Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril selama 23 tahun. Ini bukan sekadar teks biasa, melainkan firman Ilahi yang setiap hurufnya membawa pahala berlipat ganda, setiap ayatnya mengandung petunjuk, dan keseluruhannya akan menjadi pembela kita di hadapan Allah pada hari kiamat.

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya." (HR Bukhari 5027)

Tentang artikel ini: Semua hadis dalam artikel ini mencantumkan nomor referensi sehingga Anda bisa memverifikasinya secara langsung. Hadis-hadis ini bersumber dari kitab-kitab induk yang disepakati keshahihannya oleh para ulama.

Hadis 1: Pahala setiap huruf Al-Quran

Hadis 1 dari 10

"Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Quran), baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."

HR Tirmidzi 2910, dinyatakan hasan shahih

Hadis ini memberikan gambaran yang luar biasa tentang nilai setiap huruf Al-Quran. Mari kita hitung: Al-Fatiha yang kita baca di setiap rakaat sholat mengandung sekitar 139 huruf. Jika kita sholat lima waktu dengan total sekitar 17 rakaat wajib per hari, kita membaca Al-Fatiha minimal 17 kali sehari, menghasilkan ribuan kebaikan hanya dari Al-Fatiha saja.

Al-Quran secara keseluruhan terdiri dari sekitar 321.180 huruf. Jika dibaca sekali khatam, itu menghasilkan lebih dari 3,2 juta kebaikan. Ini adalah investasi akhirat yang tidak ada tandingannya.

Hal penting yang ditekankan dalam hadis ini adalah cara menghitung huruf. "Alif Lam Mim" di awal beberapa surah bukanlah satu huruf melainkan tiga huruf yang masing-masing bernilai satu kebaikan, dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Artinya hanya dengan membaca tiga huruf itu saja, kita mendapat 30 kebaikan.

Hadis 2: Al-Quran sebagai syafaat di hari kiamat

Hadis 2 dari 10

"Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya."

HR Muslim 804

Syafaat adalah pertolongan yang diberikan seseorang kepada orang lain di hadapan Allah pada hari kiamat untuk meringankan atau membebaskan dari hukuman. Syafaat Al-Quran adalah salah satu bentuk syafaat yang sangat agung.

Dalam riwayat Muslim yang lebih panjang, Nabi SAW juga menjelaskan keutamaan khusus dua surah: "Bacalah dua cahaya: Al-Baqarah dan Ali Imran. Keduanya akan datang pada hari kiamat seperti dua awan atau dua kelompok burung yang berbaris, membela para pembacanya." Ini menggambarkan betapa konkret dan nyatanya syafaat Al-Quran di hari yang paling berat bagi seluruh manusia.

Untuk mendapatkan syafaat ini, syaratnya adalah membaca Al-Quran secara konsisten semasa hidup di dunia. Tidak perlu sudah hafal atau sudah sangat lancar, yang penting adalah kebiasaan membaca yang terjaga.

Hadis 3: Sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Quran

Hadis 3 dari 10

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya."

HR Bukhari 5027

Hadis ini menempatkan orang-orang yang berkecimpung dengan Al-Quran, baik sebagai pelajar maupun pengajar, sebagai manusia terbaik. Ini adalah penilaian langsung dari Nabi SAW, bukan sekadar anjuran biasa.

Kalimat "belajar dan mengajarkan" mencakup dua dimensi penting. Belajar berarti kita terus berupaya meningkatkan bacaan, memahami makna, dan menghafal. Mengajarkan berarti kita menyebarkan kebaikan tersebut kepada orang lain, baik kepada anak-anak kita di rumah, kepada teman, atau di komunitas yang lebih luas.

Para ulama besar seperti Imam Syafi'i, Imam Bukhari, dan Imam Ahmad menyandarkan hidup mereka pada hadis ini. Mereka tidak hanya menghafal Al-Quran tetapi juga mendedikasikan diri untuk mengajarkannya dalam berbagai bentuk, dari pengajaran langsung hingga melalui karya-karya ilmiah mereka.

Hadis 4: Memperindah bacaan Al-Quran

Hadis 4 dari 10

"Hiasilah Al-Quran dengan suaramu (yang indah)."

HR Bukhari 7544, Abu Dawud 1468

Islam mendorong kita untuk membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan merdu. Ini bukan soal memiliki suara alami yang bagus, melainkan soal upaya untuk memperindah bacaan sesuai kemampuan masing-masing.

Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda: "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan (memperindah bacaan) Al-Quran." (HR Abu Dawud 1469, dishahihkan Al-Albani). Ini menunjukkan betapa pentingnya keindahan bacaan dalam tradisi Islam.

Ilmu yang mengatur cara membaca Al-Quran dengan benar dan indah disebut tajwid. Tajwid mencakup aturan pengucapan huruf (makhraj), panjang pendek bacaan (mad), sifat-sifat huruf, dan cara berhenti atau melanjutkan bacaan (waqaf dan ibtida). Belajar tajwid hukumnya fardhu kifayah, dan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk mempelajari dasar-dasarnya.

Hadis 5: Yang susah membaca Al-Quran mendapat dua pahala

Hadis 5 dari 10

"Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, baginya dua pahala."

HR Muslim 798, Bukhari 4937

Hadis ini adalah hadis yang paling menyentuh hati bagi orang-orang yang merasa belum lancar membaca Al-Quran. Bukan hanya tidak dikurangi pahalanya, bahkan mereka mendapat pahala lebih banyak, yaitu dua pahala: pahala karena membaca Al-Quran itu sendiri, dan pahala karena kesungguhan dan usaha keras dalam menghadapi kesulitan.

Ini adalah kabar gembira bagi jutaan Muslim di seluruh dunia yang mungkin tumbuh besar tanpa pendidikan membaca Al-Quran yang memadai, atau yang baru masuk Islam di usia dewasa, atau yang memiliki keterbatasan tertentu yang membuat bacaannya tidak sempurna. Allah tidak menilai kita berdasarkan hasil semata, tetapi juga berdasarkan usaha dan niat kita.

Yang penting adalah tidak menyerah. Teruslah berlatih membaca Al-Quran meski terasa susah. Setiap sesi latihan yang berat itu justru mengumpulkan pahala berlipat.

Hadis 6 dan 7: Keutamaan surah-surah tertentu

Surah Al-Baqarah dan Ali Imran: dua cahaya

Hadis 6 dari 10

"Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak mampu menghadapinya."

HR Muslim 804

Surah Al-Baqarah adalah surah terpanjang dalam Al-Quran dengan 286 ayat. Membacanya secara rutin memiliki beberapa keutamaan luar biasa:

  • Perlindungan dari sihir: Hadis di atas menyebutkan bahwa "al-bathalaah la tathiquha", sihir tidak mampu menandinginya. Surah ini menjadi benteng spiritual yang sangat kuat.
  • Dua ayat terakhir sebagai pencukup malam: Nabi SAW bersabda: "Siapa yang membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah di malam hari, itu sudah mencukupinya." (HR Bukhari 5009, Muslim 808). Dua ayat ini (Al-Baqarah 285-286) menjadi wirid malam yang sangat dianjurkan.
  • Ayat Kursi sebagai pelindung: Nabi SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah 255) setelah setiap sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian (HR Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah).

Surah Al-Kahfi: pelindung dari fitnah Dajjal

Hadis 7 dari 10

"Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal."

HR Muslim 809

Surah Al-Kahfi memiliki beberapa keutamaan besar:

  • Membacanya di hari Jumat: "Siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, Allah akan meneranginya dengan cahaya di antara dua Jumat." (HR Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Shahihul Jami 6470).
  • Perlindungan dari Dajjal: Sepuluh ayat pertama dan terakhir Al-Kahfi memberikan perlindungan dari fitnah Dajjal, fitnah terbesar yang akan dihadapi umat manusia.

Surah Al-Mulk: pembela di dalam kubur

Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya ada suatu surah dalam Al-Quran yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang membela pembacanya hingga dia masuk surga. Surah tersebut adalah 'Tabaarakalladzi biyadihil mulk'." (HR Abu Dawud 1400, Tirmidzi 2891, dishahihkan Al-Albani). Membaca Al-Mulk setiap malam sebelum tidur adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk memberi perlindungan di alam kubur.

Hadis 8: Memahami Al-Quran adalah kewajiban

Hadis 8 dari 10

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci?"

QS Muhammad 47:24

Ayat ini adalah teguran langsung dari Allah SWT kepada mereka yang membaca Al-Quran tanpa berusaha memahaminya. Kata "yatadabbarun" dari akar kata "tadabbur" berarti merenungkan, memikirkan dengan mendalam, dan mengambil pelajaran.

Membaca Al-Quran tanpa memahami tetap berpahala karena setiap huruf dihitung. Namun Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk (huda) bagi manusia (QS Al-Baqarah 2:185), dan fungsi petunjuk hanya bisa dirasakan jika kita memahami isinya. Seorang Muslim ideal tidak hanya membaca Al-Quran tetapi juga berupaya memahami maknanya, meski secara bertahap.

Cara praktis meningkatkan pemahaman Al-Quran: mulai dengan membaca terjemahan bahasa Indonesia secara rutin, belajar tafsir ringkas seperti Tafsir Ibnu Katsir versi ringkasan, ikuti pengajian tafsir di masjid atau pesantren terdekat, atau manfaatkan berbagai aplikasi dan kanal Youtube tafsir yang tersedia secara gratis saat ini.

Hadis 9 dan 10: Keutamaan tilawah lainnya

Hadis 9: Rumah yang dibacakan Al-Quran

Hadis 9 dari 10

"Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah Al-Baqarah."

HR Muslim 780

Hadis ini mengajarkan kita bahwa rumah yang hidup dengan bacaan Al-Quran adalah rumah yang penuh berkah dan terlindungi dari setan. Kuburan adalah tempat yang tidak ada dzikir dan ibadah di dalamnya, dan itulah yang dihindari Nabi SAW untuk diterapkan di rumah.

Membiasakan tilawah Al-Quran di rumah memiliki efek spiritual yang nyata pada suasana rumah tangga. Kebiasaan ini juga memberikan teladan langsung kepada anak-anak yang tumbuh di lingkungan tersebut, menanamkan kecintaan kepada Al-Quran sejak dini.

Hadis 10: Derajat penghafal Al-Quran di surga

Hadis 10 dari 10

"Dikatakan kepada penghafal Al-Quran: Bacalah dan naiki (derajat surga). Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada di akhir ayat yang kamu baca."

HR Abu Dawud 1464, Tirmidzi 2914, dishahihkan Al-Albani

Hadis ini menggambarkan betapa agungnya kedudukan para penghafal Al-Quran di surga. Semakin banyak hafalan seseorang, semakin tinggi derajatnya di surga. Para penghafal Al-Quran yang sempurna (30 juz) akan berada di derajat tertinggi bersama para nabi dan malaikat, dalam sebuah riwayat bahkan disebutkan bahwa kedua orang tua penghafal Al-Quran akan dipakaikan mahkota cahaya yang lebih terang dari matahari di hari kiamat (HR Abu Dawud 1453).

Program khatam Al-Quran 30 dan 60 hari

Al-Quran terdiri dari 30 juz. Berikut dua program khatam yang realistis untuk kebanyakan orang:

Program khatam 30 hari (1 juz per hari)

Ini adalah target klasik yang telah dijalankan jutaan Muslim selama berabad-abad, terutama di bulan Ramadan. Satu juz terdiri dari rata-rata 20 halaman mushaf standar (mushaf Utsmani). Dengan membaca sekitar 4 halaman setelah setiap sholat fardhu (5 waktu), Anda akan menyelesaikan satu juz per hari.

  • Setelah Subuh: 4 halaman
  • Setelah Dzuhur: 4 halaman
  • Setelah Ashar: 4 halaman
  • Setelah Maghrib: 4 halaman
  • Setelah Isya: 4 halaman
  • Total per hari: 20 halaman = 1 juz

Dengan kecepatan membaca rata-rata orang dewasa (sekitar 1 halaman per 3 menit), 4 halaman hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit. Sangat terjangkau jika dilakukan konsisten.

Program khatam 60 hari (setengah juz per hari)

Untuk yang baru memulai atau memiliki keterbatasan waktu, khatam dalam 60 hari adalah pilihan yang sangat baik. Cukup baca 2 halaman setelah setiap sholat, atau 10 halaman per hari. Ini setara dengan setengah juz per hari dan menghasilkan dua kali khatam per tahun.

Tips konsistensi khatam: Tentukan satu waktu tetap setiap hari sebagai "jadwal membaca Quran", misalnya selalu setelah Subuh. Letakkan mushaf di tempat yang mudah terlihat. Jangan lewatkan dua hari berturut-turut meski hanya membaca beberapa baris di hari yang sibuk.

Program hafalan Al-Quran sederhana

Menghafal Al-Quran tidak harus dimulai dari juz 1. Pendekatan yang paling efektif untuk orang dewasa adalah mulai dari surah-surah pendek di Juz 30 yang sudah sering didengar dalam sholat:

Urutan hafalan yang dianjurkan untuk pemula

  1. Juz 30 dari belakang: mulai dari An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Kawthar, Al-Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraisy, Al-Ma'un, dan seterusnya.
  2. Ayat-ayat pilihan: Ayat Kursi (Al-Baqarah 255), dua ayat terakhir Al-Baqarah, Al-Fatiha (jika belum hafal), dan 10 ayat pertama Al-Kahfi.
  3. Surah-surah sholat: Surah-surah yang sering dibaca imam dalam sholat Subuh, Maghrib, dan Isya.

Metode hafalan yang terbukti efektif

Para ulama telah menurunkan metode hafalan selama berabad-abad. Berikut prinsip-prinsip utamanya:

  • Baca 20 kali sebelum menghafal: Baca ayat yang akan dihafal sebanyak 20 kali dengan melihat mushaf sebelum mencoba menghafal tanpa melihat. Cara ini merekam ayat di memori visual dan auditori sekaligus.
  • Batasi jumlah hafalan baru per hari: Lebih baik hafal 3 ayat dengan sempurna daripada mencoba 10 ayat sekaligus dan tidak ada yang benar-benar melekat. Konsistensi mengalahkan kuantitas.
  • Review 3:1: Untuk setiap 1 bagian hafalan baru, review 3 bagian lama. Hafalan yang tidak diulang akan hilang dalam beberapa hari.
  • Waktu terbaik untuk hafalan adalah setelah Subuh, saat otak paling segar dan lingkungan masih tenang.
  • Gunakan hafalan dalam sholat: Setiap kali sholat sunnah, bacalah surah yang sedang dihafal. Ini adalah cara review yang paling efektif karena membuat hafalan "hidup" dalam ibadah sehari-hari.

Target hafalan realistis per tahun

Dengan menghafal 3 ayat per hari secara konsisten, dalam setahun (365 hari) kita bisa menghafal sekitar 1.095 ayat. Al-Quran memiliki 6.236 ayat. Artinya dengan konsistensi tersebut, seseorang bisa menghafal seluruh Al-Quran dalam sekitar 6 tahun, tanpa guru khusus dan tanpa meninggalkan rutinitas harian yang ada.

Jangan lewatkan sholat. Sholat adalah kesempatan terbaik untuk menggunakan hafalan Al-Quran. Setiap kali Anda membaca surah hafalan dalam sholat, itu adalah review gratis sekaligus ibadah. FivePrayer memastikan Anda tidak melewatkan satu pun dari 5 kesempatan emas itu setiap harinya.

Pertanyaan umum

Apakah pahala membaca Al-Quran berlaku meski tidak paham artinya?

Ya. Hadis Tirmidzi 2910 menyebutkan pahala per huruf tanpa syarat memahami artinya. Namun memahami arti tentu memberikan manfaat yang jauh lebih besar karena Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk. Allah SWT berfirman dalam QS Muhammad (47:24): "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran?" Idealnya kita berusaha belajar memahami Al-Quran secara bertahap sambil terus menjaga konsistensi membaca.

Berapa lama idealnya khatam Al-Quran?

Para ulama berbeda pendapat. Abdullah bin Amr bertanya kepada Nabi SAW berapa lama membaca Al-Quran, dan beliau menjawab: satu bulan. Ketika didesak, beliau memberi keringanan hingga tujuh hari, dan tidak membolehkan kurang dari itu (HR Bukhari 5054). Jadi khatam dalam 7 hari adalah batas minimum yang dianjurkan. Khatam dalam 30 hari (satu juz per hari) sangat ideal untuk kebanyakan orang aktif.

Apa keutamaan khusus surah Al-Baqarah?

Nabi SAW bersabda: "Bacalah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak mampu menghadapinya." (HR Muslim 804). Beliau juga bersabda bahwa Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang sebagai dua awan atau dua kelompok burung yang membela pembacanya pada hari kiamat. Dua ayat terakhir Al-Baqarah (ayat 285-286) juga sangat istimewa: siapa yang membacanya di malam hari, itu sudah mencukupinya (HR Bukhari 5009).

Bagaimana cara memulai hafalan Al-Quran untuk orang dewasa?

Mulai dari surah-surah pendek di juz 30 yang sudah familiar dari sholat: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kawthar, Al-Asr. Hafalkan 3 ayat per hari secara konsisten. Review hafalan lama setiap hari sebelum menambah yang baru dengan perbandingan 1:3 (satu bagian baru, tiga bagian review). Waktu terbaik adalah setelah Subuh saat pikiran segar. Konsistensi kecil setiap hari jauh lebih baik dari sesi panjang yang tidak rutin.

Apakah ada waktu-waktu terbaik untuk membaca Al-Quran?

Beberapa waktu yang sangat dianjurkan: setelah sholat Subuh (QS 17:78 menyebutkan Al-Quran Fajar disaksikan malaikat), sepertiga malam terakhir saat sholat tahajjud, dan setelah sholat Ashar hingga Maghrib. Membaca Al-Mulk setiap malam sebelum tidur juga sangat dianjurkan karena surah ini menjadi pelindung di dalam kubur. Prinsipnya, tidak ada waktu yang buruk untuk membaca Al-Quran, dan yang terpenting adalah konsistensi.

Jangan lewatkan sholat

Jaga sholat, jaga hubungan dengan Al-Quran.

Setiap sholat adalah kesempatan membaca Al-Quran dan mengumpulkan pahala berlipat ganda. FivePrayer hadir dengan pengingat sholat tepat waktu, arah kiblat, dan doa-doa pilihan. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome