konsisten.

Dzikir pagi dan petang. Doa Rabbana sangat cocok dijadikan bagian dari dzikir pagi dan sore. Beberapa doa seperti Rabbana la tuzigh qulubana (QS 3:8) dan Rabbana atina fid-dunya hasanatan (QS 2:201) sangat dianjurkan oleh para ulama untuk dibaca setiap pagi dan sore sebagai permohonan perlindungan dan kebaikan harian.

Setelah sholat fardhu. Setelah dzikir wajib (tasbih, tahmid, takbir 33 kali), Anda bisa mengakhiri dengan beberapa doa Rabbana pilihan. Ini adalah waktu yang mustajab karena jiwa baru saja selesai bermunajat kepada Allah melalui sholat.

Dalam keadaan butuh dan terjepit. Banyak doa Rabbana diturunkan dalam konteks para nabi dan hamba saleh yang sedang menghadapi tekanan besar, seperti Nabi Adam AS yang baru sadar melakukan kesalahan, Ashabul Kahf yang bersembunyi dari penguasa yang zalim, atau pasukan Thalut yang menghadapi musuh yang jauh lebih besar. Doa-doa ini adalah teman di masa-masa sulit.

Cara mengamalkannya. Tidak ada ritual khusus untuk membaca doa Rabbana. Cukup angkat tangan (jika setelah sholat), hadirkan hati, dan bacalah dengan penuh penghayatan. Memahami artinya jauh lebih penting daripada melafalkannya dengan sempurna. Mulailah dari satu atau dua doa, hafalkan, dan rasakan maknanya. Itu jauh lebih baik daripada membaca semua 40 doa tanpa memahami apa yang Anda ucapkan.

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah doa Rabbana dalam Al-Quran?

Para ulama menghitung sekitar 40 doa yang dimulai dengan "Rabbana" (Ya Tuhan kami) dalam Al-Quran. Sebagian menghitung 39, sebagian 40 atau lebih tergantung cara pengelompokan ayat-ayat yang berdekatan. Istilah "40 Rabbana" sudah populer dan mencakup semua doa utama dari para nabi dan hamba-hamba saleh dalam Al-Quran.

Kapan waktu terbaik membaca doa Rabbana?

Doa Rabbana sangat dianjurkan dibaca setelah tasyahhud akhir sebelum salam, karena inilah waktu paling dekat antara hamba dan Allah di dalam sholat. Di luar sholat, doa Rabbana bisa diamalkan kapan saja, baik pagi, sore, setelah sholat, atau sebagai dzikir harian. Hadits Tirmidzi 3521 menyebutkan keutamaan dua ayat terakhir Al-Baqarah (yang memuat Rabbana) di malam hari.

Apakah doa Rabbana bisa dibaca kapan saja?

Ya, doa Rabbana adalah doa Al-Quran yang bisa dibaca kapan saja dan di mana saja. Tidak ada batasan waktu khusus. Justru keutamaannya adalah karena bersumber dari kalam Allah, bukan doa buatan manusia, sehingga lebih yakin kemuliaannya.

Apa perbedaan doa Rabbana dengan doa biasa?

Doa Rabbana adalah doa yang Allah sendiri ajarkan dalam Al-Quran, bukan karangan manusia atau hasil ijtihad ulama. Ini menjadikannya doa paling terpercaya dan mulia, karena yang mengajarkan langsung adalah Allah, Dzat yang paling tahu apa yang layak diminta dan bagaimana cara meminta yang paling tepat.

Doa Rabbana mana yang paling dianjurkan sehari-hari?

Yang paling sering dianjurkan para ulama adalah: (1) Rabbana atina fid-dunya hasanah (QS 2:201), doa kebaikan dunia dan akhirat; (2) Rabbana la tu'akhidhna in nasina (QS 2:286), doa pengampunan dan kemudahan; (3) Rabbana la tuzigh qulubana (QS 3:8), doa agar hati tidak menyimpang; dan (4) Rabbana hablana min azwajina (QS 25:74), doa untuk keluarga yang saleh.

Baca doa Rabbana dengan FivePrayer

Jadwal sholat akurat dan koleksi doa Al-Quran.

FivePrayer menampilkan waktu sholat lima waktu berbasis lokasi, koleksi dzikir dan doa setelah sholat, termasuk doa-doa Rabbana dari Al-Quran. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun. Tersedia di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome