Fakta singkat sholat Dzuhur:
• Arti: "Tengah hari", sholat di siang setelah matahari tergelincir
• Fardhu: 4 rakaat, dibaca sirran (pelan)
• Sunnah qabliyah: 4 rakaat sebelum
• Sunnah ba'diyah: 2 rakaat sesudah (riwayat lain: 4 rakaat sesudah)
• Mulai: saat matahari tergelincir dari zenit (zawal)
• Berakhir: masuk waktu Ashar (bayangan sama panjang dengan benda)
• Hari Jumat: digantikan sholat Jumat bagi laki-laki secara berjamaah
Sholat Dzuhur datang justru ketika orang sedang sibuk-sibuknya. Ia jatuh tepat di saat matahari mulai bergerak turun dari titik tertingginya, ketika sebagian besar dunia sedang makan siang, rapat, atau bekerja. Nabi ﷺ memahami ritme ini, dan beliau mengatur struktur Dzuhur empat rakaat dengan sunnah-sunnah di sekelilingnya, sehingga hati orang yang sibuk tetap punya pintu masuk ke ibadah. Panduan ini membahas semua yang perlu Anda ketahui: apa itu Dzuhur, kapan ia dimulai dan berakhir, sunnah sebelum dan sesudahnya, tata cara empat rakaat fardhu langkah demi langkah, sholat Jumat sebagai pengganti, hingga jamak ketika safar.
Tips: FivePrayer mengingatkan Dzuhur dengan adzan lembut tepat saat zawal di lokasi Anda, lalu menahan layar dengan kunci yang halus sampai Anda menekan tanda sholat selesai. Gratis, tanpa iklan, tanpa pelacakan.
Apa itu sholat Dzuhur?
Dzuhur (Arab: al-Ẓuhr, secara harfiah berarti "tengah hari" atau "siang") adalah sholat kedua dari lima sholat harian dalam urutan waktu, setelah Subuh. Ia merupakan sholat pertama dari rangkaian tiga sholat siang-malam (Dzuhur, Ashar, Maghrib), dan secara struktur paling panjang dalam jumlah rakaatnya: empat rakaat fardhu yang dikelilingi oleh sunnah rawatib, sehingga totalnya bisa mencapai sepuluh atau dua belas rakaat bagi yang menunaikan semua sunnahnya.
Kata dhuhr dalam bahasa Arab berasal dari akar kata yang berarti "tampak jelas" atau "terlihat nyata." Secara bahasa, ia merujuk pada saat matahari paling terlihat di langit, ketika keberadaannya paling terasa. Dari sanalah sholat ini dinamai, yaitu pertengahan hari yang terang dan penuh aktivitas.
Allah memerintahkan sholat di waktu ini dalam beberapa tempat dalam Al-Qur'an. Rujukan paling jelas ada di Surah Al-Isra:
"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS Al-Isra 17:78)
Ulama tafsir menjelaskan bahwa "tergelincirnya matahari" (dulūk asy-syams) merujuk pada saat matahari mulai bergerak menjauh dari titik zenitnya, dan inilah masuknya waktu Dzuhur. Ayat ini kemudian melintasi waktu Ashar, Maghrib, Isya ("gelap malam"), dan diakhiri dengan Subuh ("shalat Subuh"). Dalam empat kalimat, ayat ini meringkas seluruh jadwal lima waktu, dan Dzuhur adalah sholat pembukanya.
Ayat lain, dalam Surah Ar-Rum, mencakup lima waktu dalam satu rangkaian: "Maka Maha Suci Allah di waktu kamu berada di petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Subuh. Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi, dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Dzuhur." (QS Ar-Rum 30:17-18). Ulama klasik mengidentifikasi ḥīna tuẓhirūn di sini sebagai waktu Dzuhur.
Kapan Dzuhur dimulai
Waktu Dzuhur dimulai pada saat matahari melewati titik tertinggi di langit, yang dalam bahasa Arab disebut zawāl. Ini bukan jam 12 siang menurut jam dinding. Zenit matahari (solar noon) bergeser sepanjang tahun, dan juga bervariasi tergantung letak Anda di dalam zona waktu. Di sebagian kota, Dzuhur dimulai pukul 11.50 di musim dingin dan 13.25 di musim kemarau; di kota lain selisihnya bisa lebih lebar.
Secara astronomis, definisinya sangat presisi: yaitu saat matahari melewati meridian lokal dan mulai bergerak turun ke arah barat. Hal ini tidak terlihat sebagaimana terlihatnya terbit dan terbenam, tetapi dapat diukur dari bayangan sebuah tongkat atau tiang. Selama bayangan benda yang tegak masih memendek, Dzuhur belum masuk. Begitu bayangan berhenti memendek dan mulai memanjang lagi, Dzuhur telah masuk.
Dalam praktik, tentu tidak seorang pun membawa tongkat untuk mengecek zawal. Kitab-kitab fikih juga tidak mewajibkan demikian. Ulama menyarankan kita mengandalkan kalender atau aplikasi waktu sholat yang dipercaya, yang dihitung dari koordinat kota tempat tinggal. Banyak jadwal waktu sholat menambahkan ihtiyāṭ (cadangan keamanan) beberapa menit setelah zawal yang dihitung, sebagai kehati-hatian.
Nabi ﷺ mengajarkan umat untuk menunda Dzuhur sedikit saat cuaca sangat panas. Abu Hurairah meriwayatkan: "Apabila panas sangat terik, undurkan sholat (Dzuhur) sampai panas reda, karena terik panas itu dari hembusan Jahannam." (Shahih al-Bukhari 533). Inilah dasar dari apa yang ulama Hanafi sebut ta'khir, menunda Dzuhur sedikit di musim panas untuk meringankan, tetap dalam jendela waktunya.
Kapan Dzuhur berakhir
Waktu Dzuhur berakhir saat masuk waktu Ashar. Definisi standar waktu Ashar, yang terdapat dalam Shahih Muslim 612, adalah saat bayangan suatu benda sama panjang dengan tinggi benda itu (ditambah bayangan sisa yang sudah ada saat zawal). Mazhab Hanafi menggunakan definisi yang sedikit lebih lambat: ketika bayangan menjadi dua kali tinggi benda, sehingga jendela Dzuhur dalam mazhab ini lebih panjang.
Namun prinsip di setiap mazhab sama: sholat Dzuhur sebaiknya dilakukan di awal waktunya, bukan di akhirnya. Nabi ﷺ bersabda: "Sebaik-baik amal adalah shalat pada awal waktunya." (Sunan at-Tirmidzi 170). Menunda Dzuhur hingga hampir bersinggungan dengan Ashar adalah kebiasaan yang Sunnah tidak anjurkan, kecuali dalam kondisi mendesak.
Cara berpikir yang baik tentang jendela Dzuhur: ia lebar karena harinya memang sibuk. Lebarnya jendela adalah safety net Anda, bukan undangan untuk mengulur. Bagian awal adalah bagian yang disunnahkan. Bagian akhir adalah jaring pengaman.
Sunnah sebelum Dzuhur (4 rakaat qabliyah)
Empat rakaat sunnah sebelum Dzuhur termasuk sunnah yang paling ditekankan dalam sehari. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Dzuhur lebih kuat dibandingkan sunnah-sunnah yang lain." (Shahih al-Bukhari 1182, dan semakna di Shahih Muslim 730)
Dalam riwayat lain, Aisyah menyebut dua belas rakaat sunnah harian yang akan dibangunkan rumah di surga: "Siapa yang sholat dua belas rakaat dalam sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga: empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua sesudahnya, dua setelah Maghrib, dua setelah Isya, dan dua sebelum Subuh." (Shahih Muslim 728). Empat rakaat sebelum Dzuhur menjadi yang pertama dalam daftar ini.
Bagaimana cara mengerjakannya? Dalam dua kali dua rakaat, dengan salam di antara keduanya, di rumah atau di masjid, sebelum fardhu Dzuhur. Bacaannya sirran, seperti fardhunya. Tidak ada qunut, tidak ada surah khusus yang diwajibkan; bacaan apa pun dari Al-Qur'an setelah Al-Fatihah sudah cukup. Surah-surah seperti Al-'Adiyat, Al-Qari'ah, atau surah pendek mana pun adalah pilihan baik bagi pekerja yang sibuk.
Pahala yang terkait dengan rutin menjaga sunnah ini sangat besar. Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan jasadnya dari neraka." (Sunan at-Tirmidzi 478, dinilai hasan shahih; juga di Sunan an-Nasa'i)
Sebagian riwayat menyebut dua rakaat setelah Dzuhur; hadits ini menyebut empat. Ulama mengkompromikan dengan menyatakan bahwa Nabi ﷺ kadang sholat dua dan kadang empat setelah Dzuhur, dan jumlah lebih besar adalah bentuk yang lebih utama.
Tata cara sholat Dzuhur (4 rakaat, langkah demi langkah)
Dzuhur adalah sholat sirran. Imam, jika sedang mengimami, membaca Al-Fatihah dan surah tambahan dengan pelan. Makmum juga membaca dengan pelan. Saat sholat sendiri, kaidah yang sama berlaku. Suara pelan, hanya cukup terdengar oleh diri sendiri.
- Niat: Niatkan dalam hati, "Aku sholat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala." Tidak perlu diucapkan dengan keras, dan tidak ada lafal Arab tertentu yang diwajibkan.
- Takbiratul ihram: Angkat kedua tangan setinggi telinga (atau bahu, tergantung mazhab), ucapkan Allahu Akbar, dan letakkan tangan kanan di atas kiri, di dada atau sedikit di atas pusar.
- Rakaat 1: Baca doa iftitah (tsana), lalu A'udzu billahi minasy syaithanir rajim, Bismillah, kemudian Al-Fatihah, semua secara pelan. Lanjutkan dengan surah pendek, juga pelan. Ucapkan Allahu Akbar, ruku. Setelah tasbih dalam ruku, bangkit dengan Sami'a Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd. Lalu Allahu Akbar dan sujud. Dua kali sujud diselingi duduk di antaranya. Berdiri untuk rakaat 2.
- Rakaat 2: Baca Al-Fatihah dan surah pendek lain secara sirran. Lengkapi ruku dan dua sujud. Duduk tasyahhud awal, baca At-Tahiyyat saja (jangan tambahkan shalawat di sini; itu di tasyahhud akhir).
- Rakaat 3: Berdiri sambil mengucap Allahu Akbar. Baca Al-Fatihah saja, sirran. Tidak disyaratkan surah tambahan di rakaat 3 dan 4 untuk fardhu empat rakaat. Lengkapi ruku dan dua sujud. Berdiri untuk rakaat 4.
- Rakaat 4: Baca Al-Fatihah saja, sirran. Lengkapi ruku dan dua sujud. Duduk tasyahhud akhir, baca At-Tahiyyat, dilanjutkan shalawat ('Allahumma shalli ala Muhammad...'), lalu doa pribadi.
- Salam: Palingkan wajah ke kanan ucapkan Assalamu'alaikum wa rahmatullah, lalu ke kiri dengan ucapan yang sama. Sholat Dzuhur selesai.
Setelah fardhu, Anda dapat duduk sejenak untuk dzikir (SubhanAllah 33, Alhamdulillah 33, Allahu Akbar 34, atau Ayat Kursi) sebelum berdiri untuk dua rakaat sunnah ba'diyah.
Sunnah setelah Dzuhur (2 rakaat ba'diyah)
Setelah menyelesaikan fardhu Dzuhur, sunnah muakkadah-nya adalah 2 rakaat. Cara mengerjakannya sama dengan sunnah qabliyah: bacaan pelan, Al-Fatihah dan surah pendek di tiap rakaat, dengan tasyahhud dan salam setelah rakaat kedua.
Dua rakaat ini termasuk dua belas rakaat yang disebut dalam hadits Aisyah (Shahih Muslim 728) yang menjadi sebab dibangunkan rumah di surga. Singkat, cepat, dan mudah dipadukan ke jeda makan siang atau jeda alami setelah fardhu.
Sebagian ulama menambahkan dua rakaat sunnah lagi setelah Dzuhur berdasarkan riwayat Tirmidzi di atas, sehingga totalnya 2 + 2 = 4 rakaat setelah Dzuhur. Ini juga diriwayatkan dari Nabi ﷺ dan dianjurkan bila memungkinkan. Minimumnya dua rakaat; bentuk yang diperluas adalah empat.
Sholat Jumat sebagai pengganti Dzuhur
Pada hari Jumat, sholat Dzuhur digantikan oleh sholat Jumat bagi laki-laki Muslim dewasa yang tidak punya udzur syar'i (sakit, safar, dll). Sholat Jumat terdiri dari dua rakaat berjamaah, didahului khutbah oleh imam. Dua rakaat sholat Jumat dibaca jahr (keras), berbeda dengan Dzuhur yang sirran.
Jika seorang laki-laki menghadiri sholat Jumat, maka kewajiban Dzuhurnya hari itu sudah tertunaikan. Ia tidak perlu lagi sholat empat rakaat Dzuhur. Sholat Jumat adalah Dzuhur hari Jumat.
Wanita boleh memilih datang ke masjid untuk sholat Jumat, atau sholat Dzuhur empat rakaat di rumah. Keduanya sah. Keluasan yang sama berlaku bagi siapa saja yang punya udzur. Jika seorang laki-laki meninggalkan Jumat tanpa udzur syar'i, ia tetap wajib sholat Dzuhur empat rakaat sebagai pengganti, tetapi meninggalkan Jumat tanpa udzur adalah perkara serius yang sebaiknya tidak dibiasakan.
Di sekitar sholat Jumat, sunnah-sunnah rawatib sedikit bergeser. Sebagian besar ulama mengatakan tidak ada sunnah qabliyah Jumat yang tetap sebelum khutbah, tetapi disunnahkan dua atau empat rakaat tahiyyatul masjid dan nafl umum saat memasuki masjid. Setelah Jumat, Nabi ﷺ sholat dua rakaat di rumah, atau empat rakaat di masjid (Shahih Muslim 882).
Jamak Dzuhur dengan Ashar ketika safar
Salah satu kemudahan dalam syariat adalah dibolehkannya menjamak Dzuhur dan Ashar ketika dalam perjalanan. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan:
"Nabi ﷺ biasa menjamak shalat Dzuhur dan Ashar ketika dalam perjalanan, dan beliau menjamak Maghrib dan Isya." (Shahih al-Bukhari 1112)
Jamak berarti menggabungkan dua sholat di satu waktu, baik di waktu Dzuhur (disebut jamak taqdim, memajukan Ashar) maupun di waktu Ashar (jamak ta'khir, mengakhirkan Dzuhur). Jamak biasanya dipadukan dengan qashar (memendekkan), sehingga tiap fardhu empat rakaat menjadi dua rakaat. Dijamak dan diqashar, Dzuhur dan Ashar bersama-sama hanya butuh sekitar sepuluh menit alih-alih terpisah panjang berjam-jam.
Untuk aturan lengkap tentang jamak dan qashar di perjalanan, lihat panduan kami yang lebih rinci: Jamak dan Qashar: panduan sholat untuk musafir.
Di luar safar, jamak dibolehkan dalam keadaan hujan lebat, sakit, atau kebutuhan mendesak menurut mayoritas ulama (dengan perbedaan pendapat). Kemudahan ini ada, tetapi standar harian adalah tetap sholat Dzuhur dan Ashar di waktunya masing-masing.
Kesalahan umum yang harus dihindari
Tiga kesalahan sering berulang dalam cara orang sholat Dzuhur.
1. Mengerjakan terlalu mepet. Jendela Dzuhur cukup lebar, hampir sampai Ashar. Banyak orang memanfaatkan seluruh lebarnya, dengan logika "masih ada waktu." Lalu Ashar masuk, dan Dzuhur dikerjakan tergesa-gesa atau terlewat. Solusinya: usahakan sholat Dzuhur dalam satu jam pertama setelah masuknya. Jika tidak bisa, paling tidak di paruh awal jendela waktunya.
2. Meninggalkan sunnah rawatib. Empat rakaat sebelum Dzuhur adalah sunnah harian yang paling ditekankan setelah dua rakaat sebelum Subuh. Meninggalkannya karena terbiasa ("saya terlalu sibuk") berarti melepaskan pahala besar untuk waktu yang sangat sedikit. Total waktunya kurang dari empat menit. Dua menit untuk dua rakaat, lalu dua menit lagi. Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya di rumah (Bukhari 1182).
3. Tergesa-gesa di fardhu. Karena Dzuhur jatuh di jam kerja, orang sering buru-buru. Ruku dipotong, tasbih sujud dilompati, shalawat tasyahhud akhir dihilangkan. Nabi ﷺ pernah bersabda kepada seseorang yang sholat dengan cepat: "Kembalilah dan sholatlah, karena engkau belum sholat." (Shahih al-Bukhari 757). Khusyu dan thuma'ninah adalah esensial. Lima menit lebih untuk Dzuhur yang benar adalah lima menit terbaik di hari kerja Anda.
Tanya jawab
Kenapa bacaan Dzuhur sirran (pelan)?
Ini adalah sunnah yang sudah mapan, ditransmisikan oleh para Sahabat dan diamalkan seluruh umat sepanjang sejarah. Allah dengan hikmah-Nya menjadikan sholat siang sirran dan sholat malam jahr. Sebagian ulama mencatat bahwa bacaan keras lebih alami di kesunyian malam, sedangkan bacaan pelan cocok dengan suasana siang yang terang dan padat.
Surah apa yang dianjurkan dibaca di Dzuhur?
Nabi ﷺ biasa membaca surah-surah panjang sedang di Dzuhur, seperti Al-Buruj, At-Thariq, atau At-Tin di dua rakaat pertama, dan surah pendek di rakaat ketiga dan keempat (meskipun Al-Fatihah saja sudah cukup untuk rakaat 3 dan 4). Untuk sunnah rawatib Dzuhur, surah pendek apa pun sudah memadai.
Jika saya terlewat Dzuhur, kapan saya mengqadha?
Segera kerjakan saat Anda ingat. Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang lupa sholat, kerjakanlah saat ia ingat, tidak ada kafarat baginya kecuali itu." (Shahih al-Bukhari 597). Jika ingat di waktu Ashar, kerjakan Dzuhur dulu, baru Ashar, kecuali jika hal itu menyebabkan Ashar terlewat.
Bolehkah sholat Dzuhur tepat di awal zawal?
Boleh. Sholat Dzuhur di awal waktunya adalah amalan yang paling dianjurkan. Nabi ﷺ bersabda: "Sebaik-baik amal adalah sholat pada awal waktunya." (Tirmidzi 170). Sebagian ulama menyarankan jeda kecil beberapa menit setelah zawal yang dihitung sebagai ihtiyāṭ, tetapi sholat tepat di awalnya sudah benar.
Apakah harus menjamak Dzuhur jika safar saya hanya sebentar?
Jamak adalah keringanan, bukan kewajiban. Jika perjalanan Anda singkat dan sholat di waktu masing-masing mudah, Anda boleh sholat di waktunya tanpa menjamak. Ulama berbeda pendapat tentang jarak minimum yang membolehkan keringanan, mayoritas sekitar 80 hingga 90 kilometer (sehari perjalanan menurut ukuran tradisional).
Apakah ada dzikir atau doa khusus setelah Dzuhur?
Dzikir umum setelah sholat berlaku: SubhanAllah 33, Alhamdulillah 33, Allahu Akbar 34, dilengkapi La ilaha illa Allah hingga 100 (Muslim 597). Ayat Kursi juga sangat dianjurkan setelah setiap fardhu, sesuai hadits: "Siapa yang membaca Ayat Kursi sesudah setiap sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (an-Nasa'i, shahih).
Dzuhur jatuh saat kerjaan paling padat. FivePrayer membantu agar Anda tidak melewatinya begitu saja.
Adzan lembut tepat di zawal sesuai lokasi Anda. Kunci layar yang halus, yang menahan ponsel sampai Anda menandai sholat selesai. Tanpa iklan, tanpa pelacakan, tanpa akun. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.