Fakta cepat Ayat Kursi:

Letak: Al-Baqarah ayat 255 (juz 3)
Status: ayat paling agung dalam Al-Qur'an (HR Muslim 810)
Setelah sholat fardhu: hanya kematian yang menghalangi masuk surga (HR Nasa'i Al-Kubra 9928)
Sebelum tidur: malaikat menjaga hingga pagi (HR Bukhari 2311)
Tema: tauhid sempurna, keesaan, kekuasaan, dan keagungan Allah

Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Disebut Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat kata "kursi" yang merujuk pada singgasana atau luasnya kekuasaan Allah. Inilah ayat paling agung dalam seluruh Al-Qur'an menurut sabda Nabi ﷺ sendiri, sebuah ayat ringkas namun memuat tauhid yang sempurna, dari sifat-sifat dzati Allah, kekuasaan-Nya yang meliputi langit dan bumi, ilmu-Nya yang menjangkau apa yang ada di depan dan belakang makhluk, hingga puncak dari keagungan-Nya yang tidak mengenal lelah.

Apa itu Ayat Kursi?

Ayat Kursi (Arab: aayatul-kursii) adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ia terdiri dari sekitar 10 kalimat (jumlah perhitungan tergantung mushaf) yang seluruhnya merupakan pujian terhadap Allah dengan menyebutkan sifat-sifat keagungan-Nya. Nama "Kursi" diambil dari kalimat wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, "Kursi-Nya meliputi langit dan bumi".

Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa kursi dalam ayat ini adalah singgasana ilmu dan kekuasaan Allah yang luasnya meliputi seluruh langit dan bumi. Bukan singgasana fisik seperti tempat duduk raja, melainkan simbol kekuasaan mutlak.

Nabi ﷺ menyebut ayat ini secara khusus sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur'an:

"Wahai Abul Mundzir, tahukah engkau ayat mana dalam Kitabullah yang paling agung?" Ubay menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Nabi ﷺ mengulang. Ubay menjawab: "Allahu laa ilaaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum…" Nabi ﷺ menepuk dadanya dan bersabda: "Demi Allah, semoga ilmu menyenangkan engkau wahai Abul Mundzir." (HR Muslim 810; HR Bukhari 5010)

Bacaan Ayat Kursi: Arab, latin, dan terjemahan

Berikut teks lengkap Ayat Kursi dalam tulisan Arab, transliterasi latin, dan terjemahan bahasa Indonesia:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allaahu laa ilaaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum. Laa ta'khudzuhu sinatun wa laa nawm. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh. Man dzal-ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi-idznih. Ya'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi-syai'in min 'ilmihi illaa bimaa syaa'. Wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya'uuduhu hifzhuhumaa, wa Huwal-'Aliyyul-'Azhiim.
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Kekal mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." (QS Al-Baqarah 2:255)

Makna Ayat Kursi: kalimat demi kalimat

Ayat ini disusun seperti rangkaian mutiara, setiap kalimat membawa satu aspek keagungan Allah. Mari kita pelajari satu per satu:

KalimatArti dan makna
Allah laa ilaaha illa HuuPernyataan tauhid sempurna: tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Inilah inti kalimat syahadat.
Al-Hayyul-QayyuumMaha Hidup (kekal, tidak berawal dan tidak berakhir) dan Maha Berdiri Sendiri (mengurus seluruh makhluk tanpa butuh kepada siapapun).
Laa ta'khudzuhu sinatun wa laa nawmTidak mengantuk dan tidak tidur. Sinah adalah kantuk ringan; nawm adalah tidur dalam. Allah lebih tinggi daripada keduanya.
Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhMilik Allah segala yang ada di langit dan di bumi, kepemilikan mutlak, bukan sekadar penguasaan.
Man dzal-ladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi-idznihTidak ada yang bisa memberi syafa'at di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Ini menolak konsep menyembah perantara atau dewa kecil.
Ya'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahumDia mengetahui apa yang akan datang dan apa yang telah lalu, ilmu-Nya meliputi seluruh dimensi waktu.
Wa laa yuhiithuuna bi-syai'in min 'ilmihi illaa bimaa syaa'Makhluk tidak menggapai ilmu-Nya kecuali sebatas yang Dia kehendaki. Para nabi pun hanya tahu sebatas wahyu yang diberikan.
Wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardhKursi-Nya meluas hingga langit dan bumi. Inilah ayat yang menjadi sumber nama "Ayat Kursi".
Wa laa ya'uuduhu hifzhuhumaaMemelihara langit dan bumi tidak memberatkan-Nya. Tidak ada keletihan, tidak ada kewalahan.
Wa Huwal-'Aliyyul-'AzhiimPenutup: Dia Maha Tinggi (di atas seluruh makhluk) dan Maha Besar (kebesaran yang tak terjangkau). Dua nama Allah yang termasuk Asmaul Husna.

Lihatlah betapa padatnya. Dalam satu ayat, terjalin: pengakuan tauhid, sifat-sifat dzati Allah, sifat-sifat fi'li-Nya, kepemilikan-Nya, ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, dan keagungan-Nya. Tidak ada ayat lain yang merangkum seluruh aspek itu sekompak Ayat Kursi.

Keutamaan Ayat Kursi menurut hadits

Banyak hadits shahih menyebutkan keistimewaan Ayat Kursi. Berikut yang paling masyhur:

1. Ayat paling agung dalam Al-Qur'an

Sebagaimana hadits Ubay bin Ka'ab RA yang sudah dikutip di atas, Nabi ﷺ secara tegas menyebut Ayat Kursi sebagai ayat paling agung dalam Kitabullah (HR Muslim 810, HR Bukhari 5010).

2. Setelah sholat fardhu: hanya kematian yang memisahkan dari surga

"Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (HR Nasa'i Al-Kubra 9928, dishahihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani)

Inilah sebabnya umat Islam dianjurkan membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, berdampingan dengan dzikir tasbih, tahmid, dan takbir. Lima kali sehari, sepanjang hidup. Inilah salah satu amalan dengan rasio "usaha-pahala" paling tinggi dalam Islam.

3. Sebelum tidur: penjaga hingga pagi

Abu Hurairah RA pernah ditugaskan menjaga zakat. Suatu malam ia mendapati seseorang mencuri. Setelah ditangkap dan dilepaskan beberapa kali, pencuri itu mengajarkannya: "Apabila kamu menempati tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi. Niscaya selalu ada penjaga dari Allah, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi." Abu Hurairah melaporkannya kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda:

"Dia benar, meskipun dia pendusta. Dia adalah setan." (HR Bukhari 2311)

4. Dzikir pagi dan sore

Berdasarkan hadits Ubay bin Ka'ab dan banyak ulama besar (termasuk Imam An-Nawawi dan Ibnu Taimiyah), Ayat Kursi termasuk dalam rangkaian dzikir pagi dan sore. Membacanya satu kali di pagi hari dan satu kali di sore hari menjadi perlindungan menyeluruh.

5. Mengusir setan dari rumah

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah, termasuk Ayat Kursi di dalamnya, tidak dimasuki setan selama tiga hari (HR Tirmidzi 2880).

Kapan membaca Ayat Kursi?

Berikut waktu-waktu utama yang dianjurkan membaca Ayat Kursi, beserta dalilnya:

WaktuDalilCatatan
Setelah setiap sholat fardhuHR Nasa'i Al-Kubra 9928Lima kali sehari. Dibaca sebelum atau setelah dzikir tasbih/tahmid/takbir.
Sebelum tidurHR Bukhari 2311Penjagaan dari setan hingga waktu Subuh.
Pagi (setelah Subuh)Dzikir pagi yang masyhurMembentuk perisai untuk siang hari.
Sore (setelah Ashar/Maghrib)Dzikir sore yang masyhurMembentuk perisai untuk malam.
Ketika masuk rumahAnjuran ulama berdasar atsarMembersihkan suasana rumah dari gangguan.
Saat ruqyahPraktik Nabi ﷺ dan sahabatBagian dari bacaan ruqyah syar'iyyah untuk diri sendiri atau orang sakit.

Ingat Ayat Kursi setelah setiap sholat dengan FivePrayer. Aplikasi ini menampilkan jadwal sholat 5 waktu akurat dengan adzan otomatis, dan pelacak dzikir setelah sholat opsional, agar amalan Ayat Kursi Anda tidak terlupa. Gratis untuk iOS, Android, dan Chrome.

Tips menghafal Ayat Kursi

Ayat Kursi cukup panjang, sekitar 50 kata Arab, tetapi sangat mudah dihafal karena susunannya yang berirama. Berikut tips praktis:

  1. Pecah jadi 5 bagian. (1) Allaahu laa ilaaha illa Huwal-Hayyul-Qayyuum. (2) Laa ta'khudzuhu sinatun wa laa nawm. (3) Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzal-ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi-idznih. (4) Ya'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi-syai'in min 'ilmihi illaa bimaa syaa'. (5) Wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya'uuduhu hifzhuhumaa, wa Huwal-'Aliyyul-'Azhiim.
  2. Dengarkan murotal qari favorit, Mishary Rashid Al-Afasy, Sheikh Sudais, Maher Al-Muaiqly, di pagi hari dan saat berkendara.
  3. Baca satu bagian per hari setelah Subuh sambil melihat mushaf. Hari ke-5, lihat seluruh ayat, InsyaAllah sudah hafal.
  4. Ulang setelah setiap sholat fardhu tanpa membaca dulu artinya, hafalan akan menempel dengan sendirinya.
  5. Pahami artinya, orang yang tahu arti akan jauh lebih mudah mengingat daripada yang hanya menirukan bunyi.

Pertanyaan umum

Ayat Kursi terdapat di surah apa?

Ayat ke-255 Surah Al-Baqarah, di juz 3. Disebut Ayat Kursi karena kata "kursi" muncul di dalamnya, merujuk pada singgasana atau luasnya kekuasaan Allah, bukan singgasana fisik.

Kapan sebaiknya membaca Ayat Kursi?

Empat waktu utama: (1) setelah setiap sholat fardhu, HR Nasa'i Al-Kubra 9928; (2) sebelum tidur, HR Bukhari 2311; (3) pagi dan sore sebagai dzikir; (4) ketika masuk rumah. Tidak ada batas maksimal, boleh kapan saja, terutama saat takut atau sakit.

Berapa kali sehari sebaiknya membaca Ayat Kursi?

Minimal 5 kali (setelah setiap sholat fardhu) + 1 kali sebelum tidur, total 6 kali per hari. Boleh ditambah lebih banyak, terutama dzikir pagi/sore atau saat ruqyah.

Ayat Kursi melindungi dari apa saja?

Dari hadits shahih: (1) gangguan setan sepanjang malam jika dibaca sebelum tidur (HR Bukhari 2311); (2) penjagaan menyeluruh sepanjang hari/malam; (3) jaminan masuk surga setelah kematian jika rutin dibaca usai sholat fardhu (HR Nasa'i Al-Kubra 9928). Ayat Kursi adalah ruqyah Qur'aniyah paling masyhur.

Apakah bid'ah membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu?

Bukan bid'ah. Justru anjuran berdasarkan hadits shahih: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (HR Nasa'i Al-Kubra 9928, dishahihkan banyak ahli hadits). Tradisi ini diamalkan kaum Muslim di seluruh dunia.

Boleh tidak membaca Ayat Kursi dalam keadaan tidak suci?

Untuk berdzikir (tanpa menyentuh mushaf), boleh meskipun tidak berwudhu, Ayat Kursi bisa dibaca lisan. Untuk menyentuh mushaf, mayoritas ulama mensyaratkan wudhu (QS Al-Waqi'ah 56:79). Saat haid/nifas, dianjurkan tetap berdzikir di hati atau lisan tanpa menyentuh mushaf.

Boleh membaca Ayat Kursi untuk orang sakit?

Boleh dan dianjurkan. Ayat Kursi termasuk bacaan ruqyah syar'iyyah utama. Baca dengan niat memohon kesembuhan dari Allah, lalu tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke bagian yang sakit, atau bacakan di samping orang yang sakit.

Konsisten dengan Ayat Kursi setiap hari

FivePrayer: pendamping dzikir setelah sholat.

Jadwal sholat akurat dengan adzan otomatis, plus pengingat dzikir setelah sholat yang opsional. Ayat Kursi Anda akan terbaca setiap fardhu, tanpa harus mengingat-ingat. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome