Fakta cepat nama bayi Islami:
• Nama terbaik: Abdullah dan Abdurrahman (HR Muslim 2132)
• Waktu pemberian nama: hari kelahiran atau hari ketujuh, keduanya sah
• Hari ketujuh: pemberian nama, cukur rambut, dan Aqiqah sering dilakukan bersama
• Hindari: nama sesembahan palsu, arti sombong, dan "Abd" + selain nama Allah
• Bahasa: yang penting artinya, bukan apakah berbahasa Arab
Ketika seorang anak lahir, salah satu keputusan pertama yang diambil orang tua Muslim adalah nama. Ini bukan pilihan kecil. Sebuah nama diucapkan ribuan kali sepanjang hidup, tertulis di setiap dokumen, dan dipanggil pada hari kebangkitan. Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian." (HR Abu Dawud 4948). Panduan ini menghimpun hukum penamaan dalam Islam, sunnah-sunnah seputar bayi yang baru lahir, dan dua daftar panjang: 80 nama untuk anak laki-laki dan 80 nama untuk anak perempuan, masing-masing dengan tulisan Arab, transliterasi, dan artinya.
Tips: Begitu si kecil lahir, FivePrayer membantu Anda menjaga lima sholat tetap stabil di bulan-bulan sibuk merawat bayi, dengan adzan lembut dan jadwal sholat akurat. Gratis, tanpa iklan.
Mengapa nama penting dalam Islam
Dalam Islam, memberi nama anak adalah hak sekaligus tanggung jawab orang tua, terutama ayah. Riwayat dalam Sahih al-Bukhari (6193) mencatat bahwa ketika seorang sahabat membawa bayi laki-lakinya kepada Nabi ﷺ, beliau memberinya nama Abdullah dan mentahniknya. Sang ayah tidak keberatan, karena memilih nama adalah peran orang tua, dan meminta keberkahan orang saleh untuk menamai atau mendoakan anak adalah hal yang dianjurkan.
Sebuah nama membentuk cara anak memandang dirinya dan cara orang lain memandangnya. Anak yang dinamai seperti seorang nabi akan mendengar kisah itu berulang. Anak yang dinamai dengan kata yang berarti rahmat, cahaya, atau kesabaran membawa pengingat kecil setiap hari tentang sifat yang patut ia tumbuhkan. Nabi ﷺ memahami hal ini, itulah sebabnya beliau mengubah nama-nama yang membawa arti berat atau tidak menyenangkan. Beliau pernah bertemu wanita bernama Aasiyah, yang berarti "yang durhaka", dan menggantinya menjadi Jamilah, "yang cantik" (HR Muslim 2139). Beliau mengubah nama seorang lelaki dari Harb ("perang") menjadi nama yang lebih lembut.
Jadi pendekatan Islam terhadap penamaan bukan soal tren atau bunyi semata. Ini soal makna. Nama yang baik adalah nama yang:
- Mengandung arti yang baik, menyenangkan, atau mulia.
- Tidak memuat sesuatu yang ofensif, sombong, atau palsu.
- Tidak mengandung penyembahan atau penghambaan kepada selain Allah.
- Mudah dibawa anak di tengah masyarakatnya.
Nama-nama terbaik
Nabi ﷺ memberi arahan jelas tentang nama yang paling dicintai. Beliau bersabda: "Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman." (HR Muslim 2132). Keduanya menyatakan inti keimanan: seorang mukmin adalah hamba (abd) Allah, dan Abdurrahman menamai penghambaan itu kepada Yang Maha Pengasih.
Prinsip ini meluas ke seluruh keluarga nama "Abd", di mana "Abd" disambungkan dengan salah satu dari sembilan puluh sembilan nama Allah: Abdul Aziz (hamba Yang Maha Perkasa), Abdul Karim (hamba Yang Maha Pemurah), Abdul Hakim (hamba Yang Maha Bijaksana), dan seterusnya. Semuanya nama yang sangat baik karena menyandarkan penghambaan kepada Allah semata.
Selain nama "Abd", para ulama sejak lama menganjurkan tiga kategori lainnya:
- Nama para nabi. Nabi ﷺ bersabda: "Berilah nama dengan nama para nabi." (HR Abu Dawud 4950). Beliau menamai putranya sendiri Ibrahim setelah Nabi Ibrahim.
- Nama orang-orang saleh, terutama para sahabat dan keluarga Nabi ﷺ. Menamai anak Abu Bakar, Umar, Aisyah, atau Fatimah menghubungkannya dengan tokoh berakhlak terkenal.
- Setiap nama dengan arti baik, seperti kata-kata untuk iman (Iman), cahaya (Nur), atau petunjuk (Huda).
Nama yang harus dihindari
Sebagaimana sebagian nama dianjurkan, sebagian lain dilarang atau dibenci. Arahan ini sebagian datang dari hadits dalam Sunan Abi Dawud (4956), yang meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membenci nama-nama tertentu dan menggantinya. Dari nash dan penjelasan ulama, kategori yang harus dihindari adalah:
| Kategori | Alasan dihindari | Contoh |
|---|---|---|
| Nama sesembahan palsu | Mengaitkan anak dengan penyembahan selain Allah | Nama berhala pra-Islam |
| "Abd" + nama selain Allah | Penghambaan hanya milik Allah | Abdul Ka'bah, Abdun Nabi, Abdur Rasul |
| Nama yang mengklaim gelar khusus Allah | Tak seorang pun boleh dinamai dengan yang khusus milik Allah | Malikul Amlak ("Raja segala raja") |
| Arti yang sombong atau membanggakan diri | Nama menanamkan kesombongan sejak lahir | Nama berarti "yang paling unggul" |
| Arti yang buruk atau kasar | Nabi ﷺ mengubah nama semacam ini | Harb ("perang"), Aasiyah ("durhaka") |
Nabi ﷺ sangat tegas terhadap Malikul Amlak khususnya. Beliau bersabda: "Nama yang paling dibenci di sisi Allah adalah seseorang yang menamai dirinya Raja segala raja." (HR Bukhari 6205; Muslim 2143). Nama para nabi dan orang saleh tak pernah membawa risiko ini, satu alasan lagi mengapa nama-nama itu tetap pilihan paling aman dan paling dicintai.
80 nama laki-laki beserta arti
Daftar berikut menghimpun delapan puluh nama untuk anak laki-laki. Diawali dengan nama Nabi ﷺ, lalu para nabi yang disebut dalam Al-Qur'an, kemudian para sahabat besar, dan ditutup dengan nama lain yang berarti baik. Setiap baris memuat tulisan Arab, transliterasi yang jelas, dan artinya.
| Arab | Transliterasi | Arti |
|---|---|---|
| مُحَمَّد | Muhammad | Yang terpuji; Nabi terakhir ﷺ |
| أَحْمَد | Ahmad | Paling terpuji; nama lain Nabi ﷺ |
| عَبْد ٱللَّٰه | Abdullah | Hamba Allah; nama yang paling dicintai |
| عَبْد ٱلرَّحْمَٰن | Abdurrahman | Hamba Yang Maha Pengasih |
| عَلِيّ | Ali | Tinggi, mulia; khalifah keempat |
| عُمَر | Umar | Panjang umur, berkembang; khalifah kedua |
| عُثْمَان | Utsman | Anak ular; khalifah ketiga |
| أَبُو بَكْر | Abu Bakar | Khalifah pertama dan sahabat terdekat Nabi ﷺ |
| حَمْزَة | Hamzah | Singa; paman Nabi, "singa Allah" |
| يُوسُف | Yusuf | Nabi Yusuf; lambang ketampanan dan kesabaran |
| إِبْرَاهِيم | Ibrahim | Nabi Ibrahim; kekasih Allah |
| إِسْمَاعِيل | Ismail | Nabi Ismail; "Allah telah mendengar" |
| إِسْحَاق | Ishaq | Nabi Ishaq; "ia tertawa" |
| يَعْقُوب | Yaqub | Nabi Yaqub |
| مُوسَىٰ | Musa | Nabi Musa; yang diajak bicara langsung oleh Allah |
| عِيسَىٰ | Isa | Nabi Isa; kalimat dari Allah |
| دَاوُود | Dawud | Nabi Dawud; "yang dicintai" |
| سُلَيْمَان | Sulaiman | Nabi Sulaiman; "yang damai" |
| إِدْرِيس | Idris | Nabi Idris; berkaitan dengan ilmu dan belajar |
| نُوح | Nuh | Nabi Nuh; salah satu nabi ulul azmi |
| هَارُون | Harun | Nabi Harun; saudara Nabi Musa |
| أَيُّوب | Ayyub | Nabi Ayyub; teladan kesabaran |
| آدَم | Adam | Nabi Adam; manusia pertama |
| زَكَرِيَّا | Zakariya | Nabi Zakariya; "Allah mengingat" |
| يَحْيَىٰ | Yahya | Nabi Yahya; "ia hidup" |
| لُقْمَان | Luqman | Sosok bijak yang disebut dalam Al-Qur'an |
| هُود | Hud | Nabi Hud, diutus kepada kaum Aad |
| صَالِح | Salih | Nabi Salih; "yang saleh, lurus" |
| شُعَيْب | Syu'aib | Nabi Syu'aib, diutus kepada penduduk Madyan |
| ذُو ٱلْكِفْل | Dzulkifli | Seorang nabi yang dipuji kesabarannya dalam Al-Qur'an |
| إِلْيَاس | Ilyas | Nabi Ilyas |
| يُونُس | Yunus | Nabi Yunus; sahabat ikan paus |
| خَالِد | Khalid | Abadi, kekal; panglima besar Khalid bin al-Walid |
| سَلْمَان | Salman | Selamat, aman; Salman al-Farisi, sang sahabat |
| زَيْد | Zaid | Pertumbuhan, kelimpahan; sahabat Zaid bin Haritsah |
| بِلَال | Bilal | Kesegaran; muazin pertama dalam Islam |
| حَسَن | Hasan | Indah, baik; cucu Nabi ﷺ |
| حُسَيْن | Husain | Indah (bentuk kecil); cucu Nabi ﷺ |
| أَنَس | Anas | Keramahan, kasih sayang; sahabat Anas bin Malik |
| فَيْصَل | Faisal | Hakim yang tegas; pemisah benar dari salah |
| عِمْرَان | Imran | Kemakmuran; ayah dari keluarga Maryam dalam Al-Qur'an |
| سَيْف | Saif | Pedang |
| طَلْحَة | Thalhah | Sejenis pohon; salah satu yang dijanjikan surga |
| ٱلزُّبَيْر | Zubair | Kuat, teguh; sahabat az-Zubair bin al-Awwam |
| سَعْد | Sa'd | Kebahagiaan, keberuntungan; Sa'd bin Abi Waqqas |
| مُعَاذ | Mu'adz | Yang terlindungi; Mu'adz bin Jabal, sang sahabat |
| طَارِق | Thariq | Yang datang malam; bintang fajar; kata dalam Al-Qur'an |
| عَمَّار | Ammar | Yang membangun, panjang umur; Ammar bin Yasir |
| صُهَيْب | Suhaib | Berkulit kemerahan; Suhaib ar-Rumi, sang sahabat |
| رَاشِد | Rasyid | Yang lurus, dewasa dalam pertimbangan |
| عَبْد ٱلْعَزِيز | Abdul Aziz | Hamba Yang Maha Perkasa |
| عَبْد ٱلْكَرِيم | Abdul Karim | Hamba Yang Maha Pemurah |
| عَبْد ٱلْحَكِيم | Abdul Hakim | Hamba Yang Maha Bijaksana |
| عَبْد ٱلْمَالِك | Abdul Malik | Hamba Sang Raja Penguasa |
| عَبْد ٱلْقَادِر | Abdul Qadir | Hamba Yang Maha Kuasa |
| عَبْد ٱلْغَفُور | Abdul Ghafur | Hamba Yang Maha Pengampun |
| عَبْد ٱلسَّلَام | Abdus Salam | Hamba Sumber Kedamaian |
| أُسَامَة | Usamah | Singa; Usamah bin Zaid, panglima muda |
| عَبَّاس | Abbas | Tegas, bagai singa; paman Nabi, al-Abbas |
| جَعْفَر | Ja'far | Anak sungai; Ja'far bin Abi Talib, "yang bersayap dua" |
| عَقِيل | Aqil | Yang berakal sehat dan cerdas |
| حَارِث | Harits | Yang bercocok tanam, pemberi nafkah |
| عَمْرو | Amr | Panjang umur; sahabat Amr bin al-Aas |
| مُصْعَب | Mush'ab | Kuda yang cepat dan kuat; Mush'ab bin Umair |
| قَيْس | Qais | Teguh, terukur |
| ثَابِت | Tsabit | Yang kokoh, berakar kuat |
| حَكِيم | Hakim | Bijaksana |
| كَرِيم | Karim | Pemurah, mulia |
| أَمِين | Amin | Yang terpercaya, jujur; gelar Nabi ﷺ |
| زَيْن | Zain | Keindahan, perhiasan |
| نَبِيل | Nabil | Mulia, berakhlak tinggi |
| يَاسِر | Yasir | Kemudahan, kemakmuran; Yasir, sahabat awal |
| سُفْيَان | Sufyan | Yang berjalan cepat |
| عَدْنَان | Adnan | Yang menetap; leluhur bangsa Arab |
| هَاشِم | Hasyim | Yang memecah roti untuk orang lain; buyut Nabi ﷺ |
| سَامِي | Sami | Yang tinggi, luhur |
| وَلِيد | Walid | Bayi yang baru lahir |
| عَبْد ٱلْوَهَّاب | Abdul Wahhab | Hamba Sang Pemberi karunia |
| مُنِير | Munir | Yang bercahaya, memberi terang |
| تَمِيم | Tamim | Kuat, lengkap, sempurna |
80 nama perempuan beserta arti
Daftar berikutnya menghimpun delapan puluh nama untuk anak perempuan. Diawali dengan para istri Nabi ﷺ dan wanita keluarga beliau, mencakup wanita saleh yang disebut dalam Al-Qur'an, lalu dilanjutkan nama lain yang berarti indah.
| Arab | Transliterasi | Arti |
|---|---|---|
| عَائِشَة | Aisyah | Yang hidup, makmur; istri Nabi ﷺ |
| فَاطِمَة | Fatimah | Yang menyapih; putri tercinta Nabi ﷺ |
| خَدِيجَة | Khadijah | Yang lahir lebih awal; istri pertama Nabi ﷺ |
| مَرْيَم | Maryam | Maryam, ibunda Isa; wanita pilihan dalam Al-Qur'an |
| زَيْنَب | Zainab | Pohon berbunga harum; putri Nabi ﷺ |
| رُقَيَّة | Ruqayyah | Yang lembut, naik tinggi; putri Nabi ﷺ |
| أُمّ كُلْثُوم | Ummu Kultsum | Yang berpipi penuh; putri Nabi ﷺ |
| حَفْصَة | Hafsah | Singa betina muda; istri Nabi ﷺ |
| أَسْمَاء | Asma | Tinggi, mulia; Asma binti Abi Bakar, "pemilik dua ikat pinggang" |
| صَفِيَّة | Safiyyah | Yang murni, sahabat pilihan; istri Nabi ﷺ |
| سَوْدَة | Saudah | Istri Nabi ﷺ |
| مَيْمُونَة | Maimunah | Yang diberkahi, beruntung; istri Nabi ﷺ |
| جُوَيْرِيَة | Juwairiyah | Gadis kecil; istri Nabi ﷺ |
| أُمّ سَلَمَة | Ummu Salamah | Ibu Salamah; istri Nabi ﷺ |
| سَلْمَىٰ | Salma | Yang selamat, damai |
| سُمَيَّة | Sumayyah | Yang tinggi, luhur; syahidah pertama dalam Islam |
| هَاجَر | Hajar | Istri Nabi Ibrahim dan ibunda Ismail |
| سَارَة | Sarah | Yang murni, riang; istri Nabi Ibrahim |
| آمِنَة | Aminah | Yang terpercaya, aman; ibunda Nabi ﷺ |
| حَلِيمَة | Halimah | Yang lembut, sabar; ibu susu Nabi ﷺ |
| آسِيَة | Asiyah | Istri Firaun yang beriman; salah satu wanita terbaik |
| إِيمَان | Iman | Keimanan, kepercayaan |
| هَنَاء | Hana | Kebahagiaan, ketenteraman |
| يَاسْمِين | Yasmin | Bunga melati |
| نَادِيَة | Nadia | Yang memanggil, lembut |
| هَادِيَة | Hadiyah | Penunjuk kebaikan; sebuah hadiah |
| آيَة | Ayah | Tanda kebesaran Allah; ayat Al-Qur'an |
| سُكَيْنَة | Sukainah | Ketenangan, kedamaian |
| رَابِعَة | Rabiah | Musim semi, yang keempat; Rabiah al-Adawiyah, sang ahli ibadah |
| نَوَال | Nawal | Pemberian, anugerah |
| بُشْرَىٰ | Busyra | Kabar gembira, berita baik |
| سُنْدُس | Sundus | Sutra halus berwarna hijau dari surga |
| نُور | Nur | Cahaya |
| هُدَىٰ | Huda | Petunjuk yang lurus |
| كَرِيمَة | Karimah | Pemurah, mulia |
| لَطِيفَة | Lathifah | Lembut, baik, halus |
| نَجْوَىٰ | Najwa | Bisikan rahasia, doa yang akrab |
| لَيْلَىٰ | Laila | Malam; yang lahir di malam hari |
| رَحْمَة | Rahmah | Rahmat, kasih sayang |
| بَرَكَة | Barakah | Keberkahan; nama pengasuh Nabi, Ummu Aiman |
| أُمَامَة | Umamah | Cucu yang digendong Nabi ﷺ saat sholat |
| زَكِيَّة | Zakiyyah | Yang suci, saleh |
| تَقِيَّة | Taqiyyah | Yang bertakwa, taat |
| أَمَل | Amal | Harapan |
| سَعَادَة | Sa'adah | Kebahagiaan |
| وِدَاد | Widad | Cinta, kasih sayang |
| رَحِيمَة | Rahimah | Yang penyayang, pengasih |
| سَلِيمَة | Salimah | Yang selamat, sehat, bebas cacat |
| جَمِيلَة | Jamilah | Yang cantik |
| حَبِيبَة | Habibah | Yang dicintai; Ummu Habibah, istri Nabi ﷺ |
| رَيْحَانَة | Raihanah | Tumbuhan harum, wangi |
| نَعِيمَة | Na'imah | Kenyamanan, kemudahan, kenikmatan |
| وَفَاء | Wafa | Kesetiaan, kejujuran |
| سَامِيَة | Samiyah | Yang tinggi, mulia |
| عَالِيَة | Aliyah | Tinggi, luhur, mulia |
| رَزِينَة | Razinah | Tenang, berwibawa |
| عَفَاف | Afaf | Kesucian, kehormatan, rasa malu |
| إِحْسَان | Ihsan | Kebaikan, berbuat baik dengan tulus |
| بَسْمَة | Basmah | Senyuman |
| فَرِيدَة | Faridah | Yang unik, permata berharga |
| حُسْنَىٰ | Husna | Yang paling indah dan baik |
| صَابِرَة | Sabirah | Yang sabar, tabah |
| شَاكِرَة | Syakirah | Yang bersyukur, berterima kasih |
| مُنِيرَة | Munirah | Yang bercahaya, bersinar |
| زَهْرَة | Zahrah | Bunga, kuntum; gelar Fatimah, "az-Zahra" |
| وَرْدَة | Wardah | Mawar |
| دُعَاء | Du'a | Permohonan, doa |
| تَسْنِيم | Tasnim | Mata air di surga |
| كَوْثَر | Kautsar | Kelimpahan; sungai di surga |
| سَلْسَبِيل | Salsabil | Mata air yang mengalir di surga |
| هِبَة | Hibah | Sebuah hadiah |
| نِعْمَة | Ni'mah | Sebuah nikmat, sebuah karunia |
| رَغْد | Raghad | Kehidupan yang nyaman dan berlimpah |
| مَهَا | Maha | Rusa liar; lambang keanggunan |
| لُبْنَىٰ | Lubna | Sejenis pohon |
| نَجِيبَة | Najibah | Yang berketurunan mulia, terpandang |
| شَيْمَاء | Syaima | Yang bertanda kecantikan; saudara susu Nabi ﷺ |
| غُفْرَان | Ghufran | Ampunan, maaf |
| إِسْرَاء | Israa | Perjalanan malam Nabi ﷺ |
Dua catatan tentang daftar ini. Pertama, beberapa nama cocok untuk laki-laki maupun perempuan dalam bentuk berbeda, seperti Karim dan Karimah, atau Sami dan Samiyah. Kedua, beberapa nama membawa arti surah Al-Qur'an atau tempat di surga, seperti Kautsar dan Tasnim, yang menjadikannya indah sekaligus mudah dijelaskan kepada anak yang sedang tumbuh.
Pemberian nama hari ketujuh
Setelah nama dipilih, kapan ia diberikan? Sunnah menyajikan lebih dari satu waktu yang sah, dan orang tua tak perlu merasa terkekang.
Pada hari kelahiran. Nabi ﷺ sendiri menamai putranya pada hari ia lahir. Anas bin Malik meriwayatkan beliau bersabda: "Malam ini lahir seorang anak laki-laki bagiku, dan aku menamainya dengan nama ayahku Ibrahim." (HR Muslim 2315). Jadi menamai anak segera, bahkan dalam beberapa jam setelah kelahiran, adalah hal yang kokoh ketetapannya.
Pada hari ketujuh. Riwayat kedua mengaitkan pemberian nama dengan hari ketujuh, bersama dua amalan lain. Samurah bin Jundub meriwayatkan Nabi ﷺ bersabda: "Setiap anak tergadai dengan Aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, dan ia dicukur serta diberi nama." (HR Abu Dawud 2838; Tirmidzi 1522). Dan dalam Sahih al-Bukhari (5470), pemberian nama cucu Nabi tercatat dekat dengan kelahiran dengan tahnik yang dilakukan.
Para ulama menyelaraskan riwayat-riwayat ini dengan menyatakan bahwa pemberian nama boleh sejak hari kelahiran hingga hari ketujuh, dan masih ada kelonggaran setelahnya jika diperlukan. Dalam praktiknya, banyak keluarga memilih hari ketujuh agar tiga amalan sunnah terjadi bersama dalam satu acara:
- Anak diberi nama.
- Rambut anak dicukur, dan dianjurkan menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.
- Aqiqah ditunaikan.
Jika hari ketujuh tidak memungkinkan, menamai lebih awal atau mengadakan Aqiqah agak belakangan tidak membatalkan apa pun. Sunnah di sini luas, dan niat memuliakan amalan inilah yang bernilai.
Tahnik dan Aqiqah
Dua amalan sunnah lain mengiringi kedatangan bayi yang baru lahir, dan keduanya berkaitan erat dengan pemberian nama.
Tahnik
Tahnik adalah amalan melembutkan kurma, sering dengan mengunyahnya, lalu mengoleskan sedikit ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Nabi ﷺ melakukannya untuk banyak bayi yang dibawa kepadanya. Dalam Sahih al-Bukhari (5470), Asma binti Abi Bakar membawa bayi laki-lakinya Abdullah bin az-Zubair kepada Nabi ﷺ, lalu beliau mengunyah kurma, memasukkannya ke mulut bayi, dan mendoakannya. Hal sama diriwayatkan untuk bayi-bayi sahabat lain.
Jika kurma tidak tersedia, sesuatu yang manis serupa boleh dipakai. Dianjurkan orang yang bertakwa melakukan tahnik dan mendoakan anak, sebab kaum Muslimin awal mencari keberkahan dalam doa orang saleh, walau orang tua atau kerabat mukmin mana pun boleh melakukannya.
Aqiqah
Aqiqah adalah sembelihan yang ditunaikan sebagai syukur atas karunia anak. Praktik standarnya, diambil dari hadits, adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Aisyah meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan dua ekor kambing yang sepadan untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan (HR Tirmidzi 1513). Dagingnya dimasak dan dibagikan, dimakan keluarga, diberikan kepada kerabat dan tetangga, serta diberikan kepada fakir miskin.
Aqiqah, cukur rambut, dan pemberian nama bersama-sama membentuk perayaan kecil sebuah kehidupan baru dan pernyataan terbuka tentang kedudukan anak di tengah masyarakat. Bagi keluarga yang ingin gambaran utuh tentang waktu, hewan, dan pembagian, panduan Aqiqah kami membahas tiap langkahnya.
Cara memilih dengan baik
Dengan dua daftar panjang di hadapan Anda, pilihan tetap bisa terasa berat. Beberapa pikiran praktis dapat membantu.
- Utamakan arti. Ucapkan artinya dengan suara keras. Jika itu sesuatu yang Anda senang panggilkan kepada anak setiap hari, ia kandidat yang kuat.
- Pikirkan seluruh kehidupan. Nama mengikuti seseorang dari taman bermain hingga usia senja. Pilih yang cocok untuk anak, remaja, dan orang dewasa.
- Periksa nama lengkap. Nama panggilan berdampingan dengan nama keluarga. Ucapkan bersama untuk memastikan keduanya mengalir.
- Muliakan para nabi dan orang saleh. Menamai anak seperti seorang nabi atau sahabat memberinya kisah dan teladan, yang merupakan bentuk pendidikan yang tenang.
- Hindari tanda-tanda peringatan. Pastikan nama tidak membawa syirik, kesombongan, atau makna buruk.
- Berdoalah. Mintalah kepada Allah agar nama itu menjadi sumber kebaikan bagi anak dan agar Dia memberkahinya dengan akhlak yang sepadan.
Sebuah nama adalah kata pertama dari kisah yang panjang. Memilihnya dengan cermat, berpijak pada makna dan sunnah, adalah salah satu wujud kasih pertama yang ditawarkan orang tua. Semoga Allah menganugerahkan setiap orang tua Muslim anak-anak yang saleh dan sehat, dan menjadikan nama mereka penghibur di dunia dan cahaya pada Hari mereka dipanggil.
Pertanyaan umum
Apa nama terbaik dalam Islam?
Nabi ﷺ bersabda nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman (HR Muslim 2132). Setelah itu, nama para nabi, nama sahabat yang saleh, dan setiap nama berarti baik semuanya dianjurkan.
Kapan bayi Muslim diberi nama?
Hari kelahiran maupun hari ketujuh sama-sama sah. Nabi ﷺ menamai putranya Ibrahim pada hari kelahiran (HR Muslim 2315), dan hari ketujuh disebut bersama Aqiqah dan cukur (HR Abu Dawud 2838). Banyak keluarga memilih hari ketujuh agar ketiga amalan terjadi bersama.
Nama apa yang dilarang dalam Islam?
Nama sesembahan palsu, "Abd" disambung dengan selain nama Allah (seperti Abdun Nabi), nama yang mengklaim gelar khusus Allah seperti "Raja segala raja", dan nama dengan arti sombong atau buruk. Nabi ﷺ mengubah nama semacam itu menjadi lebih baik (HR Abu Dawud 4956).
Apakah nama Islami harus berbahasa Arab?
Tidak. Nama dari bahasa apa pun boleh jika artinya baik dan tak mengandung syirik atau makna buruk. Nama Arab populer karena kaitannya dengan Al-Qur'an dan para sahabat, tetapi hukumnya tentang arti, bukan bahasa.
Apa itu tahnik?
Tahnik adalah sunnah melembutkan kurma lalu mengoleskan sedikit ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Nabi ﷺ melakukannya untuk bayi yang dibawa kepadanya dan mendoakan mereka (HR Bukhari 5470).
FivePrayer: jaga sholat Anda tetap stabil di setiap musim.
Jadwal sholat akurat, adzan lembut, dan kunci layar tenang yang menjaga perhatian Anda selama beberapa menit sholat. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.