Fakta cepat doa perjalanan:

Jumlah doa: 5 doa perjalanan dari sunnah
Naik kendaraan: Az-Zukhruf 43:13-14
Doa perjalanan: HR. Muslim 1342
Doa pulang: HR. Muslim 1345
Shalat qasar: QS. An-Nisa 4:101, 4 rakaat menjadi 2

Islam adalah agama yang menemani pemeluknya di setiap momen kehidupan, termasuk saat bepergian. Perjalanan dalam Islam bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan momen yang sarat dengan dzikir, doa, dan kesadaran akan perlindungan Allah. Sejak melangkahkan kaki keluar rumah hingga kembali memeluk keluarga, ada doa-doa sunnah yang Nabi ﷺ ajarkan untuk menjaga setiap tahap perjalanan.

Doa-doa ini bukan ritual tanpa makna. Masing-masing mengandung pengakuan tawadu: bahwa kendaraan yang ditumpangi hanya tunduk karena izin Allah, bahwa setiap langkah safar membutuhkan pertolongan-Nya, dan bahwa kembali ke rumah pun adalah nikmat yang layak disyukuri. Hadits-hadits tentang doa perjalanan tersebar di kitab-kitab shahih seperti Abu Dawud, Muslim, dan Tirmidzi, dengan sanad yang kuat.

Dalam artikel ini Anda akan menemukan kelima doa tersebut secara lengkap: teks Arab, transliterasi Latin, terjemahan Indonesia, dan sumber haditsnya. Ditambah panduan ringkas tentang shalat qasar dan jama' bagi musafir.

1. Doa Keluar Rumah

Sebelum melangkah keluar dari pintu rumah, Nabi ﷺ mengajarkan doa pendek namun penuh kekuatan. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca doa ini ketika keluar dari rumahnya, maka dikatakan kepadanya: "Engkau diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga." Setan pun menjauh darinya.

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Transliterasi:

Bismillāh, tawakkaltu 'alallāh, lā hawla wa lā quwwata illā billāh.

Terjemahan:

"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

Sumber: HR. Abu Dawud 5095, Tirmidzi 3426, hasan shahih.

Fadilah: Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa malaikat berkata kepada yang membaca doa ini, "Engkau diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga." Setan pun berkata kepada setan lainnya, "Bagaimana kalian bisa mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga?" Tiga jaminan perlindungan dalam satu kalimat pendek.

2. Doa Naik Kendaraan

Allah SWT menurunkan ayat khusus tentang doa menaiki kendaraan, sebuah pengakuan bahwa manusia tidak mampu menundukkan ciptaan Allah tanpa izin-Nya. Ayat ini dari Surah Az-Zukhruf 43:13-14, yang juga diajarkan Nabi ﷺ sebagai doa safar.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۞ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Transliterasi:

Subhānal-ladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn. Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.

Terjemahan:

"Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."

(QS. Az-Zukhruf 43:13-14)

Doa ini dibaca setelah duduk di atas kendaraan, baik mobil, pesawat, kapal, motor, atau kendaraan apa pun. Kalimat pertama adalah tasbih atas kebesaran Allah yang menundukkan kendaraan. Kalimat kedua adalah pengingat kematian: setiap perjalanan bisa menjadi yang terakhir, dan kita semua akan kembali kepada-Nya.

3. Doa Memulai Perjalanan

Ketika perjalanan dimulai, Nabi ﷺ mengajarkan doa panjang yang mencakup permohonan kebaikan, ketakwaan, dan perlindungan dari segala kesulitan di perjalanan. Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Transliterasi:

Allāhumma innā nas'aluka fī safarinā hādzal-birra wat-taqwā, wa minal-'amali mā tardhā. Allāhumma hawwin 'alaynā safaranā hādzā, wathwi 'annā bu'dah. Allāhumma antas-shāhibu fis-safar, wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsā'is-safar, wa ka'ābatil-manzhar, wa sū'il-munqalabi fil-māli wal-ahl.

Terjemahan:

"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini bagi kami, dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, dari pemandangan yang menyedihkan, dan dari keburukan saat pulang dalam hal harta dan keluarga."

Sumber: HR. Muslim 1342, dari Abdullah bin Umar RA.

Doa ini merangkum semua yang dibutuhkan seorang musafir: kemudahan fisik, perlindungan rohani, dan jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan. Perhatikan kalimat "Engkaulah teman dalam perjalanan", pengakuan bahwa Allah senantiasa menemani musafir, di mana pun ia berada.

4. Doa Memasuki Kota atau Tempat Baru

Ketika tiba di suatu tempat baru, ada dua doa yang dapat dibaca, satu hadits dari sunnah Nabi ﷺ dan satu ayat Al-Qur'an yang diajarkan untuk dibaca saat memasuki tempat.

Doa pertama (hadits):

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهَا

Transliterasi: Allāhumma bārik lanā fīhā.

Terjemahan: "Ya Allah, berkahilah kami di dalamnya (tempat ini)."

Doa kedua (QS. Al-Mukminun 23:29):

رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

Transliterasi: Rabbi anzilnī munzalan mubārakan wa anta khayrul-munzilīn.

Terjemahan: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik yang menempatkan."
(QS. Al-Mukminun 23:29)

Ayat ini asalnya berkaitan dengan kisah Nabi Nuh AS yang turun dari bahtera, namun para ulama menganjurkannya juga untuk dibaca saat memasuki tempat tinggal baru, hotel, atau kota yang baru pertama kali dikunjungi. Permohonan keberkahan tempat adalah bentuk kesadaran bahwa lingkungan pun berdampak pada amal dan ibadah.

5. Doa Pulang dari Perjalanan

Saat kembali ke rumah, ada doa khusus yang Nabi ﷺ ajarkan, sebuah ungkapan syukur atas selesainya perjalanan dengan selamat. Dari Abdullah bin Umar RA, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ jika kembali dari perang, haji, atau umrah, beliau selalu bertakbir tiga kali di setiap tempat yang tinggi, kemudian membaca doa ini.

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Transliterasi:

Āyibūna tā'ibūna 'ābidūna li-rabbinā hāmidūn.

Terjemahan:

"Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji Tuhan kami."

Sumber: HR. Muslim 1345, dari Abdullah bin Umar RA.

Empat kata yang padat makna: āyibūn (kami kembali dengan selamat), tā'ibūn (kami bertaubat dari segala khilaf selama perjalanan), 'ābidūn (kami tetap menjadi hamba Allah), hāmidūn (kami memuji-Nya atas selamatnya perjalanan). Doa ini bisa dilanjutkan dengan dua baris berikutnya yang terdapat dalam beberapa riwayat, yang menyebut tasbih, tahmid, dan takbir kepada Allah semata.

6. Shalat dalam Perjalanan: Qasar dan Jama'

Allah memberikan keringanan (rukhshah) kepada musafir dalam hal shalat. Dalilnya tersebut dalam QS. An-Nisa 4:101:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ

"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar (meringkas) shalat." (QS. An-Nisa 4:101)

Shalat Qasar, meringkas shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Berlaku untuk Zuhur, Asar, dan Isya. Shalat Magrib (3 rakaat) dan Subuh (2 rakaat) tidak diqasar. Syarat qasar menurut mayoritas ulama adalah jarak perjalanan minimal sekitar 77–88 km (dua marhalah). Para ulama berbeda pendapat tentang batas jarak yang tepat; sebagian menegaskan 77 km, sebagian 88 km.

Shalat Jama', menggabungkan dua shalat dalam satu waktu: Zuhur dengan Asar, atau Magrib dengan Isya. Ada dua cara:

  • Jama' taqdim: menggabungkan dua shalat di waktu yang pertama (Zuhur+Asar dikerjakan di waktu Zuhur; Magrib+Isya dikerjakan di waktu Magrib).
  • Jama' takhir: menggabungkan dua shalat di waktu yang kedua (Zuhur+Asar dikerjakan di waktu Asar; Magrib+Isya dikerjakan di waktu Isya).

Musafir boleh melakukan jama' qasar sekaligus, misalnya shalat Zuhur dan Asar masing-masing 2 rakaat (qasar), dikerjakan berurutan di waktu Zuhur (jama' taqdim). Ini adalah rukhshah yang Nabi ﷺ sendiri lakukan dalam perjalanan beliau.

Waktu shalat di manapun Anda berada. FivePrayer menampilkan jadwal shalat lima waktu yang akurat berdasarkan lokasi Anda, termasuk saat bepergian. Tidak perlu menghitung manual atau bingung soal zona waktu. Tersedia di iOS, Android, dan Chrome. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun.

Pertanyaan Umum

Apakah doa perjalanan wajib dibaca?

Tidak wajib, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Membaca doa perjalanan adalah mengikuti petunjuk Nabi ﷺ agar perjalanan mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah. Tidak membacanya tidak berdosa, namun kehilangan fadilah yang besar, termasuk jaminan petunjuk, kecukupan, dan penjagaan yang disebutkan dalam HR. Abu Dawud 5095.

Kapan doa naik kendaraan dibaca?

Doa naik kendaraan (QS. Az-Zukhruf 43:13-14) dibaca setelah Anda duduk di atas kendaraan, baik mobil, pesawat, kapal, motor, atau kendaraan apa pun. Dibaca saat kendaraan sudah stabil ditumpangi, bukan sebelum masuk. Cukup dibaca sekali di awal sebelum kendaraan bergerak.

Apakah perjalanan sehari juga boleh qasar?

Mayoritas ulama mensyaratkan jarak sekitar 77–88 km (dua marhalah) untuk shalat qasar. Perjalanan dalam kota atau jarak dekat yang belum mencapai batas tersebut, maka qasar tidak disyariatkan. Namun para ulama berbeda pendapat; sebagian berpendapat boleh qasar jika perjalanan memang melelahkan dan jauh dari rumah, standar adat setempat juga bisa menjadi pertimbangan.

Apa perbedaan jama' dan qasar?

Qasar adalah meringkas shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat (berlaku untuk Zuhur, Asar, Isya). Jama' adalah menggabungkan dua shalat dalam satu waktu: Zuhur dengan Asar, atau Magrib dengan Isya. Dalam perjalanan, boleh melakukan keduanya sekaligus, shalat jama' qasar, misalnya Zuhur dan Asar masing-masing 2 rakaat dikerjakan berurutan di waktu Zuhur.

Apakah doa perjalanan bisa dibaca di pesawat?

Ya, semua doa perjalanan berlaku untuk semua jenis kendaraan termasuk pesawat. Doa naik kendaraan (Az-Zukhruf 43:13-14) mencakup "setiap yang Allah tundukkan untuk kita", cakupannya universal dan tidak terbatas pada kendaraan zaman Nabi ﷺ. Shalat dalam pesawat juga sah: dilakukan duduk jika tidak memungkinkan berdiri, menghadap kiblat semampu mungkin.

Waktu shalat akurat dengan FivePrayer

Jadwal shalat di manapun perjalanan membawa Anda.

FivePrayer menampilkan waktu shalat lima waktu yang akurat berdasarkan lokasi Anda secara real-time, ideal untuk musafir yang berpindah zona waktu atau kota. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun. Tersedia di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome