Fakta cepat sholat Dhuha:
• Hukum: sunnah (sebagian ulama: muakkadah)
• Waktu: ~20 menit setelah matahari terbit sampai 10-15 menit sebelum Zuhur
• Jumlah rakaat: minimal 2, dianjurkan 4, hingga 8 atau 12
• Dalil utama: HR Muslim 720, pengganti sedekah seluruh persendian
• Nama lain: Sholatul Awwabin (sholat orang-orang yang banyak bertaubat)
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di waktu pagi setelah matahari terbit, ketika sinar matahari sudah mulai terik. Sholat ini termasuk salah satu sunnah paling istimewa yang sangat dianjurkan Nabi ﷺ, bahkan beliau berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk tidak meninggalkannya sampai akhir hayatnya. Sholat Dhuha sering dikaitkan dengan pembuka pintu rizki, ketenangan hati, dan kemudahan urusan di hari itu.
Apa itu sholat Dhuha?
Kata dhuha dalam bahasa Arab berarti "siang", khususnya bagian awal siang ketika matahari sudah naik tinggi dan sinarnya mulai memanaskan bumi. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di waktu tersebut, sebelum tiba waktu Zuhur.
Sholat ini juga disebut Sholatul Awwabin, sholat orang-orang yang banyak kembali kepada Allah. Sebutan ini berasal dari sabda Nabi ﷺ: "Sholat Awwabin (yaitu Dhuha) adalah saat anak-anak unta merasakan panas tapaknya." (HR Muslim 748)
Sholat Dhuha pernah menjadi pesan terakhir Nabi ﷺ kepada salah satu sahabat tercintanya, Abu Hurairah RA:
"Kekasihku (Nabi ﷺ) berpesan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan witir sebelum tidur." (HR Bukhari 1981)
Sahabat lain, Abu Dzar RA dan Abud-Darda RA, juga menerima wasiat yang sama (HR Muslim 721). Inilah mengapa banyak ulama menganggap sholat Dhuha bukan sekadar sunnah biasa, melainkan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan.
Kapan waktu sholat Dhuha?
Waktu sholat Dhuha dimulai sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit dan berakhir sekitar 10-15 menit sebelum masuk waktu Zuhur. Dalam praktiknya, jamaah Indonesia biasanya melaksanakan sholat Dhuha antara pukul 07.00 pagi hingga 11.00 siang, tergantung lokasi dan musim.
| Rentang waktu | Penjelasan | Keutamaan |
|---|---|---|
| ~20 menit setelah terbit | Disebut juga waktu Isyraq | Pahala haji dan umrah sempurna bagi yang duduk berdzikir setelah Subuh hingga waktu ini (HR Tirmidzi 586) |
| Pertengahan pagi | Sekitar pukul 08.00–09.00 | Waktu Dhuha yang umum |
| Mendekati Zuhur | Sekitar pukul 10.00–11.00 | Waktu paling utama menurut hadits, saat anak unta merasakan panas tapaknya (HR Muslim 748) |
Catatan penting: Hindari sholat tepat saat matahari terbit (masih berwarna merah), dan tepat saat matahari berada di tengah langit (zawal, beberapa menit sebelum Zuhur). Dua waktu ini termasuk waktu terlarang sholat sunnah.
Jumlah rakaat sholat Dhuha
Sholat Dhuha dilakukan dalam jumlah rakaat genap dengan satu salam setiap dua rakaat. Tidak ada batas maksimal yang ditetapkan secara mutlak, tetapi praktik yang paling utama adalah sebagai berikut:
| Jumlah | Dalil & rujukan |
|---|---|
| 2 rakaat | Minimal Dhuha. Wasiat Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah RA (HR Bukhari 1981) dan menggugurkan kewajiban sedekah persendian (HR Muslim 720). |
| 4 rakaat | Dari Aisyah RA: "Rasulullah ﷺ sholat Dhuha empat rakaat dan menambah berapa saja yang dikehendaki Allah." (HR Muslim 719) |
| 8 rakaat | Diriwayatkan Ummu Hani RA: "Nabi ﷺ sholat Dhuha 8 rakaat di hari Fathu Makkah." (HR Bukhari 1176) |
| 12 rakaat | Menurut hadits Tirmidzi: "Barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah membangunkan untuknya istana di surga." (HR Tirmidzi 473, hasan) |
Yang paling lazim diamalkan kaum Muslim Indonesia adalah 2, 4, atau 8 rakaat. Pilihlah sesuai kemampuan dan waktu, sekecil apa pun, kalau dijaga rutin, jauh lebih utama daripada banyak rakaat tapi hanya sekali-sekali.
Niat sholat Dhuha
Niat dalam Islam berada di hati. Tidak ada kewajiban melafalkannya. Tetapi banyak ulama Indonesia (mazhab Syafi'i) menganjurkan pelafalan untuk membantu kemantapan hati. Lafal niat sholat Dhuha:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh-Dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa
"Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Jika sholat 4 rakaat, ganti "rak'ataini" menjadi "arba'a raka'aatin" (empat rakaat). Namun karena Dhuha dikerjakan dengan satu salam setiap 2 rakaat, lebih lazim niat per dua rakaat.
Tata cara sholat Dhuha langkah demi langkah
Tata cara sholat Dhuha sama persis seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:
- Berwudhu dengan sempurna. Pastikan pakaian dan tempat sholat suci dari najis.
- Menghadap kiblat, berdiri tegak di tempat yang bersih.
- Niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat (di hati).
- Takbiratul ihram, angkat kedua tangan sambil mengucap "Allahu Akbar", lalu letakkan tangan di atas dada.
- Membaca doa iftitah (sunnah, tidak wajib), lalu ta'awudz dan basmalah.
- Membaca surat Al-Fatihah diakhiri dengan "amin".
- Membaca surat pendek, disunnahkan Surat Asy-Syams pada rakaat pertama.
- Ruku dengan tuma'ninah, baca "Subhaana rabbiyal-'azhiimi wabihamdihi" 3 kali.
- I'tidal, bangun dari ruku, baca "Sami'allaahu liman hamidah" dilanjut "Rabbanaa lakal-hamd…"
- Sujud pertama dengan tuma'ninah, baca "Subhaana rabbiyal-a'laa wabihamdihi" 3 kali.
- Duduk di antara dua sujud, baca "Rabbighfir lii warhamnii…"
- Sujud kedua dengan tuma'ninah.
- Berdiri ke rakaat kedua. Ulangi mulai langkah 6, tapi surat pendek disunnahkan Surat Adh-Dhuha.
- Setelah sujud kedua di rakaat kedua, duduk tasyahud akhir, baca tasyahud + shalawat Ibrahimiyah.
- Salam ke kanan dan ke kiri.
- Bila ingin menambah 4, 8, atau 12 rakaat: ulangi 2 rakaat lagi dengan satu salam setiap dua rakaat.
- Berdoa dengan doa Dhuha setelah selesai.
Doa setelah sholat Dhuha
Setelah selesai sholat Dhuha, dianjurkan berdoa memohon kelapangan rizki dan kemudahan urusan. Salah satu doa yang lazim dibaca di Indonesia adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Allaahumma innadh-dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal-bahaa'a bahaa'uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ishmata 'ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa-anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu'assaran fa-yassirhu, wa in kaana haraaman fa-thahhirhu, wa in kaana ba'iidan fa-qarribhu, bi-haqqi dhuhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shaalihiin.
"Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah Dhuha-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di langit, turunkanlah. Jika di bumi, keluarkanlah. Jika sukar, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah, dengan haqq waktu Dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. Berikanlah aku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih."
Doa ini bukan termasuk doa yang diriwayatkan dengan sanad shahih dari Nabi ﷺ, tetapi maknanya baik dan banyak diamalkan ulama. Anda juga boleh berdoa dengan bahasa sendiri, meminta rizki halal, kesehatan, dan kebaikan untuk hari ini.
Keutamaan sholat Dhuha
- Sedekah seluruh persendian. "Setiap pagi setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bersedekah… cukuplah dua rakaat Dhuha menggantikan semua itu." (HR Muslim 720)
- Wasiat Nabi ﷺ kepada sahabat tercinta Abu Hurairah, Abu Dzar, dan Abud-Darda, tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan witir sebelum tidur (HR Bukhari 1981).
- Pengganti sholat orang yang banyak bertaubat. Nabi ﷺ menyebutnya sebagai Sholatul Awwabin (HR Muslim 748).
- Dicukupkan urusan harian. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku cukupkan akhir harimu." (HR Tirmidzi 475, hasan)
- Pintu rizki yang dibuka pagi hari. Para ulama mengaitkan sholat Dhuha dengan keberkahan rizki, bukan sebagai jaminan otomatis kekayaan, tetapi sebagai pintu kelapangan dan ketenangan urusan.
- Pahala haji dan umrah sempurna bagi yang sholat Subuh berjamaah, duduk berdzikir hingga matahari terbit, lalu sholat 2 rakaat, sebagaimana hadits Tirmidzi 586 (hasan).
Pengingat Dhuha dengan FivePrayer. Aplikasi ini menampilkan waktu Syuruq (matahari terbit) dan jendela sholat Dhuha hingga menjelang Zuhur, dengan notifikasi opsional agar Anda tidak terlewat sholat sunnah ini. Gratis, tanpa iklan, untuk iOS, Android, dan Chrome.
Pertanyaan umum
Apakah sholat Dhuha wajib?
Tidak wajib. Hukumnya sunnah, dan sebagian ulama menyebutnya sunnah muakkadah karena Nabi ﷺ berwasiat khusus untuk tidak meninggalkannya (HR Bukhari 1981). Tidak berdosa bila ditinggalkan, tetapi sangat besar pahalanya bila dijaga rutin.
Kapan waktu paling utama sholat Dhuha?
Waktu paling utama adalah saat matahari sudah terik, sekitar seperempat siang menjelang Zuhur. Nabi ﷺ menyebut: "Sholat orang-orang yang banyak bertaubat adalah saat anak unta merasa panas tapaknya." (HR Muslim 748). Di Indonesia, biasanya sekitar pukul 09.30–11.00.
Berapa minimal rakaat sholat Dhuha?
Minimal 2 rakaat. Itulah jumlah yang diwasiatkan Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah RA (HR Bukhari 1981) dan disebutkan cukup untuk menggantikan sedekah seluruh persendian (HR Muslim 720). Boleh menambah hingga 4, 8, atau 12 rakaat.
Bisakah Dhuha digabung dengan sholat Isyraq?
Bisa, bahkan banyak ulama menyatakan Isyraq adalah Dhuha pada waktu paling awal. Sholat Isyraq dikerjakan sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit. Bila Anda niatkan sebagai sholat Dhuha pada waktu Isyraq, itu sah sebagai keduanya.
Saya kerja kantoran: bisakah sholat Dhuha di tempat kerja?
Sangat bisa. Dua rakaat Dhuha hanya butuh sekitar 5 menit. Manfaatkan jam istirahat pagi atau ke musala kantor. Yang penting tempat bersih, pakaian rapi, dan Anda berwudhu. Jangan tunda, sebab waktu Dhuha terbatas hingga sebelum Zuhur.
Apakah harus baca surat tertentu saat sholat Dhuha?
Tidak harus. Surat apa pun setelah Al-Fatihah sah. Tetapi sebagian ulama menganjurkan Surat Asy-Syams di rakaat pertama dan Surat Adh-Dhuha di rakaat kedua, karena keterkaitan tema dengan waktu Dhuha. Boleh juga Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas seperti sunnah qabliyah lainnya.
FivePrayer: pengingat Dhuha yang tenang.
Lihat waktu Syuruq dan jendela Dhuha secara akurat untuk lokasi Anda, dengan notifikasi opsional menjelang Zuhur agar Dhuha Anda tidak terlewat. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun.