Idul Adha, yang dalam bahasa Arab berarti "Hari Raya Penyembelihan," adalah hari raya Islam yang dirayakan setiap 10 Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah. Hari ini adalah momen puncak ibadah haji, ketika jutaan jamaah di Makkah sedang menyelesaikan wukuf di Arafah dan melempar jumrah di Mina. Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak berhaji, Idul Adha dirayakan dengan sholat Ied dan penyembelihan hewan qurban.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." - QS Al-Kautsar 108:1-2

Ingat: Di Idul Adha, sunnah untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum sholat Ied. Makanlah setelah sholat dan setelah memotong atau menerima daging qurban. Ini kebalikan dari sunnah Idul Fitri.

Makna dan sejarah Idul Adha

Idul Adha memperingati ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Ketika Ibrahim sudah siap melaksanakan perintah tersebut dengan penuh keikhlasan, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba dari surga. Peristiwa ini menjadi simbol ketundukan total kepada Allah dan kesediaan untuk mengorbankan yang paling berharga demi ridha-Nya.

Ibadah qurban yang dilakukan setiap Idul Adha adalah pengulangan simbolik dari ketaatan Ibrahim. Ketika kita menyembelih hewan qurban, kita menegaskan ulang bahwa segala yang kita miliki pada hakikatnya milik Allah, dan kita rela menyerahkan sebagian di jalan-Nya.

Idul Adha juga disebut Hari Raya Haji karena bertepatan dengan puncak ibadah haji. Pada 10 Dzulhijjah, para jamaah haji melakukan jumrah aqabah, memotong rambut, dan merayakan hari raya bersama di Mina. Di seluruh penjuru dunia, umat Islam merayakan hari yang sama dengan sholat Ied dan penyembelihan qurban.

Amalan 10 hari pertama Dzulhijjah

Sebelum Idul Adha tiba, ada 10 hari istimewa yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada hari-hari di mana amal sholeh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah)." (HR Bukhari).

Para sahabat bertanya: "Bahkan jihad di jalan Allah?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, bahkan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak ada yang kembali dari itu."

Amalan yang dianjurkan selama 10 Dzulhijjah

  • Puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah). Ini adalah puasa sunnah yang paling utama. Nabi ﷺ bersabda puasa hari Arafah menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang (HR Muslim). Puasa ini hanya untuk yang tidak berhaji; jamaah haji yang sedang di Arafah tidak berpuasa.
  • Memperbanyak dzikir, tahlil, tahmid, dan takbir. Khususnya takbir muthlaq yang dikumandangkan sejak 1 Dzulhijjah.
  • Puasa sunnah 1-8 Dzulhijjah jika mampu, atau minimal beberapa hari saja.
  • Membaca Al-Qur'an, sedekah, dan memperbanyak sholat sunnah.
  • Bagi yang akan berkurban: tidak memotong rambut dan kuku sejak masuk Dzulhijjah hingga hewan qurban disembelih.

Takbir Idul Adha

Takbir Idul Adha lebih panjang masa waktunya dibanding takbir Idul Fitri. Ada dua jenis takbir di Idul Adha:

Takbir Muthlaq

Takbir yang dikumandangkan kapan saja dan di mana saja, tanpa terikat dengan sholat. Dimulai sejak masuk bulan Dzulhijjah (1 Dzulhijjah) hingga akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Kumandangkan takbir ini di jalan, di rumah, di pasar, di masjid, kapan pun Anda ingat.

Takbir Muqayyad

Takbir yang dikumandangkan setelah setiap sholat fardhu. Dimulai sejak Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Jadi ada 23 sholat fardhu yang setelahnya dikumandangkan takbir muqayyad.

Lafaz takbir sama dengan takbir Idul Fitri: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd."

Sunnah pagi hari raya Idul Adha

Sunnah pagi Idul Adha hampir sama dengan Idul Fitri, dengan beberapa perbedaan penting:

  • Mandi sebelum sholat Ied.
  • Memakai pakaian terbaik dan wewangian.
  • Berangkat lebih awal ke tempat sholat.
  • TIDAK makan sebelum sholat Ied. Ini sunnah khas Idul Adha, kebalikan dari Idul Fitri. Makanlah setelah sholat dan setelah menerima daging qurban.
  • Mengumandangkan takbir sepanjang perjalanan ke tempat sholat.
  • Mengambil rute berbeda saat berangkat dan pulang, seperti di Idul Fitri.

Tata cara sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha memiliki tata cara yang identik dengan sholat Idul Fitri, yaitu 2 rakaat dengan tambahan takbir.

Niat sholat Idul Adha

Sebagai makmum: "Ushalli sunnata li Idil Adha rak'ataini ma'muuman lillahi ta'ala." (Aku niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.)

Urutan sholat Idul Adha

  1. Takbiratul ihram, lalu baca doa iftitah.
  2. Rakaat pertama: 7 takbir tambahan, sambil mengangkat tangan tiap takbir.
  3. Baca Al-Fatihah dan surah (umumnya Surah Al-A'la atau Surah Qaf).
  4. Rukuk, sujud, seperti sholat biasa, lalu berdiri ke rakaat kedua.
  5. Rakaat kedua: 5 takbir tambahan sebelum Al-Fatihah.
  6. Baca Al-Fatihah dan surah (umumnya Surah Al-Ghasyiyah atau Surah Al-Qamar).
  7. Rukuk, sujud, tasyahud akhir, salam.
  8. Dengarkan khutbah yang dilakukan setelah sholat.

Perbedaan dengan sholat biasa: Jika lupa jumlah takbir tambahan, cukup lanjutkan. Sholat tidak batal karenanya, karena takbir tambahan adalah sunnah, bukan rukun. Ikuti gerakan imam dan jangan panik.

Tata cara qurban

Qurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Syarat hewan qurban

  • Jenis hewan: Kambing/domba (1 ekor untuk 1 orang), sapi/kerbau (1 ekor untuk 7 orang), atau unta (1 ekor untuk 7 orang).
  • Usia minimum: Kambing/domba minimal 1 tahun (atau domba gemuk yang sudah terlihat dewasa minimal 6 bulan). Sapi minimal 2 tahun. Unta minimal 5 tahun.
  • Kondisi hewan: Tidak cacat parah. Tidak boleh buta sebelah, pincang parah, sangat kurus, atau sakit keras.
  • Siap sebelum disembelih: Tidak ada kewajiban untuk hadir saat penyembelihan, tapi dianjurkan.

Tata cara penyembelihan

  1. Mengucapkan: "Bismillahi Allahu Akbar" sebelum menyembelih.
  2. Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
  3. Menyembelih dengan pisau yang tajam dan sekali ayun, memutus tenggorokan, dua urat nadi, dan saluran makan.
  4. Membiarkan darah mengalir hingga hewan benar-benar mati sebelum dikuliti.
  5. Boleh mengucapkan: "Allahumma haadza minka wa laka, haadza 'annii wa 'an ahli baytii" (Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini dariku dan dari keluargaku).

Siapa yang wajib berkurban?

Qurban hukumnya sunnah muakkadah bagi setiap muslim yang baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara finansial. Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang memiliki kemampuan (untuk berkurban) tapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat sholat kami." (HR Ibnu Majah, dihasankan oleh sebagian ulama).

Kemampuan finansial di sini berarti memiliki kelebihan harta dari kebutuhan pokok diri dan keluarga. Jika ragu soal kemampuan, konsultasikan dengan ustadz atau lembaga zakat setempat.

Kapan batas waktu penyembelihan?

Penyembelihan dimulai setelah sholat Idul Adha dan berakhir pada terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Ada 4 hari penyembelihan: 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tapi afdhalnya adalah segera setelah sholat Ied pada 10 Dzulhijjah.

Pembagian daging qurban

Daging hewan qurban dibagikan dengan pembagian yang dianjurkan oleh ulama berdasarkan hadits dan ijtihad:

  • Sepertiga untuk dimakan sendiri dan keluarga. Ini adalah hak orang yang berkurban dan merupakan sunnah Nabi ﷺ yang juga makan dari qurbannya sendiri.
  • Sepertiga untuk dihadiahkan kepada tetangga, kerabat, dan teman, termasuk yang sudah berkurban sendiri.
  • Sepertiga untuk disedekahkan kepada fakir miskin yang membutuhkan.

Boleh juga seluruh daging disedekahkan. Yang tidak boleh adalah menjual daging, tulang, kulit, atau bagian apa pun dari hewan qurban. Kulit boleh digunakan sendiri atau disedekahkan, tapi tidak boleh dijual oleh orang yang berkurban maupun oleh jagal yang dibayar dengan bagian dari hewan qurban.

Di Indonesia, banyak masjid dan lembaga amil zakat yang memfasilitasi penyembelihan dan distribusi qurban secara profesional. Ini sangat membantu memastikan daging qurban sampai ke tangan yang membutuhkan, termasuk di daerah-daerah terpencil.

Doa setelah menyembelih qurban

"Allahumma taqabbal minni kamaa taqabbalta min Ibrahiima khalilika wa Muhammadin 'abdika wa rasulika." (Ya Allah, terimalah qurbanku sebagaimana Engkau telah menerima qurban Ibrahim kekasih-Mu dan Muhammad hamba dan rasul-Mu.)

Pertanyaan umum

Apa perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha?

Idul Fitri dirayakan pada 1 Syawal setelah puasa Ramadan, dengan sunnah makan sebelum sholat dan tidak ada penyembelihan hewan. Idul Adha dirayakan pada 10 Dzulhijjah bersamaan dengan jamaah haji di Makkah, ditandai dengan penyembelihan hewan qurban dan dianjurkan tidak makan sebelum sholat Ied.

Berapa rakaat sholat Idul Adha?

Sama dengan Idul Fitri, sholat Idul Adha terdiri dari 2 rakaat. Rakaat pertama ada 7 takbir tambahan dan rakaat kedua ada 5 takbir tambahan, sebelum membaca Al-Fatihah di masing-masing rakaat.

Siapa yang wajib berkurban?

Qurban hukumnya sunnah muakkadah bagi setiap muslim yang baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara finansial (memiliki kelebihan dari kebutuhan pokok). Satu kambing cukup untuk satu orang atau satu keluarga. Satu sapi atau unta boleh untuk tujuh orang.

Kapan batas waktu menyembelih hewan qurban?

Penyembelihan qurban dimulai setelah sholat Idul Adha dan berakhir pada terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah (akhir hari Tasyriq). Jadi ada 4 hari untuk menyembelih: 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Bagaimana cara membagi daging qurban?

Daging qurban dianjurkan dibagi menjadi tiga bagian: sepertiga untuk dimakan sendiri dan keluarga, sepertiga untuk dihadiahkan kepada kerabat dan tetangga, dan sepertiga untuk disedekahkan kepada fakir miskin. Namun boleh juga seluruhnya disedekahkan.

Dapatkan waktu sholat yang akurat dan arah kiblat di mana saja.