Ringkasan dzikir petang:

Waktu mulai: setelah shalat Ashar
Waktu habis: terbenamnya matahari (Maghrib)
Durasi: sekitar 10 hingga 15 menit
Hukum: sunnah muakkadah
Manfaat utama: perlindungan, ketenangan, penghapus dosa

Sore hari adalah celah. Sibuknya siang sudah lewat. Malamnya belum datang. Di celah itulah Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, menghadap Allah, dan membaca kalimat-kalimat yang menjadi perisai dari matahari terbenam hingga fajar. Dzikir petang bukan sekadar rutinitas. Ia adalah pernyataan bahwa kita tidak memasuki malam sendirian.

Tips: FivePrayer mengingatkan Anda untuk shalat Ashar tepat waktu, sehingga Anda tidak melewatkan momen terbaik membaca dzikir petang setelah shalat. Gratis, tanpa iklan.

Waktu dzikir petang

Waktu dzikir petang dimulai setelah shalat Ashar dan berakhir saat matahari terbenam. Ini bukan aturan kaku tanpa alasan. Waktu Ashar adalah waktu ketika Allah menyebut siang berganti menuju malam, dan malaikat siang bergantian dengan malaikat malam. Ia adalah batas alami yang menjadikan dzikir petang tepat pada momen pergantian itu.

Waktu terbaik adalah langsung setelah salam Ashar, saat tubuh masih dalam posisi shalat dan hati masih dalam keheningan. Menundanya berarti membiarkan kesibukan sore menggeser niat yang sudah ada. Jika Anda terlupa dan baru ingat setelah Maghrib, sebagian ulama membolehkan untuk tetap membacanya sebagai qadha dzikir, meski waktunya sudah lewat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang." (QS Al-Ahzab: 41-42). Ayat ini adalah perintah langsung untuk menjadikan waktu petang sebagai waktu dzikir yang terstruktur.

Bacaan pembuka: memasuki petang bersama Allah

Dzikir petang dibuka dengan kalimat yang menyatakan kesadaran kita bahwa malam ini milik Allah. Bacaan ini dari hadis sahih riwayat Abu Dawud dan Muslim:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Amsayna wa amsal-mulku lillah, wal-hamdu lillah, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.

"Kami memasuki petang dan kerajaan alam petang ini milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dibaca 1 kali. Sumber: Sahih Muslim 2723

Ayat Kursi: perlindungan terbesar

Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255) adalah bacaan paling utama dalam dzikir petang. Nabi ﷺ bersabda, barangsiapa membacanya setiap petang, ia akan senantiasa dalam perlindungan Allah hingga pagi. (Sunan Abu Dawud 5074, dinyatakan sahih oleh al-Albani).

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dilanda kantuk dan tidak pula tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung." (QS Al-Baqarah: 255)

Dibaca 1 kali.

Tiga surat perlindungan: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

Nabi ﷺ menganjurkan membaca ketiga surat ini masing-masing tiga kali setiap petang. Beliau bersabda bahwa ketiganya cukup untuk menjaga dari segala sesuatu. (Sunan Abu Dawud 5082, Tirmidzi 3575).

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." (QS Al-Ikhlas: 1-4)

Dibaca 3 kali.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (QS Al-Falaq: 1-5)

Dibaca 3 kali.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَهِ النَّاسِ ۝ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia." (QS An-Nas: 1-6)

Dibaca 3 kali.

Sayyidul Istighfar: penghulu istighfar

Nabi ﷺ menyebut doa ini sebagai "Sayyidul Istighfar" dan bersabda, barangsiapa membacanya pada petang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal malam itu sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga. (Sahih al-Bukhari 6306).

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi la ilaha illa ant, khalaqtani wa ana 'abduk, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastata't, a'udzu bika min syarri ma shana't, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u laka bidzanbi, faghfir li fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa ant.

"Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampu aku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."

Dibaca 1 kali. Sumber: Sahih al-Bukhari 6306

Doa perlindungan petang

Doa perlindungan ini berasal dari Sunan Abu Dawud 5088 dan dinilai sahih. Membacanya tiga kali pada petang hari melindungi dari segala keburukan malam hingga fajar:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A'udzu bikalimatillahit-tammati min syarri ma khalaq.

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk yang Dia ciptakan."

Dibaca 3 kali. Sumber: Sahih Muslim 2709

Dzikir berikutnya adalah dzikir yang ringkas namun berat timbangannya. Nabi ﷺ menganjurkannya 100 kali pada petang hari:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallahi wa bihamdih.

"Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."

Dibaca 100 kali. Siapa yang membacanya 100 kali pada petang hari, dosa-dosanya dihapus meskipun sebanyak buih lautan. (Sahih al-Bukhari 6405)

Tasbih petang: tiga kalimat yang dicintai Allah

Nabi ﷺ bersabda, kalimat yang paling dicintai Allah ada empat. Boleh dimulai dari mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. (Sahih Muslim 2137). Membacanya pada petang menjadikan petang itu hidup dengan ingat kepada Allah.

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.

"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

Dibaca 33 kali masing-masing, atau 100 kali secara berurutan.

Tutup dzikir petang dengan shalawat atas Nabi ﷺ. Nabi bersabda, barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. (Sahih Muslim 408).

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.

"Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."

Dibaca minimal 10 kali.

Keutamaan dzikir petang

Dzikir petang bukan amalan kecil yang boleh diremehkan. Keutamaannya datang langsung dari hadis-hadis sahih yang diriwayatkan oleh para imam besar hadis.

Pertama, perlindungan dari kejahatan malam. Nabi ﷺ menjamin perlindungan bagi siapa yang membaca Ayat Kursi dan tiga qul setiap petang. Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, perlindungan itu mencakup ketenangan hati, kejelasan pikiran, dan keselamatan dari hal-hal yang tidak terlihat.

Kedua, penghapus dosa. Membaca "Subhanallahi wa bihamdihi" 100 kali pada petang hari menghapus dosa meskipun sebanyak buih lautan. Ini bukan metafora. Ini janji Nabi ﷺ yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari 6405. Seorang Muslim yang rutin membaca dzikir petang memasuki setiap malam dalam keadaan yang lebih bersih dari sebelumnya.

Ketiga, jaminan surga untuk yang istiqamah. Barangsiapa membaca Sayyidul Istighfar pada petang hari dengan keyakinan penuh, dan meninggal malam itu, ia termasuk ahli surga. (Bukhari 6306). Ini adalah investasi terbesar yang bisa dilakukan dalam 30 detik.

Keempat, ketenangan yang nyata. Banyak Muslim yang rutin dzikir petang melaporkan bahwa kualitas malam dan tidur mereka berubah. Bukan karena dzikir adalah meditasi, meski ia punya efek serupa, tetapi karena mengetuk pintu Allah sebelum malam adalah tindakan kepercayaan yang menenangkan jiwa dengan cara yang tidak bisa dijelaskan oleh psikologi biasa.

Kelima, menjaga dari lalai. Petang adalah waktu paling rawan untuk lalai. Aktivitas sosial, hiburan, dan kelelahan siang bersatu mendorong kita jauh dari Allah. Dzikir petang adalah penghalang alami dari kelalaian itu.

Pertanyaan umum

Kapan waktu dzikir petang dimulai?

Waktu dzikir petang dimulai setelah shalat Ashar dan berlanjut hingga matahari terbenam. Waktu terbaik adalah setelah shalat Ashar sambil masih duduk di tempat shalat, sebelum aktivitas sore mengalihkan perhatian.

Apakah urutan dzikir petang harus persis seperti di atas?

Tidak ada urutan yang diwajibkan oleh sunnah. Urutan yang disajikan di sini mengikuti praktik mayoritas ulama berdasarkan tingkat keutamaan masing-masing dzikir. Jika Anda terbiasa dengan urutan berbeda dari buku hizb atau wirid, itu juga boleh selama bacaannya dari sunnah yang sahih.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dzikir petang?

Dzikir petang lengkap membutuhkan sekitar 10 hingga 15 menit. Jika waktu terbatas, cukup baca Ayat Kursi, tiga qul tiga kali, dan Sayyidul Istighfar. Itu sudah mencakup perlindungan paling pokok.

Bolehkah membaca dzikir petang setelah Maghrib?

Para ulama berbeda pendapat. Yang terbaik adalah berusaha membacanya sebelum Maghrib. Jika terlewat, tetap baca sebagai qadha karena lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Apa perbedaan dzikir pagi dan dzikir petang?

Banyak bacaannya sama. Perbedaan utama pada lafaz pembuka: dzikir pagi menggunakan "Ashabna" (kami memasuki pagi) sedangkan dzikir petang menggunakan "Amsayna" (kami memasuki petang).

Jangan lewatkan sholat

FivePrayer: pengingat Ashar agar dzikir petang tidak terlewat.

Dzikir petang terbaik dimulai tepat setelah shalat Ashar. FivePrayer mengingatkan Anda dengan adzan lembut dan notifikasi yang tidak mengganggu, sehingga Anda selalu tahu kapan waktunya. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome