Fakta singkat sholat hajat:
• Rakaat: 2 (sunnah/nafl)
• Tujuan: kebutuhan pribadi tertentu, dunia maupun agama
• Waktu: kapan saja di luar tiga waktu terlarang
• Status: mustahab (dianjurkan), didukung sunnah umum meminta kepada Allah
• Inti praktik: wudhu, dua rakaat, lalu doa khusus dengan menyebut kebutuhan
Setiap orang membawa kebutuhan. Sebagian kecil, tugas kantor yang macet, kata baik yang tak kunjung datang, kunci yang hilang. Sebagian berat, orang tua yang sakit, utang yang membengkak, rumah tangga yang melengkung karena tekanan. Islam tidak meminta Anda menghadapinya sendirian. Nabi ﷺ mengajari sebuah sholat khusus untuk momen seperti ini, dua rakaat yang diikuti doa yang terfokus. Kita menyebutnya sholat hajat, sholat untuk kebutuhan.
Tips: FivePrayer bisa mengingatkan Anda agar sholat fardhu lima waktu tepat waktu. Ketenangan dari tidak pernah meninggalkan sholat adalah fondasi terbaik untuk meminta kepada Allah. Gratis, tanpa iklan.
Apa itu sholat hajat?
Sholat hajat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika Anda punya kebutuhan tertentu yang ingin Anda hadapkan kepada Allah. Kata hajah berarti "kebutuhan" dalam bahasa Arab, sebuah permintaan, sebuah tujuan, sebuah perkara yang menggantung di atas Anda dan tak bisa Anda selesaikan sendirian. Sholatnya dua rakaat ditambah doa terfokus setelah salam, dan di dalam struktur yang sederhana itu duduk satu tindakan kepercayaan yang utuh.
Anda tidak sedang menawar saat sholat hajat. Anda tidak menyuap Yang Maha Pemurah. Anda melakukan apa yang dilakukan setiap hamba yang lemah ketika kekuatannya habis, yaitu berpaling kepada Yang kekuatan-Nya tak pernah habis, dan mengatakan dengan lantang, di hadapan diri sendiri dan di hadapan Allah, apa yang Anda butuhkan.
Strukturnya penting. Dua rakaat mengarahkan tubuh. Doa khusus memberi kata pada hal yang mungkin tetap kabur. Dan salam di akhir bukan perpisahan, melainkan permulaan, karena doa setelah sholat adalah jantung dari praktik ini.
Hadis Tirmidzi dan derajatnya
Teks yang paling sering dijadikan dasar sholat hajat berasal dari Sunan al-Tirmidzi 479, dari riwayat Abdullah bin Abi Aufa, dengan riwayat serupa melalui Anas bin Malik. Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa punya kebutuhan kepada Allah atau kepada salah seorang anak Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu sholat dua rakaat, lalu memuji Allah dan bersalawat atas Nabi, lalu mengucapkan: Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Rabb 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala yang mendatangkan rahmat-Mu, segala yang mendatangkan ampunan-Mu, bagian dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, tidak satu kesusahan kecuali Engkau lapangkan, tidak satu kebutuhan yang Engkau ridhai kecuali Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang."
Catatan tentang derajat. Imam al-Tirmidzi sendiri mencatat hadis ini dan menyebutnya hasan gharib. Tradisi Hanafi dan Syafi'i telah lama memasukkan sholat hajat dalam fiqih mereka atas dasar ini. Sebagian pakar hadis, termasuk Syekh al-Albani dan kritikus terdahulu, menilai sanadnya lemah. Posisi mayoritas ulama klasik dan kontemporer adalah, meski lafaz khusus ini bersanad lemah, prinsip umumnya, meminta kepada Allah setelah sholat dua rakaat, kokoh dengan banyak riwayat sahih, termasuk hadis Bukhari 1162 tentang sholat dua rakaat sebelum perkara penting, dan perintah umum dalam Al-Qur'an: "Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat" (QS 2:153).
Maka kerjakanlah sholat hajat dengan yakin. Amalannya sendiri berakar pada sunnah yang sahih. Jika Anda ingin memakai doa khusus dari Tirmidzi, silakan, dengan kesadaran bahwa sanadnya diperdebatkan. Jika Anda lebih memilih hanya yang ada dalam Al-Qur'an atau doa yang sahih kuat, Anda boleh melakukannya, dan sholat itu tetap sholat hajat dalam ruh dan bentuknya.
Niat sholat hajat
Niat dibuat di dalam hati, bukan di lisan. Sebelum Anda mengucap Allahu Akbar, hati mantap pada ini: "Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah, untuk kebutuhanku." Anda tidak perlu menyebut kebutuhan pada saat niat. Penyebutannya datang nanti, dalam doa. Niat hanya mengarahkan sholat, seperti membidik anak panah sebelum menarik busur.
Jika Anda lupa membuat niat khusus untuk hajat dan hanya sholat dua rakaat nafl, Anda tetap bisa berdoa setelahnya dan Allah mendengar. Tetapi membuat niat lebih dulu mempertajam amalan dan melatih hati dalam disiplin ibadah yang terfokus.
Tata cara sholat hajat langkah demi langkah
- Berwudhu dengan teliti. Hadis menegaskan dan menyempurnakan wudhunya. Pelan-pelan pada setiap anggota tubuh. Wudhu adalah bagian dari sholat hajat, bukan langkah untuk dikebut.
- Cari tempat bersih dan tenang untuk berdiri. Jika di rumah, sudut yang jauh dari layar. Jika di kantor, ruang rapat kosong. Tubuh tidak butuh tempat yang indah, tetapi hati lebih mudah fokus dalam keheningan.
- Niat dalam hati. Dua rakaat sholat hajat karena Allah, untuk kebutuhanku.
- Takbiratul ihram. Angkat tangan, Allahu Akbar, lalu letakkan tangan seperti biasa.
- Rakaat pertama. Baca Al-Fatihah, lalu satu surat pilihan. Surat Al-Kafirun dianjurkan sebagian ulama untuk sholat ini. Rukuk, dua sujud. Berdiri.
- Rakaat kedua. Baca Al-Fatihah, lalu surat lain, sering Al-Ikhlas. Selesaikan rakaat. Duduk untuk tasyahud akhir, baca salawat atas Nabi ﷺ, lalu salam ke kanan dan ke kiri.
- Setelah salam. Tetap duduk. Angkat tangan. Inilah jantung amalannya: puji Allah, baca salawat atas Nabi ﷺ, baca doa hajat, lalu mintalah kebutuhan Anda dengan bahasa yang jelas.
Sholatnya sendiri memakan lima sampai tujuh menit. Doa setelahnya boleh selama yang Anda mau. Banyak orang yang rutin sholat hajat mengatakan doanya lebih lama daripada rakaatnya, dan memang seharusnya begitu.
Doa masyhur setelah sholat
Inilah doa dari hadis Tirmidzi. Meski sanadnya diperdebatkan, maknanya indah, lafaznya adalah tindakan tauhid dan kerendahan, dan membacanya adalah amalan yang dikenal serta diterima lintas mazhab:
Transliterasi:
La ilaha illa Allah al-Halim al-Karim. Subhan Allahi Rabbil-'arsyil-'azhim. Al-hamdu lillahi Rabbil-'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal-ghanimata min kulli birr, was-salamata min kulli itsm. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridan illa qadaytaha, ya Arhamar-Rahimin.
Terjemahan:
"Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Rabb 'Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala yang mendatangkan rahmat-Mu, segala yang mendatangkan ampunan-Mu, bagian dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau ampuni, tidak satu kesusahan kecuali Engkau lapangkan, tidak satu kebutuhan yang Engkau ridhai kecuali Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang."
Setelah pembukaan ini, sebutkan kebutuhan Anda dengan jelas. Bukan dengan isyarat, bukan dengan kabur. Allah sudah tahu, tetapi tindakan menyebutnya membuat Anda menghadapinya. "Ya Allah, ibuku sakit dan aku takut. Sembuhkanlah dia." "Ya Allah, pekerjaan ini, berikan yang terbaik darinya atau jauhkan dariku dan beri yang lebih baik." "Ya Allah, anakku jauh dariku. Kembalikan dia kepada-Mu dan kepadaku." Ucapkan dalam bahasa apa pun. Allah memahami setiap lisan.
Tutup dengan salawat atas Nabi ﷺ dan pujian kepada Allah, sebagaimana Anda membuka. Doa adalah bingkai: puji, salawat, minta, salawat, puji.
Cara fokus pada kebutuhan
Bagian tersulit sholat hajat bukan sholatnya, melainkan fokusnya. Anda berdiri dalam dua rakaat dengan kebutuhan di dada, dan pikiran cenderung berpencar. Tiga kebiasaan kecil membantu.
Tuliskan kebutuhan lebih dulu. Sebelum berwudhu, ambil selembar kertas atau aplikasi catatan dan tulis satu kalimat: "Aku sholat untuk ___." Membacanya kembali menjernihkan kebutuhan. Sering kali saat Anda menuliskannya, Anda menemukan kebutuhan sebenarnya berbeda dari yang mula-mula Anda sebut.
Bertahan dalam sholat. Saat pikiran mengembara di tengah rakaat, kembalikan dengan lembut ke bacaan. Jangan memaksa. Pikiran memang akan mengembara. Kembalikan dan lanjutkan. Rakaat adalah tindakan percaya sebelum meminta.
Luangkan waktu setelah salam. Bagian terpanjang sholat hajat adalah doa setelahnya, bukan sholatnya. Jangan buru-buru bangkit untuk pergi. Duduklah. Bicaralah. Menangislah jika air mata datang, jangan dibuat-buat. Banyak orang merasa tindakan meminta, pelan dan lantang, itu sendiri sudah meredakan.
Kapan mengerjakan sholat hajat
Anda boleh sholat hajat kapan saja kecuali tiga waktu terlarang: sejak matahari mulai terbit sampai sekitar lima belas menit setelahnya, tepat tengah hari (zawal) selama beberapa menit, dan sejak matahari mulai menguning sampai terbenam. Di luar waktu-waktu ini, jam berapa pun boleh.
Sebagian waktu lebih berkah untuk berdoa. Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling berkah untuk meminta. Nabi ﷺ bersabda Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata, "Adakah yang meminta kepada-Ku agar Aku beri? Adakah yang berdoa kepada-Ku agar Aku jawab?" (Bukhari 1145). Sesaat sebelum Maghrib pada hari Jumat, antara azan dan iqamah, ketika sujud, ketika safar, ketika berpuasa, semua itu juga waktu doa yang diterima.
Meski begitu, jika kebutuhan Anda mendesak, jangan menunggu. Malam akan datang, tetapi kadang jawaban datang lebih cepat dari malam. Sholatlah saat Anda bisa.
Berapa kali boleh diulang
Sebagian ulama, termasuk Imam al-Ghazali, menganjurkan mengerjakan sholat hajat beberapa malam berturut-turut, sering tujuh malam, saat kebutuhan besar. Tidak ada angka tetap dari sunnah. Prinsipnya adalah kegigihan. Nabi ﷺ bersabda, "Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak terburu-buru lalu berkata, 'Aku sudah berdoa tapi belum dikabulkan.'" (Bukhari 6340).
Ulangilah dengan bebas. Jangan mengukur iman Anda dari apakah jawaban datang pada hari pertama atau hari ketujuh puluh. Jawaban bisa datang persis seperti yang Anda minta, atau dalam bentuk yang tak Anda lihat, atau di akhirat. Ketiganya adalah jawaban.
Pertanyaan umum
Apakah sholat hajat dari sunnah?
Ya, dengan catatan. Hadis khusus Tirmidzi bersanad diperdebatkan. Praktik umum sholat dua rakaat sebelum meminta sesuatu yang penting kepada Allah kokoh dalam banyak riwayat sahih, dan sholat hajat sudah menjadi amalan umat Islam lintas empat mazhab selama lebih dari seribu tahun. Kerjakanlah dengan yakin.
Bolehkah menyebut banyak kebutuhan dalam satu doa?
Boleh. Allah tidak terbatas. Sebutkan sebanyak apa pun kebutuhan yang ada di hati Anda, besar dan kecil. Nabi ﷺ mengajari kita meminta bahkan tali sandal. Doa yang menyeluruh seperti meminta kebaikan dunia dan akhirat mencakup semua kebutuhan sekaligus.
Bagaimana kalau saya tidak hafal doa Arabnya?
Cukup mengucap "Ya Allah" lalu meminta dengan bahasa Anda sendiri. Hafalkan sebisa Anda dari lafaz nabawi, dan minta dengan bahasa ibu untuk selebihnya. Niat hati lebih penting daripada bahasanya.
Bolehkah wanita sholat hajat saat haid?
Ia tidak boleh sholat dua rakaat saat haid, tetapi tetap boleh berdoa dengan lafaz yang sama dan fokus yang sama. Doa tidak terhalang haid, hanya sholat formalnya. Banyak ulama menganjurkan wanita haid duduk pada waktu ia biasa sholat dan berdoa untuk kebutuhannya.
Bagaimana kalau kebutuhan saya terasa tidak cukup penting?
Allah suka diminta, bahkan untuk hal kecil. Nabi ﷺ bersabda, "Hendaklah salah seorang dari kalian meminta segala kebutuhannya kepada Rabbnya, sampai pun tali sandal yang putus." (Tirmidzi 3604, dengan sanad yang dinilai). Jika ia memenuhi pikiran Anda, ia cukup penting.
FivePrayer: jangan pernah meninggalkan sholat, di hari Anda perlu meminta.
Doa terkuat datang dari hati orang yang menjaga sholat lima waktu. Adzan lembut dan kunci layar FivePrayer membantu Anda tetap istiqamah. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.