Fakta cepat jamak & qasar:

Qasar: meringkas sholat 4 rakaat menjadi 2
Jamak: menggabung 2 sholat di satu waktu
Untuk siapa: hanya musafir (orang dalam perjalanan)
Jarak minimum: ~80-88 km (perbedaan antar mazhab)
Batas hari: 4-15 hari tergantung mazhab
Yang tidak dijamak/qasar: Subuh selalu sendiri, Maghrib tidak diqasar

Sholat jamak dan qasar adalah dua keringanan (rukhsah) dari Allah untuk musafir. Keduanya berbeda, qasar meringkas jumlah rakaat, sedangkan jamak menggabung dua waktu sholat menjadi satu. Bisa dilakukan sendiri-sendiri (qasar saja, jamak saja) atau bersama (jamak+qasar). Inilah salah satu wujud kemudahan Islam: agama yang menyertai Anda di jalan.

Apa itu qasar?

Qasar (Arab: al-qasr, "meringkas") adalah meringkas sholat yang aslinya 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Yang bisa diqasar:

  • Dzuhur: 4 → 2 rakaat
  • Ashar: 4 → 2 rakaat
  • Isya: 4 → 2 rakaat

Yang tidak diqasar:

  • Subuh: tetap 2 rakaat (sudah pendek)
  • Maghrib: tetap 3 rakaat (tidak diqasar)

Aisyah RA: "Sholat pertama kali diwajibkan dua rakaat, kemudian ditetapkan demikian untuk sholat dalam perjalanan dan disempurnakan untuk sholat di tempat tinggal." (HR Bukhari 350)

Apa itu jamak?

Jamak (Arab: al-jam', "menggabung") adalah mengerjakan dua sholat di satu waktu. Ada dua macam:

  • Jamak Taqdim, kedua sholat dikerjakan di waktu yang lebih awal. Contoh: Ashar dikerjakan di waktu Dzuhur.
  • Jamak Ta'khir, kedua sholat dikerjakan di waktu yang lebih akhir. Contoh: Dzuhur dikerjakan di waktu Ashar.

Pasangan yang boleh dijamak:

  • Dzuhur + Ashar, boleh taqdim atau ta'khir
  • Maghrib + Isya, boleh taqdim atau ta'khir

Yang tidak boleh dijamak:

  • Subuh tidak digabung dengan sholat lain, selalu sendiri di waktunya.
  • Ashar tidak digabung dengan Maghrib (bukan pasangannya).
  • Isya tidak digabung dengan Subuh.

Anas bin Malik RA: "Apabila Nabi ﷺ berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan Dzuhur ke waktu Ashar lalu turun dari kendaraan dan menjamak keduanya. Jika matahari telah tergelincir sebelum berangkat, beliau sholat Dzuhur dulu lalu naik (kendaraan)." (HR Bukhari 1112)

Syarat menjadi musafir

Jarak tempuh

MazhabJarak minimum
Hanafi~81 km (perjalanan 3 hari dengan jalan kaki)
Maliki~88 km
Syafi'i~88 km (sekitar 4 burud / 16 farsakh)
Hanbali~88 km

Di Indonesia, batasan praktis yang lazim dipakai adalah ~88 km dari batas kota tempat tinggal. Kalau Anda dari Jakarta ke Bandung (sekitar 150 km), itu sudah masuk kategori safar.

Tujuan halal

Bepergian harus untuk tujuan yang dibolehkan syariat. Mayoritas ulama: bepergian untuk maksiat membatalkan rukhsah safar, tidak boleh qasar atau jamak.

Sudah keluar batas kota

Qasar mulai berlaku setelah keluar dari batas kota/desa tempat tinggal. Selama masih di dalam kota, sholat tetap penuh meski sudah mau berangkat. Begitu pula saat pulang, qasar berakhir saat masuk batas kota lagi.

Batas hari tinggal di tujuan

MazhabBatas tinggal sebagai musafir
HanafiSelama berniat tinggal < 15 hari
Maliki / Syafi'i / Hanbali< 4 hari di tujuan (tidak termasuk hari datang & hari pulang)

Jika Anda bekerja sebulan di kota lain dan berniat tinggal sebulan penuh, mayoritas ulama menyebut Anda sudah mukim, bukan musafir, sholat penuh seperti biasa.

Cara sholat jamak qasar

Contoh 1: Dzuhur + Ashar Jamak Taqdim + Qasar (paling umum)

  1. Wudhu, menghadap kiblat, masuk waktu Dzuhur.
  2. Niat Dzuhur: "Saya niat sholat fardhu Dzuhur dua rakaat qasar, dijamak dengan Ashar, jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  3. Takbiratul ihram, sholat 2 rakaat seperti biasa, salam.
  4. Berdiri langsung tanpa jeda panjang (boleh sekadar iqamah).
  5. Niat Ashar: "Saya niat sholat fardhu Ashar dua rakaat qasar, jamak taqdim dengan Dzuhur, karena Allah Ta'ala."
  6. Takbiratul ihram, sholat 2 rakaat seperti biasa, salam.

Contoh 2: Maghrib + Isya Jamak Taqdim + Qasar

Penting: Maghrib tidak diqasar. Tetap 3 rakaat. Hanya Isya yang diqasar menjadi 2 rakaat.

  1. Niat Maghrib: "Saya niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat, dijamak dengan Isya, jamak taqdim, karena Allah Ta'ala."
  2. Sholat 3 rakaat Maghrib seperti biasa, salam.
  3. Niat Isya: "Saya niat sholat fardhu Isya dua rakaat qasar, jamak taqdim dengan Maghrib, karena Allah Ta'ala."
  4. Sholat 2 rakaat Isya, salam.

Contoh 3: Jamak Ta'khir (digabung di waktu kedua)

Misalnya Anda sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dan tidak sempat berhenti saat Dzuhur. Niatkan di waktu Dzuhur untuk menjamak ta'khir ke Ashar. Saat tiba di tempat istirahat saat Ashar:

  1. Niat Dzuhur: "Saya niat sholat fardhu Dzuhur dua rakaat qasar, jamak ta'khir dengan Ashar, karena Allah Ta'ala." Sholat 2 rakaat, salam.
  2. Niat Ashar: "Saya niat sholat fardhu Ashar dua rakaat qasar, jamak ta'khir dengan Dzuhur, karena Allah Ta'ala." Sholat 2 rakaat, salam.

FivePrayer mengikuti Anda saat safar. Lokasi otomatis menyesuaikan waktu sholat di kota tujuan. Tetap akurat di pesawat, kereta, atau bus. Gratis, tanpa iklan.

Tabel perbandingan: qasar, jamak, jamak+qasar

ModeDzuhurAsharMaghribIsyaSubuh
Qasar saja2 rakaat (di waktu masing-masing)2 rakaat3 rakaat2 rakaat2 rakaat
Jamak saja4 rakaat (Dzuhur+Ashar di satu waktu)4 rakaat3 rakaat (Maghrib+Isya di satu waktu)4 rakaat2 rakaat (sendiri)
Jamak + Qasar2 rakaat (Dzuhur+Ashar di satu waktu)2 rakaat3 rakaat (Maghrib+Isya di satu waktu)2 rakaat2 rakaat (sendiri)

Pertanyaan umum

Qasar wajib atau boleh saja?

Mayoritas (Syafi'i, Maliki, Hanbali): qasar adalah rukhsah, boleh diambil atau ditinggalkan, dengan pengambilan lebih utama.
Hanafi: qasar wajib bagi musafir. Sholat penuh dianggap menyalahi sunnah.

Bolehkah musafir tetap sholat penuh 4 rakaat?

Mayoritas: boleh, tapi yang lebih utama adalah mengambil keringanan. Hanafi: makruh.

Bisakah jamak tanpa bepergian (safar)?

Umumnya tidak. Jamak dirancang untuk musafir. Pengecualian: hujan deras yang menyulitkan ke masjid, sakit berat, ketakutan, dan jamaah haji di Arafah (Dzuhur+Ashar) serta Muzdalifah (Maghrib+Isya).

Bisakah jamak Subuh dengan Dzuhur?

Tidak bisa. Subuh selalu sendirian di waktunya. Pasangan jamak hanya Dzuhur+Ashar dan Maghrib+Isya.

Musafir sholat di belakang imam mukim, qasar atau tidak?

Tidak qasar. Lengkapi 4 rakaat penuh mengikuti imam. Ibnu Abbas RA ditanya: "Kenapa musafir sholat dua rakaat sendirian, tapi empat rakaat di belakang imam mukim?" Beliau menjawab: "Itulah sunnah Nabi ﷺ." (HR Ahmad)

Tetap tenang di setiap perjalanan

FivePrayer: pendamping musafir yang akurat.

Jadwal sholat akurat dengan lokasi otomatis, adzan dengan kunci layar, dan jadwal yang mengikuti perubahan zona waktu. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome