Fakta cepat sholat istikharah:
• Hukum: sunnah yang sangat dianjurkan untuk setiap urusan penting
• Jumlah rakaat: 2 rakaat
• Dalil utama: Sahih al-Bukhari 1166, diajarkan Nabi ﷺ untuk semua urusan
• Waktu: kapan saja kecuali tiga waktu terlarang; paling utama sepertiga malam terakhir
• Doa: dibaca SETELAH salam, bukan di dalam sholat
Sholat istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat untuk memohon pilihan terbaik kepada Allah saat menghadapi keputusan penting. Kata istikharah sendiri berarti "memohon pilihan yang baik". Saat akal manusia terbatas, sementara Allah Maha Mengetahui yang ghaib dan akibat dari setiap pilihan, istikharah menjadi cara orang mukmin menyerahkan urusannya kepada Yang Maha Bijaksana, dengan tetap berikhtiar dan musyawarah.
Apa itu sholat istikharah?
Istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang diikuti doa khusus, dilakukan ketika seseorang ragu di antara dua pilihan atau lebih dalam suatu urusan yang mubah (diperbolehkan). Tujuannya bukan agar Allah menampakkan masa depan, tapi agar Allah membukakan jalan terbaik dan menutup jalan yang buruk.
Dalil utama istikharah adalah hadits Jabir bin Abdullah RA:
"Rasulullah ﷺ mengajarkan kami istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surat-surat dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: 'Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan suatu urusan, maka sholatlah dua rakaat yang bukan fardhu, kemudian berdoalah...'"
(HR Bukhari 1166)
Perhatikan kata "segala urusan", istikharah bukan eksklusif untuk jodoh atau pekerjaan besar. Para sahabat melakukan istikharah bahkan untuk hal-hal yang tampak kecil, seperti memilih sandal mana yang akan dipakai dalam safar. Selama urusan itu mubah dan Anda ragu, istikharah adalah jalan terbaik.
Kapan harus melakukan istikharah?
Istikharah disyariatkan dalam kondisi-kondisi berikut:
- Memilih jodoh, apakah akan melamar seseorang atau menerima pinangan
- Pekerjaan dan karier, pindah kantor, terima tawaran baru, atau resign
- Pendidikan, memilih jurusan, kampus, atau program studi
- Bisnis, memulai usaha, kerja sama, atau investasi
- Tempat tinggal, pindah kota, beli atau sewa rumah
- Perjalanan, safar penting yang ada pilihan jalur atau waktu
- Urusan keluarga, keputusan rumah tangga yang penting
Istikharah TIDAK disyariatkan untuk:
- Hal-hal yang sudah jelas wajib (sholat fardhu, puasa Ramadhan, zakat), itu wajib dikerjakan, bukan dimusyawarahkan dengan Allah
- Hal-hal yang sudah jelas haram (riba, zina, mencuri), itu wajib ditinggalkan, bukan diistikharahi
- Hal-hal sepele yang tidak butuh keputusan serius
Tata cara sholat istikharah
Sholat istikharah strukturnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkah praktisnya:
- Niat di hati. Niat tidak perlu diucapkan keras. Cukup hadirkan dalam hati: "Saya niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala". Hadirkan juga urusan yang sedang Anda istikharahi dalam pikiran.
- Takbiratul ihram, "Allahu Akbar".
- Rakaat pertama: bacaan iftitah (jika biasa), lalu Al-Fatihah, kemudian surat. Disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun (109) di rakaat pertama.
- Ruku, i'tidal, dua sujud, lalu berdiri ke rakaat kedua.
- Rakaat kedua: Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas (112).
- Ruku, dua sujud, tasyahud akhir, salam.
- Setelah salam, angkat kedua tangan dan bacalah doa istikharah (di bawah). Sebutkan urusan Anda secara spesifik di tempat "hadzal amr" (urusan ini), boleh dalam hati atau dengan menggantinya dengan bahasa Indonesia yang spesifik.
Catatan penting: doa istikharah dibaca setelah salam, bukan di dalam sholat. Ini sering disalahpahami. Banyak yang membaca doa ini sebagai bagian dari sujud atau tasyahud, padahal itu tidak sesuai sunnah. Sholatnya selesai dulu, baru doanya.
Doa istikharah lengkap (Arab, Latin, Arti)
Inilah doa istikharah yang diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits Bukhari 1166. Bacalah perlahan, hayati, dan sebutkan urusan Anda di tempat yang ditandai.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Latin:
Allahumma inni astakhiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka bi-qudratika, wa as'aluka min fadlikal-'azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta'lamu wa la a'lam, wa anta 'allamul-ghuyub. Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal-amra khayrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, 'ajilihi wa ajilihi, faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fih. Wa in kunta ta'lamu anna hadzal-amra syarrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, 'ajilihi wa ajilihi, fasrifhu 'anni wasrifni 'anhu waqdur liyal-khayra haytsu kana tsumma ardini bih.
Arti (Bahasa Indonesia):
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan-Mu yang baik dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sungguh Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berdaya, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini [sebutkan urusan Anda] baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, di dunia maupun di akhirat, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah ia untukku.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, di dunia maupun di akhirat, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku rida dengannya."
Kalimat "hadzal-amra" ("urusan ini") boleh diganti langsung dengan menyebut urusan Anda, misalnya "menerima pekerjaan di perusahaan X", "menikahi fulan/fulanah", "pindah ke kota Y". Atau Anda boleh tetap baca dalam bahasa Arab dan hadirkan urusan itu di hati saat membaca "hadzal-amra".
Sholat istikharah di waktu mustajab. FivePrayer menampilkan jadwal sholat lima waktu dan menandai sepertiga malam terakhir, waktu paling utama untuk istikharah dan doa apa pun. Notifikasi adzan akan membantu Anda bangun, sehingga istikharah bisa dilakukan di waktu yang Allah turun ke langit dunia. Gratis untuk iOS, Android, dan Chrome.
Tanda-tanda jawaban Allah
Inilah bagian yang paling sering disalahpahami. Banyak orang berharap setelah istikharah akan bermimpi melihat warna putih (artinya "iya") atau warna hitam (artinya "tidak"). Padahal hadits Jabir RA tidak menyebut mimpi sama sekali. Berikut tanda-tanda jawaban Allah yang sebenarnya:
| Tanda | Penjelasan |
|---|---|
| Kemudahan jalan | Setelah istikharah, urusan terasa mengalir lancar, pintu-pintu terbuka, pertemuan yang dibutuhkan terjadi, dukungan datang. Itu pertanda Allah mengijinkan. |
| Hambatan yang berturut-turut | Jalan tertutup, masalah muncul, kondisi berubah. Itu bisa jadi cara Allah memalingkan Anda dari urusan tersebut. |
| Kecondongan hati | Hati merasa lapang, tenang, dan ringan terhadap satu pilihan. Atau sebaliknya, terasa berat, sempit, ragu. |
| Petunjuk dari musyawarah | Allah sering menjawab istikharah melalui kata-kata orang shalih, nasihat orang tua, atau saran ahli yang dipercaya. |
| Akhirnya rela (ridha) | Doa istikharah berakhir dengan permohonan "jadikanlah aku rida dengannya". Tanda istikharah berhasil adalah hati yang rida, apa pun hasilnya. |
Imam Nawawi rahimahullah berkata: "Setelah istikharah, hendaklah dia mengerjakan apa yang condong di hatinya. Tidak ada keharusan menunggu mimpi atau pertanda khusus." Inilah pendekatan yang sesuai dengan sunnah.
Kesalahpahaman umum tentang istikharah
- Salah: harus bermimpi melihat warna putih/hijau atau hitam.
Benar: hadits tidak menyebut mimpi sama sekali. Mimpi bukan parameter istikharah. - Salah: istikharah hanya sekali, jangan diulang.
Benar: boleh diulang sampai berkali-kali jika masih ragu. Sebagian salaf menganjurkan hingga tujuh kali. - Salah: harus tidur dalam keadaan suci dan menghadap kiblat setelah istikharah.
Benar: tidak ada perintah khusus seperti itu. Setelah berdoa, lanjutkan ikhtiar normal. - Salah: tidak boleh istikharah sendiri, harus minta tolong ustadz.
Benar: istikharah dilakukan oleh yang punya kepentingan langsung. Itulah keindahannya, doa langsung kepada Allah, tanpa perantara. - Salah: doa istikharah dibaca di dalam sujud.
Benar: doa istikharah dibaca SETELAH salam, sambil mengangkat tangan. - Salah: istikharah meniadakan musyawarah dan riset.
Benar: istikharah dilakukan SETELAH Anda meneliti, bertanya pada ahli, dan musyawarah dengan orang shalih. Bukan menggantikan akal, tapi melengkapinya.
Adab dan tips praktis
- Bersuci dulu, pastikan wudhu lengkap dan badan, pakaian, tempat sholat suci.
- Pilih waktu yang tenang, sepertiga malam terakhir paling utama, namun kapan saja boleh kecuali tiga waktu terlarang.
- Hadirkan urusan dalam hati, bukan sekedar membaca doa secara mekanis. Bayangkan urusan Anda saat membaca "hadzal-amra".
- Lakukan ikhtiar pararel, istikharah tidak menggantikan riset, musyawarah, dan pertimbangan akal. Ketiganya berjalan bersamaan.
- Jangan terburu-buru, beri waktu beberapa hari untuk merasakan tanda-tanda. Jangan paksa hati menemukan jawaban dalam semalam.
- Tutup dengan tawakal, apa pun yang Anda putuskan setelah istikharah, serahkan hasilnya kepada Allah dengan tenang.
- Boleh diulang, sampai hati merasa mantap. Beberapa salaf mengulang sampai tujuh kali.
Pertanyaan umum
Kapan waktu terbaik sholat istikharah?
Boleh kapan saja kecuali tiga waktu terlarang (saat matahari terbit, tepat zenith, dan saat matahari terbenam). Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda Allah turun ke langit dunia di waktu itu (HR Bukhari 1145).
Bagaimana cara mengetahui jawaban istikharah?
Lewat kemudahan jalan, hambatan, kecondongan hati, atau melalui musyawarah dengan orang shalih. BUKAN melalui mimpi. Hadits Bukhari 1166 tidak menyebut mimpi sama sekali.
Bolehkah sholat istikharah lebih dari satu kali?
Boleh. Ulang sampai hati merasa mantap dengan jawaban. Sebagian salaf menganjurkan hingga tujuh kali. Tidak ada batas maksimal, istikharah adalah doa, dan doa boleh diulang.
Apakah harus bermimpi setelah istikharah?
Tidak. Mimpi bukan parameter dalam istikharah. Jawaban Allah datang melalui kemudahan, hambatan, atau ketenangan hati. Imam Nawawi menegaskan: "Setelah istikharah, kerjakan apa yang condong di hati."
Bisakah orang lain melakukan istikharah untuk saya?
Yang punya kepentingan harus melakukan sendiri agar doa langsung kepada Allah. Boleh minta orang shalih mendoakan kita, tapi sholat istikharah dilakukan oleh yang bersangkutan.
Apakah istikharah hanya untuk urusan besar?
Tidak. Hadits Bukhari 1166 menyebut "segala urusan", sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan surat-surat Al-Qur'an. Termasuk urusan yang tampak kecil, asalkan Anda ragu dan urusan itu mubah.
Bolehkah istikharah untuk urusan haram seperti pacaran?
Tidak. Istikharah hanya untuk urusan mubah (dibolehkan syariat). Urusan yang sudah jelas haram tidak diistikharahi, itu langsung ditinggalkan. Yang halal sudah jelas, yang haram juga jelas, istikharah untuk yang di antara keduanya.
Jadwal sholat akurat dan penanda sepertiga malam terakhir.
FivePrayer menampilkan waktu sholat lima waktu, menandai sepertiga malam terakhir untuk tahajud dan istikharah, plus dzikir setelah sholat. Gratis, tanpa iklan, tanpa akun. Tersedia di iOS, Android, dan Chrome.