Fakta cepat dzikir pagi:
• Waktu: setelah Subuh hingga terbit matahari, idealnya sebelum matahari terbit
• Durasi: sekitar 10 sampai 12 menit jika dibaca tenang
• Perlindungan: dijaga dari bahaya hingga petang (Tirmidzi 3388)
• Sumber: Hisnul Muslim, dihimpun dari hadits shahih
• Hukum: sunnah, Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, bahkan dalam perjalanan
Dzikir pagi (Arab: Adzkar as-Sabah) adalah doa-doa harian yang Nabi ﷺ ajarkan kepada para sahabat untuk dibaca di awal hari. Bacaannya pendek-pendek, sebagian berupa ayat Al-Qur'an dan sebagian doa kenabian, namun janji yang menyertainya luar biasa. Siapa yang membaca "Bismillahil-ladzi la yadhurru" tiga kali di pagi hari, "tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya." Siapa yang membaca Ayat Kursi, "akan ada penjaga dari Allah hingga petang." Dzikir pagi bukan hiasan opsional. Ini adalah pagar yang Nabi ﷺ bangun mengelilingi hari seorang mukmin, dan beliau tidak menurunkan pagar itu, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk siapa pun yang belajar darinya.
Tip: FivePrayer dapat mengingatkan Anda membaca dzikir pagi di waktu yang tepat setelah Subuh, di samping lima sholat fardhu. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun.
- Apa itu dzikir pagi?
- Waktu yang tepat membacanya
- 1. Ayat Kursi (1x)
- 2. Tiga Qul: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (3x masing-masing)
- 3. Ashbahna wa ashbahal-mulku lillah (1x)
- 4. Allahumma bika ashbahna (1x)
- 5. Sayyidul Istighfar (1x)
- 6. Bismillahil-ladzi la yadhurru (3x)
- 7. Hasbiyallahu la ilaha illa huwa (7x)
- 8. Radhitu billahi Rabba (3x)
- 9. Subhanallahi wa bihamdih (100x)
- 10. La ilaha illallah wahdahu (100x)
- Pertanyaan umum
Apa itu dzikir pagi?
Kata adzkar (bentuk tunggal: dzikr) berarti "pengingatan." Dzikir pagi adalah pengingatan spesifik yang Nabi ﷺ baca atau perintahkan dibaca di awal hari. Isinya meliputi ayat-ayat Al-Qur'an, doa-doa kenabian pendek, dan formula tasbih. Para ulama kemudian mengumpulkannya menjadi kompilasi, yang paling terkenal adalah Hisnul Muslim ("Benteng Seorang Muslim") karya Sa'id bin Ali al-Qahtani, yang menjadi rujukan utama dzikir harian di seluruh dunia.
Yang membedakan dzikir pagi dari doa biasa adalah dua hal. Pertama, lafaznya ditetapkan oleh wahyu. Nabi ﷺ mengajarkan kalimat-kalimat persis ini, dan mengubah lafaznya berarti mengubah dzikirnya. Kedua, pahala yang menyertai setiap dzikir disebutkan secara eksplisit. "Siapa yang mengucapkannya, akan terjadi ini dan itu." Tidak begitu sifat doa pada umumnya. Pada dzikir pagi, perlindungan, ampunan, pahala setara membebaskan budak, semuanya disebutkan dalam hadits.
Waktu yang tepat membacanya
Al-Qur'an menyebutkan dua waktu harian: "Bertasbihlah kepada Allah di pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab 33:42). Waktu "pagi" dalam fiqih dimulai dari masuknya Subuh hingga terbit matahari, dan idealnya dzikir ini dibaca persis setelah sholat Subuh. Jika terlewat, mayoritas ulama membolehkan membacanya hingga Dzuhur, walaupun semakin awal semakin baik. Riwayat-riwayat yang paling kuat semuanya mengaitkan dzikir pagi dengan waktu pergantian malaikat malam dengan malaikat siang, transisi yang Nabi ﷺ gambarkan dengan jelas.
Pendekatan praktis: sholat Subuh berjamaah jika memungkinkan, tetap duduk menghadap kiblat setelah sholat, dan baca dzikirnya sebelum bangkit. Nabi ﷺ bersabda tentang siapa yang duduk di tempatnya setelah Subuh berdzikir hingga matahari terbit: "Ia mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna." (Tirmidzi 586)
1. Ayat Kursi (1x, setelah Subuh)
Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (an-Nasa'i dalam al-Sunan al-Kubra, dishahihkan al-Albani.) Untuk dzikir pagi, Ayat Kursi dibaca satu kali setelah Subuh.
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum, la ta'khudzuhu sinatun wa la naum, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ardh, man dzal-ladzi yasyfa'u 'indahu illa bi-idznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhithuna bi-syai'in min 'ilmihi illa bima sya', wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ardh, wa la ya'uduhu hifzhuhuma, wa huwal 'aliyyul 'azhim.
Arti: "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Tegak. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan memelihara keduanya tidak memberatkan-Nya. Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Agung."
Dalil: QS. Al-Baqarah 2:255. Hadits mengenai pembacaannya: Sahih al-Bukhari 2311, di mana Nabi ﷺ menegaskan bahwa siapa yang membacanya sebelum tidur "akan ada penjaga dari Allah, dan setan tidak akan mendekatinya sampai pagi." Perlindungan yang sama dikaitkan dengan pembacaan paginya dalam kompilasi-kompilasi berikutnya.
2. Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (3x masing-masing)
Tiga Qul adalah surat 112, 113, 114, sering disebut al-mu'awwidzat ("yang menjadi perlindungan") karena dua yang terakhir diawali dengan "Aku berlindung." Nabi ﷺ berkata kepada 'Uqbah bin 'Amir (RA): "Bacalah ketiganya saat pagi dan petang, tiga kali masing-masing. Itu akan mencukupimu dari segala sesuatu." (Sunan Abu Dawud 5082, Tirmidzi 3575, shahih).
Surah Al-Ikhlas (112), 3 kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahush-shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad.
Arti: "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada satu pun yang setara dengan Dia."
Surah Al-Falaq (113), 3 kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul a'udzu bi-rabbil falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri ghasiqin idza waqab. Wa min syarrin-naffatsati fil 'uqad. Wa min syarri hasidin idza hasad.
Arti: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam saat gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat ia mendengki."
Surah An-Nas (114), 3 kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul a'udzu bi-rabbin-nas. Malikin-nas. Ilahin-nas. Min syarril waswasil khannas. Alladzi yuwaswisu fi shudurin-nas. Minal jinnati wan-nas.
Arti: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan di dalam dada manusia, dari jin dan manusia."
3. Ashbahna wa ashbahal-mulku lillah (1x)
Ini adalah dzikir pembuka pagi yang indah, menetapkan kedaulatan mutlak Allah atas hari yang baru. Nabi ﷺ mengajarkannya sebagai deklarasi pertama pagi hari.
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahna wa ashbahal-mulku lillah, wal-hamdu lillah, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamd, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Rabbi as'aluka khaira ma fi hadzal-yaum wa khaira ma ba'dah, wa a'udzu bika min syarri ma fi hadzal-yaum wa syarri ma ba'dah. Rabbi a'udzu bika minal-kasal wa su'il-kibar. Rabbi a'udzu bika min 'adzabin fin-nar wa 'adzabin fil-qabr.
Arti: "Kami telah memasuki pagi, dan kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan di hari ini dan setelahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur."
Dalil: Sahih Muslim 2723, dari Abdullah bin Mas'ud (RA), bahwa Nabi ﷺ mengajarkan lafaz persis ini untuk pagi, dan versi paralelnya "amsayna" untuk petang.
4. Allahumma bika ashbahna (1x)
Dzikir pendek yang mengumpulkan pagi, petang, hidup, dan mati dalam satu nafas, kemudian menyerahkan semuanya kepada Allah.
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Latin: Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namut, wa ilaikan-nusyur.
Arti: "Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki pagi, dengan-Mu kami memasuki petang, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kebangkitan."
Dalil: Sunan at-Tirmidzi 3391, hadits hasan. Abu Hurairah (RA) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membaca ini di pagi hari dan menggantinya dengan "Allahumma bika amsaina" di petang hari.
5. Sayyidul Istighfar, raja istighfar (1x)
Nabi ﷺ menyebut doa ini "raja dari istighfar." Inilah rumusan istighfar yang paling lengkap dalam tradisi kenabian.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa ant, khalaqtani wa ana 'abduk, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatha't, a'udzu bika min syarri ma shana't, abu'u laka bi-ni'matika 'alayya, wa abu'u laka bi-dzanbi, faghfir li, fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa ant.
Arti: "Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku hamba-Mu, dan aku akan menepati janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sungguh tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Dalil: Sahih al-Bukhari 6306. Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang membacanya di siang hari dengan yakin pada isinya, dan ia mati di hari itu sebelum petang, ia termasuk penghuni surga. Siapa yang membacanya di malam hari dengan yakin pada isinya, dan ia mati sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga."
6. Bismillahil-ladzi la yadhurru ma'asmihi syai' (3x)
Formula pendek tiga kali yang Nabi ﷺ janjikan akan melindungi dari segala bahaya hingga petang.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahil-ladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil-ardhi wa la fis-sama', wa huwas-Sami'ul-'Alim.
Arti: "Dengan nama Allah Yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi atau di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Dalil: Sunan at-Tirmidzi 3388, Sunan Abu Dawud 5088, hadits shahih. Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang membacanya tiga kali di pagi hari, tidak akan ditimpa musibah mendadak hingga petang, dan siapa yang membacanya tiga kali di petang, tidak akan ditimpa musibah mendadak hingga pagi." 'Utsman bin 'Affan (RA) adalah perawinya, dan ada kisah masyhur tentang salah seorang muridnya yang disengat kalajengking di malam yang sama saat ia lupa membaca dzikir ini.
7. Hasbiyallahu la ilaha illa huwa (7x)
Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang mengucapkan di pagi dan petang, 'Hasbiyallahu la ilaha illa huwa, 'alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul 'arsyil 'azhim,' tujuh kali, Allah akan mencukupinya dari apa pun yang menjadi kekhawatirannya di dunia dan akhirat." (Sunan Abu Dawud 5081, shahih menurut sebagian ulama dan lemah menurut sebagian lain; umumnya disertakan dalam kompilasi dzikir standar.)
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Latin: Hasbiyallahu la ilaha illa huwa, 'alaihi tawakkaltu wa huwa Rabbul 'arsyil 'azhim.
Arti: "Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan Arsy Yang Agung."
Bacalah tujuh kali, dan berhentilah merasakan apa yang Anda ucapkan. Hasbi, "Dia cukup bagiku." Bukan cukup sebagai cadangan, cukup sebagai segalanya.
8. Radhitu billahi Rabba (3x)
Deklarasi keridhaan yang membawa janji eksplisit dari Nabi ﷺ.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Radhitu billahi Rabba, wa bil-Islami dina, wa bi-Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama Nabiyya.
Arti: "Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabiku."
Dalil: Sunan at-Tirmidzi 3389, hadits hasan. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak seorang hamba pun yang mengucapkannya tiga kali di pagi dan tiga kali di petang, kecuali wajib bagi Allah untuk membuatnya ridha pada Hari Kiamat."
9. Subhanallahi wa bihamdih (100x)
Formula pendek ini membawa salah satu janji terkuat di seluruh kompilasi.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhanallahi wa bihamdih.
Arti: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi-Nya."
Dalil: Sahih Muslim 2692. Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca 'Subhanallahi wa bihamdih' seratus kali di pagi dan seratus kali di petang, tidak ada seorang pun pada Hari Kiamat yang datang dengan amal yang lebih baik darinya, kecuali orang yang membaca seperti itu atau lebih banyak lagi."
Seratus kali terdengar banyak, tetapi memakan waktu sekitar sembilan puluh detik. Banyak orang membaginya: lima puluh setelah Subuh, lima puluh menjelang akhir pagi. Keduanya boleh. Gunakan tasbih, jari Anda, atau sekadar hitung dengan nafas.
10. La ilaha illallah wahdahu la syarika lah (100x)
Tahlil penutup pagi hari, sering dipersingkat dalam kompilasi pendek menjadi sepuluh kali, tetapi instruksi kenabian yang lengkap adalah seratus kali.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamd, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Arti: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dalil: Sahih al-Bukhari 6403, Sahih Muslim 2691. Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang mengucapkannya seratus kali sehari, baginya pahala setara membebaskan sepuluh budak, dicatat untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, ia terlindungi dari setan pada hari itu hingga petang, dan tidak seorang pun datang dengan amal yang lebih baik darinya kecuali yang berbuat lebih banyak."
Membebaskan sepuluh budak, di zaman Nabi ﷺ, adalah amal finansial yang luar biasa. Pahala sepuluh budak, dalam satu menit dzikir, setiap hari.
Cara membangun kebiasaannya
Daftar lengkap memang panjang, dan godaannya adalah mengerjakan semuanya dengan sempurna selama tiga hari lalu berhenti, atau melewatkannya karena tidak ada waktu. Keduanya keliru. Nabi ﷺ bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang konsisten meski sedikit (Bukhari 6464). Mulailah dengan empat pilar:
- Ayat Kursi, 1 kali.
- Tiga Qul, 3 kali masing-masing.
- Bismillahil-ladzi la yadhurru, 3 kali.
- Sayyidul Istighfar, 1 kali.
Itu empat menit. Begitu sudah otomatis, tambahkan tasbih (Subhanallahi wa bihamdih, 100 kali), lalu tahlil (La ilaha illallah wahdahu, 100 kali), kemudian sisanya. Dalam beberapa minggu seluruh rangkaian menjadi alami, dan Anda akan merasakan bedanya dalam hari Anda. Bukan plasebo, efek perlindungannya nyata, dan Nabi ﷺ telah menggambarkannya.
Baca dzikir pagi di tempat Anda sholat Subuh. Jangan beranjak. Lima menit setelah Subuh adalah saat malaikat siang menggantikan malaikat malam, dan dzikir Anda di waktu itu disaksikan keduanya. FivePrayer mengingatkan Anda untuk tetap di tempat setelah Subuh dan memberikan daftar dzikir lengkap di layar, dalam Arab dengan terjemahan Indonesia.
Pertanyaan umum
Kapan waktu terbaik membaca dzikir pagi?
Waktunya dimulai setelah sholat Subuh hingga terbit matahari, dan idealnya dibaca sebelum matahari terbit. Jika terlewat, mayoritas ulama membolehkan membacanya hingga sebelum Dzuhur. Dalil-dalil yang kuat mengaitkan dzikir pagi dengan waktu setelah Subuh, saat malaikat malam digantikan oleh malaikat siang.
Berapa lama membaca dzikir pagi?
Dzikir pagi lengkap dari Hisnul Muslim memerlukan sekitar 10 sampai 15 menit jika dibaca dengan tenang. Bagi pemula, mulailah dengan empat pilar: Ayat Kursi 1 kali, tiga Qul masing-masing 3 kali, "Bismillahil-ladzi la yadhurru" 3 kali, dan sayyidul istighfar 1 kali. Itu sekitar 4 menit dan sudah merupakan inti perlindungan.
Apa perbedaan dzikir pagi dan dzikir petang?
Strukturnya hampir sama, hanya kata kerjanya berbeda. Di pagi hari kita ucapkan ashbahna (kami berada di pagi); di petang amsayna (kami berada di petang). Beberapa dzikir khusus petang, seperti "A'udzu bi kalimatillahit-tammat" yang diriwayatkan Muslim 2708 untuk siapa pun yang singgah di suatu tempat di petang hari.
Bolehkah membaca dzikir pagi hanya dengan terjemahan?
Pahala dzikir terikat pada lafaz Arabnya, terutama untuk ayat Quran seperti Ayat Kursi dan tiga Qul. Bacalah teks Arab terlebih dahulu, walau pelan-pelan, lalu baca terjemahannya supaya hati memahami apa yang lisan ucapkan. Latin di panduan ini membantu yang belum lancar membaca huruf Arab.
Bagaimana jika saya melewatkan dzikir pagi suatu hari?
Qadha-lah di hari yang sama sebelum Dzuhur jika memungkinkan, walaupun sebagian. Perlindungannya untuk hari itu, jadi lakukan semampunya. Kemudian kembali konsisten esok harinya. Nabi ﷺ mengajarkan dzikir ini sebagai pagar harian, melewatkan satu hari berarti pagar terbuka satu hari, bukan rusak selamanya. Besok adalah awal yang baru.
FivePrayer: jadwal sholat akurat dan pengingat dzikir.
Jadwal sholat sesuai lokasi tepat Anda, suara adzan yang tenang, dan pengingat lembut untuk membaca dzikir setelah Subuh. Gratis di iOS, Android, dan Chrome. Tanpa iklan, tanpa akun.