Fakta singkat doa perjalanan:

Naik kendaraan: QS Az-Zukhruf 43:13-14, "Subhanalladhi sakhkhara lana hadha..."
Memulai safar: Shahih Muslim 1342, doa lengkap Ibn Umar
Tiba di tempat baru: Shahih Muslim 2708, "A'udhu bikalimatillahit-tammat..."
Pulang ke rumah: Shahih al-Bukhari 2998, "Ayibuna ta'ibuna..."
Doa musafir: termasuk tiga doa yang tidak ditolak (Tirmidzi 1905)

Ada satu hadits yang sebaiknya setiap muslim ingat sebelum berangkat. Nabi ﷺ bersabda: "Tiga doa yang dikabulkan tanpa keraguan: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya." (Sunan at-Tirmidzi 1905, hasan). Doa musafir, setiap doa yang Anda panjatkan sejak keluar rumah hingga pulang, berada dalam kategori istimewa. Safar dalam Islam bukan waktu kosong untuk scroll medsos. Justru salah satu masa yang paling kaya secara ruhani sepanjang tahun.

Panduan ini memuat tujuh doa sahih perjalanan secara berurutan: keluar rumah, naik kendaraan, doa safar lengkap, tiba di tempat tujuan, ketakutan saat perjalanan, pulang ke rumah, dan adab ringkas tentang qasar dan jamak. Semua doa di sini bersumber dari Shahih Bukhari, Shahih Muslim, atau Sunan, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahan.

Tips: FivePrayer menghitung waktu sholat otomatis saat Anda berpindah kota dan menampilkan pengingat qasar dan jamak. Gratis, tanpa iklan, bisa offline.

1. Doa keluar rumah

Sebelum mobil, sebelum bandara, sebelum apa pun, ada doa yang Nabi ﷺ baca setiap kali keluar dari pintu rumah. Ini bukan doa khusus perjalanan, tetapi doa keluar rumah secara umum, yang menjadi awal setiap perjalanan.

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillah, tawakkaltu 'alallah, wa la hawla wa la quwwata illa billah.

"Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

Sumber: Sunan Abu Dawud 5095, Sunan at-Tirmidzi 3426, sahih. Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan ini saat keluar rumah, dikatakan kepadanya: 'Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi,' dan setan menjauh darinya."

Jika Anda hanya bisa mengingat satu doa saat melangkah ke luar rumah, jadikan ini doa itu. Tiga frasa pendek, dua puluh detik. Imbalannya adalah perlindungan tercatat sampai Anda pulang.

2. Doa naik kendaraan

Inilah doa perjalanan yang paling dikenal, dan ia langsung dari Al-Quran. Surat Az-Zukhruf ayat 13 dan 14 menggambarkan nikmat Allah yang menundukkan sarana transportasi kepada manusia. Nabi ﷺ membacanya setiap kali menaiki kendaraan, dan para ulama sepakat doa ini berlaku untuk mobil, pesawat, kereta, kapal, bus, dan semua moda transportasi.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subhanalladhi sakhkhara lana hadha wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila Rabbina lamunqalibun.

"Maha Suci Allah yang telah menundukkan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami benar-benar kami akan kembali."

Sumber: QS Az-Zukhruf 43:13-14, dibaca sebagai sunnah ketika menaiki kendaraan apa pun (Shahih Muslim 1342). Doa ini singkat tapi sangat dalam. Ia mengakui bahwa mobil yang Anda tumpangi, pesawat yang menerbangkan Anda menyeberangi samudra, kereta yang melintasi negeri, bukanlah hasil rekayasa Anda sendiri. Anda mewarisi ilmunya, Anda membeli tiketnya, tetapi kenyataan dasarnya, bahwa materi, gravitasi, dan pembakaran bisa ditundukkan sama sekali, itu adalah penundukan dari Allah.

Frasa kedua, "dan sesungguhnya kepada Tuhan kami benar-benar kami akan kembali", mengingatkan musafir bahwa perjalanan ini, sepanjang apa pun, lebih singkat dari perjalanan yang sebenarnya. Disunnahkan membacanya saat sudah duduk dan sebelum kendaraan bergerak.

3. Doa memulai safar

Inilah doa safar panjang yang lengkap dari Nabi ﷺ, diriwayatkan oleh Ibn Umar (RA) dalam Shahih Muslim 1342. Doa ini dibaca setelah doa kendaraan dan tiga kali takbir. Doa kendaraan ditambah doa ini membentuk sunnah lengkap saat memulai perjalanan.

Nabi ﷺ mengucapkan "Allahu Akbar" tiga kali setelah duduk di atas kendaraannya, kemudian membaca doa dari QS 43:13-14 di atas, lalu melanjutkan:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Allahumma inna nas'aluka fee safarina hadhal-birra wat-taqwa, wa minal-'amali ma tarda. Allahumma hawwin 'alayna safarana hadha, watwi 'anna bu'dah. Allahumma antas-sahibu fis-safar, wal-khalifatu fil-ahl. Allahumma inni a'udhu bika min wa'tha'is-safar, wa ka'abatil-manzar, wa su'il-munqalabi fil-mali wal-ahl.

"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu pada perjalanan kami ini kebajikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga."

Sumber: Shahih Muslim 1342. Doa ini sangat komprehensif. Ia meminta manfaat ruhani dalam perjalanan, kemudahan jarak, kebersamaan ilahi selama Anda jauh, dan perlindungan atas keluarga yang Anda tinggalkan. Frasa "antas-sahibu fis-safar wal-khalifatu fil-ahl", "Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga", menangkap kecemasan terdalam seorang musafir dalam satu kalimat.

Saat pulang, Nabi ﷺ menambahkan: "Ayibuna, ta'ibuna, 'abiduna, liRabbina hamidun", "Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji Tuhan kami", yang akan kita bahas di bagian 7.

4. Doa tiba di tempat tujuan

Begitu Anda tiba di lokasi baru, kamar hotel, rumah teman, rest area, kota asing, inilah doa yang Nabi ﷺ ajarkan.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A'udhu bikalimatillahit-tammati min sharri ma khalaq.

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan."

Sumber: Shahih Muslim 2708. Khaulah binti Hakim (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa singgah di suatu tempat lalu mengucapkan 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan,' tidak akan ada yang membahayakannya sampai ia meninggalkan tempat itu." Pendek, umum, dan perlindungannya menyeluruh: tidak ada yang akan membahayakannya.

Bacalah saat Anda check-in di hotel, saat tiba di rumah saudara, saat berhenti di rest area dalam perjalanan jauh, saat mendarat di bandara sebelum turun. Hanya butuh sepuluh detik dan janji tertulis Nabi ﷺ adalah keselamatan penuh di tempat itu.

5. Doa masuk kota atau tempat baru

Untuk kedatangan yang lebih besar, masuk kota atau negara baru, ada doa lebih panjang yang diriwayatkan dari Ibn Umar (RA). Nabi ﷺ membacanya saat melihat kota yang akan beliau masuki:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الْأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ أَهْلِهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا

Allahumma Rabbas-samawatis-sab'i wa ma azlalna, wa Rabbal-aradinas-sab'i wa ma aqlalna, wa Rabbash-shayatini wa ma adlalna, wa Rabbar-riyahi wa ma dharayna. As'aluka khayra hadhihil-qaryati wa khayra ahliha, wa khayra ma fiha, wa a'udhu bika min sharriha, wa sharri ahliha, wa sharri ma fiha.

"Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan tujuh bumi dan apa yang dipikulnya, Tuhan para setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan apa yang ada di dalamnya."

Sumber: Mustadrak al-Hakim 1839, sahih. Gunakan saat memasuki kota yang belum pernah Anda kunjungi atau tinggali, terutama bila berniat tinggal beberapa hari. Doa pendek dari bagian 4 tetap berlaku untuk setiap penginapan di dalam kota itu.

6. Doa saat takut atau cemas saat safar

Kecemasan perjalanan itu nyata. Turbulensi di pesawat, suara aneh di mobil malam hari, ketidaknyamanan di bandara asing, orang yang membuat khawatir di kereta. Nabi ﷺ mengajarkan doa khusus untuk rasa takut dalam keadaan apa pun, dan ini berlaku di jalan:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

Allahumma inna naj'aluka fee nuhurihim, wa na'udhu bika min shururihim.

"Ya Allah, kami menjadikan Engkau di hadapan mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka."

Sumber: Sunan Abu Dawud 1537, sahih menurut al-Albani. Nabi ﷺ memakainya saat khawatir terhadap suatu kelompok atau pihak yang tidak dikenal.

Untuk kecemasan umum, adzkar tidur juga efektif saat bepergian: Ayat Kursi, dua ayat terakhir al-Baqarah, dan tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas). Nabi ﷺ menggambarkan Ayat Kursi secara khusus sebagai perlindungan dari setan sampai pagi (Shahih al-Bukhari 2311), dan perlindungan itu tidak terhenti di pesawat yang sedang terbang.

Bila ketakutan berat, tambahkan doa kesulitan: "La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin", "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim" (QS 21:87). Inilah doa Nabi Yunus AS, dan Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada muslim yang membacanya dalam suatu urusan kecuali Allah mengabulkannya (Sunan at-Tirmidzi 3505).

7. Doa pulang ke rumah

Perjalanan belum sempurna sampai Anda mengucapkan ini. Ibn Umar (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ, ketika kembali dari ekspedisi militer, Haji, atau Umrah, membaca "Allahu Akbar" tiga kali setiap kali mendaki tempat tinggi, lalu mengucapkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

La ilaha illallah wahdahu la sharika lah, lahul-mulku wa lahul-hamd, wa huwa 'ala kulli shay'in qadir. Ayibuna ta'ibuna 'abiduna liRabbina hamidun. Sadaqallahu wa'dah, wa nasara 'abdah, wa hazamal-ahzaba wahdah.

"Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji Tuhan kami. Allah membenarkan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan musuh sendirian."

Sumber: Shahih al-Bukhari 2998, Shahih Muslim 1344. Ucapkan saat Anda mendekati kampung halaman, atau saat berjalan dari kendaraan ke pintu rumah. Nabi ﷺ juga mengajarkan: jangan kembali ke keluarga tanpa pemberitahuan di malam hari agar mereka punya waktu menyambut (Shahih al-Bukhari 1800). Telepon atau pesan singkat sebelum mendarat adalah sunnah.

Aturan sholat musafir ringkas

Perjalanan dalam Islam disertai keringanan dalam sholat. Allah berfirman: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sholat." (QS 4:101)

  • Qasar (memendekkan): Zuhur, Ashar, dan Isya dikerjakan 2 rakaat (dari 4). Subuh dan Maghrib tidak berubah.
  • Jamak (menggabungkan): Zuhur dapat digabung dengan Ashar di salah satu waktunya, dan Maghrib dengan Isya.
  • Jarak minimal: sekitar 80-88 km tergantung madzhab.
  • Durasi: keringanan berlaku selama Anda berniat tinggal kurang dari 4 hari (Syafi'i, Hanbali) atau 15 hari (Hanafi).

Untuk panduan lengkap aturan-aturan ini, baca: Jamak dan Qasar: Keringanan Sholat untuk Musafir.

FAQ

Apakah doa kendaraan dibaca setiap kali naik mobil untuk perjalanan singkat?

Praktik Nabi ﷺ adalah membacanya saat menaiki kendaraan apa pun. Banyak ulama berpendapat doa ini paling kuat dianjurkan untuk perjalanan yang memenuhi syarat safar, tetapi membacanya pada perjalanan pendek juga sunnah yang baik. Tidak ada salahnya membiasakan.

Bagaimana jika lupa membaca doa dan pesawat sudah lepas landas?

Bacalah kapan saja Anda ingat. Sunnah niat tetap terjaga meski waktu yang persis terlewat. Banyak musafir juga membaca takbir dan doa kendaraan secara perlahan saat take-off sebagai momen dzikir di bagian penerbangan yang paling kuat.

Apakah ada doa khusus untuk musafir perempuan?

Semua doa di atas berlaku sama untuk laki-laki dan perempuan. Aturan fiqh klasik tentang perempuan bepergian dengan mahram adalah hal terpisah dari doa. Untuk doa, setiap kata dan pahala berlaku identik.

Sebaiknya jamak sholat selama perjalanan atau sholat masing-masing pada waktunya?

Jamak diperbolehkan tapi tidak wajib. Bila perjalanan memungkinkan Anda sholat masing-masing pada waktunya tanpa kesulitan, itu lebih utama. Bila konsisten dengan waktu masing-masing menimbulkan kesulitan nyata, keringanan ada justru untuk itu. Nabi ﷺ mempraktikkan keduanya.

Apakah doa musafir tetap mustajab kalau perjalanan untuk wisata?

Hadits tentang doa musafir yang mustajab (Tirmidzi 1905) bersifat umum. Selama perjalanan itu mubah (bukan untuk maksiat), doa musafir masuk kategori istimewa. Wisata, kerja, mengunjungi keluarga, belajar, semuanya termasuk.

Bepergian tanpa terlewat sholat

FivePrayer: jadwal sholat yang mengikuti Anda lintas kota.

Deteksi lokasi otomatis, pengingat qasar opsional, dan adzan yang lembut menyesuaikan jadwal perjalanan. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome