Fakta singkat umrah:
• Hukum: Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) menurut mayoritas ulama
• Waktu: Kapan saja sepanjang tahun (terbaik: Ramadan)
• 4 Langkah: Ihram dari miqat, tawaf 7 putaran, sa'i Shafa-Marwa, cukur/potong rambut
• Keutamaan: "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya" (Bukhari 1773)
• Ramadan: "Umrah di Ramadan setara dengan haji" (Bukhari 1782)
Ada sesuatu yang berbeda antara haji dan umrah. Haji adalah panggilan yang Anda tunggu bertahun-tahun, antrean yang panjang, persiapan yang matang, dan perjalanan sekali yang mengubah semuanya. Umrah adalah pintu yang selalu terbuka. Kapan pun Anda siap, kapan pun hati memanggil, Anda bisa pergi ke Makkah dan mengetuk pintu itu. Jutaan Muslim melakukannya setiap tahun, sebagian bahkan berkali-kali.
Panduan ini dirancang untuk pemula yang baru pertama kali umrah, dan juga berguna bagi yang sudah pernah tetapi ingin memahami makna di balik setiap langkah. Karena umrah bukan sekadar ritual fisik. Setiap gerakan membawa cerita, setiap tempat menyimpan sejarah, dan setiap doa yang dipanjatkan di sana membawa beban yang berbeda dari doa di tempat lain.
Tips ibadah: FivePrayer membantu Anda menjaga sholat lima waktu, ibadah wajib yang menjadi fondasi sebelum dan sesudah umrah. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.
Perbedaan umrah dan haji
Umrah sering disebut "haji kecil" dan haji disebut "haji besar", tetapi keduanya adalah ibadah yang berbeda dengan ketentuan yang berbeda pula. Memahami perbedaannya penting agar Anda tidak mencampur adukkan ritual keduanya.
Waktu pelaksanaan. Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, khususnya dengan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah yang tidak bisa diganti. Umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Tidak ada musim khusus untuk umrah, meski Ramadan adalah waktu paling utama.
Ritual yang dilakukan. Haji mencakup wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, lontar jumrah, dan sembelih hewan kurban. Umrah tidak memiliki semua itu. Umrah hanya terdiri dari empat langkah: ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul. Inilah yang membuat umrah lebih mudah dilaksanakan dan bisa diulang-ulang.
Hukum. Haji adalah rukun Islam kelima, wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Umrah hukumnya sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Keduanya memiliki pahala yang besar, tetapi dengan derajat kewajiban yang berbeda.
Durasi. Haji memerlukan waktu minimal lima hari untuk ritual inti dan total perjalanan biasanya berminggu-minggu. Umrah bisa diselesaikan dalam beberapa jam jika tidak ada kepadatan jamaah, atau sehari penuh saat musim ramai.
Hukum umrah dalam Islam
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum umrah. Mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali berpendapat umrah hukumnya sunnah muakkadah, sunnah yang sangat dianjurkan. Mazhab Hanafi berpendapat umrah wajib sekali seumur hidup, sama seperti haji.
Perbedaan ini berakar pada penafsiran beberapa ayat dan hadis. Kelompok yang mengatakan sunnah merujuk pada hadis di mana Nabi ﷺ ditanya tentang umrah lalu menjawab bahwa umrah adalah fadhl (keistimewaan) bukan kewajiban. Kelompok yang mengatakan wajib merujuk pada firman Allah: "Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah." (QS 2:196).
Terlepas dari perbedaan hukum, semua ulama sepakat bahwa umrah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan mengandung pahala yang luar biasa besar. Nabi ﷺ bersabda: "Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (Bukhari 1773). Hadis ini menyebutkan umrah dan haji dalam satu nafas, menunjukkan betapa tinggi nilai keduanya.
Persiapan sebelum umrah
Persiapan umrah berbeda dari haji dalam hal waktu dan skala, tetapi sama pentingnya dalam hal kesiapan rohani. Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan.
Urusan administrasi. Pastikan paspor masih berlaku minimal enam bulan setelah tanggal keberangkatan. Proses visa umrah melalui agen perjalanan resmi. Pastikan akomodasi di Makkah dekat dengan Masjidil Haram agar perjalanan ke masjid tidak melelahkan sebelum ritual dimulai.
Belajar fiqih umrah. Pelajari rukun dan wajib umrah sebelum berangkat. Ketahui larangan ihram dan konsekuensinya. Hafal doa tawaf dan sa'i, atau setidaknya bawa buku doa kecil. Banyak jamaah yang baru belajar di tanah suci dan sering melewatkan detail penting karena kelelahan atau terburu-buru.
Persiapan fisik. Umrah melibatkan banyak berjalan kaki. Tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah saja sudah sekitar 3,5 km. Ditambah sa'i antara Shafa dan Marwa yang juga tujuh kali. Pastikan kondisi fisik Anda memungkinkan. Gunakan alas kaki yang nyaman.
Persiapan rohani. Perbanyak istighfar, tobat, dan perbaikan diri sebelum berangkat. Selesaikan urusan yang belum selesai: bayar utang, minta maaf kepada orang yang pernah disakiti. Datanglah ke Baitullah dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Langkah 1: Ihram dari miqat dan talbiyah
Ihram adalah pintu masuk ke dalam ibadah umrah. Sebelum melewati miqat, Anda harus sudah dalam keadaan ihram: mengenakan pakaian ihram, membuat niat, dan mulai membaca talbiyah.
Miqat adalah batas geografis yang ditetapkan Nabi ﷺ di mana ihram harus dimulai. Untuk jamaah dari Indonesia yang datang melalui Jeddah, biasanya berihram di pesawat sebelum mendarat di Jeddah atau langsung di Bandara Jeddah, karena Jeddah berada di dalam miqat. Agen perjalanan yang baik akan memandu ini.
Sebelum ihram, disunahkan mandi, memotong kuku dan bulu yang berlebih, menggunakan wewangian pada tubuh (bukan pakaian ihram), lalu mengenakan pakaian ihram. Sholat sunnah ihram dua rakaat, kemudian niatkan umrah dalam hati: "Aku berniat umrah karena Allah Ta'ala."
Kemudian ucapkan talbiyah:
Talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak.
"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."
Bacalah talbiyah terus-menerus sejak ihram hingga mulai tawaf. Dalam perjalanan dari miqat ke Makkah, talbiyah adalah teman. Bagi laki-laki, bacalah dengan suara keras. Bagi perempuan, cukup dengan suara yang bisa didengar diri sendiri.
Selama dalam ihram, hindari seluruh larangan ihram: tidak memotong rambut atau kuku, tidak memakai wewangian, tidak berburu binatang, tidak melakukan hubungan suami istri, tidak menikah atau menikahkan. Bagi laki-laki: tidak menutup kepala dan tidak memakai pakaian berjahit yang membungkus anggota badan. Bagi perempuan: tidak menutup wajah dan tidak memakai sarung tangan.
Langkah 2: Tawaf tujuh putaran
Setibanya di Masjidil Haram, tuju Ka'bah. Hentikan talbiyah saat akan mulai tawaf. Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri di garis Hajar Aswad.
Hajar Aswad adalah batu hitam yang tertanam di sudut Ka'bah. Setiap putaran dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad. Jika bisa menyentuh atau mencium Hajar Aswad, lakukan. Jika tidak memungkinkan karena kepadatan jamaah, cukup menghadapkan tangan ke arahnya sambil mengucap "Bismillahi Allahu Akbar" dan melanjutkan putaran. Jangan memaksakan diri berdesakan untuk menyentuhnya karena bisa menyakiti orang lain.
Selama tawaf, Ka'bah selalu ada di sebelah kiri Anda. Tidak ada bacaan doa khusus yang diwajibkan selama tawaf. Bacalah doa apa pun yang Anda ketahui, zikir, selawat, Al-Qur'an, atau berdoa dalam bahasa Anda sendiri. Tawaf adalah percakapan. Gunakan sepenuh-penuhnya.
Di antara Rukun Yamani (sudut Ka'bah sebelum Hajar Aswad) dan Hajar Aswad, disunahkan membaca:
"Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban-nar."
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS 2:201)
Setelah tujuh putaran selesai, sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan, atau di mana pun dalam Masjidil Haram. Bacaan yang dianjurkan dalam dua rakaat ini adalah Al-Kafirun di rakaat pertama dan Al-Ikhlas di rakaat kedua.
Langkah 3: Sa'i antara Shafa dan Marwa
Setelah sholat dua rakaat, minum air zamzam jika ada, lalu pergi ke bukit Shafa untuk memulai sa'i. Sa'i adalah berjalan tujuh kali antara Shafa dan Marwa, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwa.
Sa'i mengikuti jejak Siti Hajar, ibu Nabi Ismail, yang berlari-lari kecil antara kedua bukit itu mencari air untuk anaknya yang kehausan di padang pasir. Allah mengabadikan perjuangannya ini sebagai bagian dari ibadah haji dan umrah selamanya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah. Barangsiapa berhaji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya untuk berjalan antara keduanya." (QS 2:158).
Di bukit Shafa, berdiri dan menghadap Ka'bah, baca:
"Innas-shofa wal-marwata min sya'a'irillah."
Kemudian puji Allah, takbir, dan berdoalah. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ di Shafa:
"La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaba wahdah."
Lakukan ini tiga kali di Shafa, diselingi doa di antara setiap pengulangan. Kemudian berjalan menuju Marwa. Satu perjalanan dari Shafa ke Marwa dihitung satu kali. Perjalanan dari Marwa kembali ke Shafa dihitung satu kali lagi. Jadi tujuh kali: Shafa ke Marwa (1), Marwa ke Shafa (2), dan seterusnya, diakhiri di Marwa pada hitungan ke-7.
Antara dua tanda hijau di lorong sa'i, laki-laki disunahkan berlari-lari kecil (raml). Perempuan berjalan biasa. Ini mengikuti sunnah Nabi ﷺ yang berlari-lari kecil di area tersebut saat sa'i.
Bacaan sa'i tidak diwajibkan secara spesifik. Gunakan waktu sa'i untuk berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, atau memohon kepada Allah tentang segala yang ada di hati Anda. Ini adalah tujuh perjalanan yang panjang dengan banyak waktu untuk bicara kepada Allah.
Langkah 4: Cukur atau potong rambut (tahallul)
Setelah selesai tujuh kali sa'i di Marwa, langkah terakhir umrah adalah tahallul: mencukur atau memotong rambut. Ini adalah tanda selesainya umrah dan terangkatnya seluruh larangan ihram.
Laki-laki disunahkan mencukur habis seluruh kepala (halq). Jika tidak bersedia, boleh memotong sebagian rambut dari seluruh bagian kepala (taqshir). Nabi ﷺ mendoakan kebaikan tiga kali bagi yang mencukur habis dan sekali bagi yang hanya memotong, menunjukkan bahwa mencukur habis lebih utama.
Perempuan tidak boleh mencukur kepala. Yang dilakukan adalah memotong ujung rambut sepanjang ruas jari dari seluruh bagian rambut, atau setidaknya dari beberapa helai. Pemotongan dilakukan oleh diri sendiri atau oleh mahram.
Dengan selesainya tahallul, umrah Anda telah selesai. Anda kembali ke keadaan halal: boleh memakai pakaian biasa, memakai wewangian, dan semua larangan ihram terangkat. Ucapkan syukur kepada Allah. Sholat dua rakaat syukur jika mau. Perbanyak doa di Masjidil Haram selama masih ada kesempatan.
Waktu terbaik umrah
Umrah boleh dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Tidak ada larangan waktu untuk umrah kecuali ada perselisihan ulama tentang hari Arafah dan Tasyrik. Meski demikian, ada waktu-waktu yang lebih utama dari yang lain.
Bulan Ramadan adalah waktu paling utama untuk umrah, berdasarkan hadis yang akan dibahas di bawah. Bulan Rajab adalah waktu yang banyak dipilih oleh jamaah meski tidak ada hadis khusus tentang keutamaan umrah di Rajab. Bulan Syakban juga banyak dipilih karena Ramadan sudah dekat. Dzulhijjah, Muharram, dan Rabiul Awal adalah bulan-bulan mulia yang baik untuk ibadah termasuk umrah.
Dari sisi kepadatan jamaah, musim sepi umrah biasanya terjadi di luar musim haji, Ramadan, dan liburan sekolah. Jika Anda ingin umrah dengan lebih tenang dan leluasa, pilih waktu-waktu tersebut. Jika Anda ingin merasakan kehidupan bersama jutaan Muslim dari seluruh dunia dalam satu tempat yang sama, pilihlah Ramadan.
Keutamaan umrah di Ramadan
Nabi ﷺ bersabda kepada seorang wanita Anshar yang tidak bisa ikut haji bersama beliau: "Jika Ramadan tiba, pergilah umrah, karena sesungguhnya umrah di Ramadan setara dengan haji bersamaku." (Bukhari 1782, Muslim 1256).
Hadis ini adalah janji yang luar biasa. Umrah di Ramadan tidak menjadi haji secara hukum, dalam arti kewajiban haji tidak gugur dengan umrah Ramadan. Tetapi dari sisi pahala, Allah memberikan ganjaran yang setara dengan haji kepada orang yang berumrah di Ramadan. Ini adalah kemurahan Allah yang tidak terbatas pada kemampuan manusia.
Kenapa Ramadan membuat umrah begitu istimewa? Karena Ramadan adalah bulan di mana seluruh amal dilipatgandakan. Setiap kebaikan yang dilakukan di Ramadan memiliki timbangan yang berbeda dari bulan biasa. Ketika Anda menggabungkan umrah yang sudah besar pahalanya dengan bulan yang melipat gandakan pahala, hasilnya adalah sesuatu yang luar biasa yang hanya bisa dihitung oleh Allah.
Umrah di Ramadan juga memiliki keindahan tersendiri secara pengalaman. Masjidil Haram di malam Ramadan adalah pemandangan yang tidak ada tandingannya di seluruh dunia. Tarawih bersama jutaan orang di Masjidil Haram, khatam Al-Qur'an di tempat yang paling mulia, berbuka puasa di halaman Ka'bah, membaca Al-Qur'an sambil menatap Ka'bah yang diterangi cahaya. Pengalaman ini membekas seumur hidup.
Bagi yang belum bisa berhaji, umrah Ramadan adalah salah satu cara terbaik mendekati pahala haji. Bagi yang sudah berhaji, umrah Ramadan adalah hadiah yang layak diperjuangkan. Sisihkan dan rencanakan dari jauh hari. Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang datang mengunjungi rumah-Nya.
Pertanyaan umum
Apakah umrah menggugurkan kewajiban haji?
Tidak. Umrah dan haji adalah dua ibadah yang berbeda. Umrah di Ramadan memberikan pahala setara haji, tetapi kewajiban haji tetap ada bagi yang mampu. Jika Anda mampu secara finansial dan fisik untuk berhaji, umrah tidak menggantikan kewajiban tersebut.
Bolehkah umrah tanpa mahram bagi perempuan?
Ini adalah persoalan yang diperselisihkan ulama, sama seperti haji. Banyak ulama kontemporer dan lembaga resmi membolehkan perempuan umrah bersama rombongan perempuan terpercaya atau dengan agen perjalanan resmi tanpa mahram, terutama jika perjalanan aman. Namun sebaiknya konsultasikan dengan ulama yang Anda percayai dan ikuti ketentuan yang ditetapkan oleh negara tujuan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk umrah?
Ritual umrah sendiri bisa diselesaikan dalam 3 hingga 5 jam jika masjid tidak terlalu padat. Di musim ramai seperti Ramadan, bisa memakan waktu 6 hingga 10 jam atau lebih karena kepadatan jamaah di area tawaf dan sa'i. Banyak jamaah memilih melakukan umrah pada malam hari atau dini hari untuk menghindari kepadatan.
Apakah anak kecil boleh melakukan umrah?
Boleh. Anak yang belum baligh boleh melakukan umrah dan mendapat pahala, meski kewajiban ibadah belum berlaku bagi mereka. Orang tua yang membawa anak umrah juga mendapat pahala. Nabi ﷺ tidak melarang membawa anak-anak ke Masjidil Haram. Namun pastikan anak cukup kuat fisiknya untuk menghadapi tawaf dan sa'i, terutama di musim ramai.
Bolehkah tawaf menggunakan kursi roda?
Boleh. Orang yang tidak mampu berjalan boleh tawaf dan sa'i menggunakan kursi roda, baik didorong sendiri maupun oleh orang lain. Penguasa Masjidil Haram menyediakan jalur khusus kursi roda di lantai dasar dan lantai atas masjid. Tawaf dengan kursi roda tetap sah selama melewati seluruh tujuh putaran dengan benar.
FivePrayer: jaga sholat lima waktu sebagai bekal terbaik menuju Baitullah.
Ibadah yang paling disukai Allah adalah yang rutin meski sedikit. FivePrayer membantu Anda tidak melewatkan satu pun sholat fardhu dengan pengingat adzan yang lembut dan tepat waktu. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.