Fakta singkat ibadah haji:

Hukum: Wajib sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu
Waktu: 8-13 Dzulhijjah (bulan ke-12 kalender Hijriah)
Tempat utama: Makkah, Mina, Arafah, Muzdalifah
Rukun haji: Ihram, wukuf Arafah, tawaf ifadah, sa'i, cukur rambut
Balasan: "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga" (Bukhari 1773)

Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan Allah mewajibkan kepada manusia untuk mengunjungi Baitullah, bagi yang mampu melaksanakannya. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam." (QS 3:97). Kewajiban ini bukan sekadar perjalanan wisata rohani. Ini adalah panggilan langsung dari Allah kepada setiap Muslim yang mampu, untuk datang menghadap-Nya di rumah-Nya yang paling suci di muka bumi.

Haji dilaksanakan sekali seumur hidup dan wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat: beragama Islam, berakal, baligh, merdeka, dan mampu secara fisik maupun finansial. Kemampuan finansial mencakup biaya perjalanan pulang pergi, biaya hidup selama di Makkah, dan kemampuan menanggung keluarga yang ditinggalkan selama kepergian.

Tips ibadah: FivePrayer membantu Anda menjaga sholat lima waktu, fondasi utama sebelum dan sesudah haji. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Kewajiban haji dalam Al-Qur'an dan Sunnah

Perintah haji disebutkan secara eksplisit dalam QS 3:97, dan merupakan satu dari lima rukun Islam yang disabdakan Nabi ﷺ: "Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadan." (Bukhari 8).

Kewajiban haji hanya sekali seumur hidup. Nabi ﷺ bersabda ketika seorang sahabat bertanya apakah haji wajib setiap tahun: "Haji wajib sekali. Siapa yang menambah, itu adalah tathawwu' (sunnah)." (Ahmad, Abu Dawud). Melaksanakan haji lebih dari sekali adalah amalan yang sangat mulia, tetapi bukan kewajiban tambahan.

Hadis tentang balasan haji yang paling terkenal adalah sabda Nabi ﷺ: "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (Bukhari 1773). Ini adalah janji yang luar biasa dari Allah melalui lisan rasul-Nya. Tidak ada amalan lain yang disebutkan dengan balasan sejelas ini: bukan pahala berlipat ganda, bukan sekadar pengampunan dosa, melainkan langsung surga.

Persiapan sebelum berangkat

Persiapan haji yang baik dimulai jauh sebelum musim haji. Pertama, pastikan pendaftaran dan visa haji sudah beres melalui jalur resmi pemerintah. Di Indonesia, daftar melalui Kemenag karena antrean bisa mencapai belasan tahun di banyak daerah.

Persiapan rohani sama pentingnya dengan persiapan fisik dan logistik. Pelajari fiqih haji dari sumber yang terpercaya. Pahami rukun, wajib, dan sunnah haji. Ketahui mana yang membatalkan haji dan mana yang hanya wajib fidyah. Banyak jamaah yang menyesal karena tidak belajar sebelum berangkat dan baru belajar di tanah suci dalam kondisi lelah dan tertekan.

Persiapan fisik juga krusial. Haji adalah ibadah yang menuntut stamina luar biasa: berjalan jauh, berdesakan, berpanas di padang pasir, tidur dalam kondisi sederhana. Biasakan olahraga ringan berbulan-bulan sebelumnya. Jamaah yang fisiknya lemah sering tidak bisa mengoptimalkan wukuf di Arafah karena kelelahan.

Sebelum berangkat, selesaikan semua urusan duniawi: bayar utang, minta maaf kepada orang yang pernah disakiti, buat wasiat jika perlu, tinggalkan keluarga dalam kondisi tercukupi. Haji adalah perjalanan menghadap Allah, dan sepantasnya Anda pergi dalam keadaan bersih dari tanggungan dunia.

Ihram dan miqat

Ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram dan memasuki keadaan ihram. Bagi laki-laki, pakaian ihram adalah dua lembar kain putih tak berjahit: satu dililitkan di pinggang (izar) dan satu diselempangkan di bahu (rida). Bagi perempuan, pakaian ihram adalah pakaian biasa yang menutup aurat, tidak mencolok, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki. Wajah dan telapak tangan perempuan tidak ditutupi saat ihram menurut pendapat mayoritas ulama.

Miqat adalah batas tempat di mana ihram harus dimulai. Ada lima miqat makani yang ditetapkan Nabi ﷺ. Jamaah dari Indonesia umumnya berihram di Yalamlam, miqat untuk arah Yaman dan Asia Tenggara. Melewati miqat tanpa ihram adalah dosa yang memerlukan dam (denda berupa menyembelih seekor kambing).

Setelah memakai pakaian ihram, mandi sunnah, dan sholat sunnah ihram dua rakaat, ucapkan talbiyah:

Talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak.
"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."

Talbiyah dibaca terus-menerus sejak ihram hingga mulai lontar jumrah aqabah pada hari Nahr. Bacalah dengan suara keras bagi laki-laki atau pelan bagi perempuan, saat naik kendaraan, saat berjalan, saat terbangun di malam hari. Talbiyah adalah deklarasi hadir di hadapan Allah.

Larangan dalam keadaan ihram meliputi: memotong rambut dan kuku, memakai wewangian, berburu, hubungan suami istri, menikah atau menikahkan, bagi laki-laki dilarang menutup kepala dan memakai pakaian berjahit. Melanggar larangan ihram ada yang membatalkan haji dan ada yang wajib membayar fidyah.

Hari 8 Dzulhijjah: Berangkat ke Mina

Tanggal 8 Dzulhijjah disebut Hari Tarwiyah. Pada hari ini, jamaah haji berangkat dari Makkah menuju Mina, sebuah lembah yang terletak sekitar 5 km dari Masjidil Haram. Di sinilah Nabi Ibrahim melewati cobaan terbesar hidupnya, dan di sinilah jamaah haji bermalam sebelum hari terbesar haji.

Setibanya di Mina, jamaah sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di sana dengan mengqashar sholat tanpa jamak menurut sunnah. Bermalam di Mina pada malam 8-9 Dzulhijjah adalah sunnah yang diamalkan Nabi ﷺ. Gunakan waktu ini untuk berdoa, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak zikir. Tidur yang cukup juga penting karena besok adalah hari paling berat sekaligus paling mulia dalam seluruh perjalanan haji.

Hari 9 Dzulhijjah: Wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah

Ini adalah hari paling penting dalam haji. Nabi ﷺ bersabda: "Al-hajju Arafah" (Haji itu Arafah). Siapa yang melewatkan wukuf di Arafah, hajinya batal dan tidak sah. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling agung.

Setelah sholat Subuh di Mina, jamaah berangkat menuju Arafah. Jarak Mina ke Arafah sekitar 14 km. Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) dan berakhir saat terbenamnya matahari (Maghrib). Sepanjang waktu ini, jamaah berdiam di Arafah dalam keadaan ihram, berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, beristighfar, dan menangis kepada Allah.

Pada waktu Dzuhur di Arafah, jamaah sholat Dzuhur dan Ashar dijamak taqdim dan diqashar. Setelah sholat, wukuf dilanjutkan. Wukuf di Arafah adalah momen paling intim antara hamba dan Tuhannya dalam seluruh perjalanan haji. Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain hari Arafah.

Doa terbaik pada hari Arafah adalah yang diajarkan Nabi ﷺ:

"La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qadir."
"Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Setelah matahari terbenam, jamaah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dengan tenang. Di Muzdalifah, jamaah sholat Maghrib dan Isya dijamak ta'khir dan diqashar. Mabit di Muzdalifah adalah wajib haji. Jamaah tidur di sini dan sholat Subuh di sini. Manfaatkan waktu di Muzdalifah untuk mengumpulkan kerikil untuk lontar jumrah, minimal 49 butir untuk nafar awal atau 70 butir untuk nafar tsani.

Hari 10 Dzulhijjah: Hari Nahr di Mina

Hari 10 Dzulhijjah adalah Idul Adha dan disebut Hari Nahr. Di hari inilah seluruh dunia Islam merayakan Idul Adha, sementara jamaah haji menyelesaikan puncak ritual mereka. Pada hari ini ada empat amalan utama yang dilakukan secara berurutan.

1. Lontar Jumrah Aqabah. Kembali dari Muzdalifah ke Mina. Lontar Jumrah Aqabah dengan 7 kerikil, satu per satu, sambil mengucapkan "Allahu Akbar" setiap lemparan. Hentikan talbiyah saat mulai melontar. Waktu afdal setelah matahari terbit.

2. Sembelih hewan kurban (nahr). Setelah lontar jumrah, sembelih hewan kurban. Bagi yang melakukan haji tamattu atau qiran, menyembelih hewan adalah wajib sebagai dam. Bagi yang haji ifrad, boleh tetapi sunnah.

3. Cukur kepala atau potong rambut (halq atau taqshir). Laki-laki disunahkan mencukur habis kepala dan dibolehkan hanya memotong sebagian rambut. Perempuan hanya memotong ujung rambut sebesar ruas jari. Setelah amalan ini, tercapailah tahallul awal: semua larangan ihram boleh dilakukan kecuali hubungan suami istri.

4. Tawaf Ifadah dan Sa'i. Pergi ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadah tujuh putaran mengelilingi Ka'bah dan sa'i tujuh kali antara Shafa dan Marwa. Setelah tawaf ifadah dan sa'i, tercapailah tahallul besar: seluruh larangan ihram terangkat termasuk hubungan suami istri. Kembali ke Mina untuk mabit.

Hari 11-12 Dzulhijjah: Lontar tiga jumrah

Hari 11 dan 12 Dzulhijjah adalah Hari Tasyrik. Jamaah mabit di Mina dan wajib melontar tiga jumrah setiap harinya setelah Dzuhur.

Jumrah Ula adalah jumrah pertama, terdekat dari Masjid Khaif. Dilontar dengan 7 kerikil. Setelah itu bergeser ke samping untuk berdoa menghadap kiblat. Jumrah Wusta adalah jumrah tengah, dilontar dengan 7 kerikil, diikuti doa menghadap kiblat. Jumrah Aqabah adalah jumrah terbesar, dilontar terakhir dengan 7 kerikil tanpa doa setelahnya.

Ada dua pilihan keberangkatan: nafar awal (meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah sebelum Maghrib setelah melontar hari itu) atau nafar tsani (tetap di Mina hingga 13 Dzulhijjah dan melontar hari itu juga). Nafar tsani lebih sempurna dan lebih sesuai sunnah. Jika memilih nafar awal, pastikan Anda meninggalkan Mina sebelum Maghrib tanggal 12, karena jika Maghrib tiba saat masih di Mina, wajib melontar lagi pada tanggal 13.

Manfaatkan hari-hari tasyrik di Mina untuk memperbanyak doa. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk beramal sholeh daripada 10 hari pertama Dzulhijjah." (Bukhari 969). Dan puncaknya adalah hari Arafah dan Nahr yang baru saja Anda lalui.

Tawaf wada: perpisahan dengan Baitullah

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan kota Makkah. Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun yang boleh pergi hingga akhir urusannya adalah Baitullah." (Muslim 1327).

Tawaf wada dilakukan setelah seluruh ritual haji selesai, tepat sebelum berangkat ke bandara. Tujuh putaran mengelilingi Ka'bah. Tidak ada sa'i setelah tawaf wada. Setelah salam, disunnahkan berdiri di Multazam, sisi Ka'bah antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, untuk berdoa terakhir kali. Multazam adalah tempat yang mustajab untuk berdoa, dan inilah kesempatan terakhir Anda di sana.

Tawaf wada tidak wajib bagi wanita yang sedang haid atau nifas ketika hendak berangkat. Mereka boleh pergi tanpa tawaf wada. Bagi banyak jamaah, tawaf wada adalah momen paling mengharukan dalam seluruh perjalanan. Air mata mengalir saat menyadari entah kapan lagi bisa kembali ke sini. Mintalah kepada Allah untuk dapat kembali ke rumah-Nya.

Makna haji mabrur

Nabi ﷺ bersabda: "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (Bukhari 1773). Para ulama mendefinisikan haji mabrur dengan beberapa kriteria.

Pertama, niat yang ikhlas. Haji dilakukan semata karena Allah, bukan untuk pamer, bukan untuk dipanggil "pak haji" atau "bu hajah", bukan untuk mencari reputasi sosial. Niat yang bersih dari awal hingga akhir.

Kedua, sesuai sunnah. Haji dilakukan sesuai petunjuk Nabi ﷺ. Rukun dan wajib haji dilaksanakan dengan benar. Nabi ﷺ bersabda saat haji Wada': "Ambillah dariku tata cara haji kalian." (Muslim 1297).

Ketiga, biaya dari sumber halal. Nabi ﷺ bersabda bahwa seseorang yang berangkat haji dengan harta haram, maka talbiyahnya tidak dijawab oleh Allah dengan baik. Harta yang digunakan untuk haji harus bersih dan halal.

Keempat, kondisi lebih baik setelah haji. Ini adalah tanda paling terlihat: sholatnya lebih khusyuk, akhlaknya lebih mulia, kedermawanannya meningkat, lisannya lebih terjaga. Haji yang mabrur meninggalkan bekas permanen dalam karakter seseorang.

Pertanyaan umum

Apakah haji wajib dilakukan segera jika sudah mampu?

Mayoritas ulama berpendapat haji wajib segera (al-faur) begitu seseorang mampu. Menunda tanpa alasan yang sah dianggap dosa. Imam Ahmad dan Syafi'i berpegang pada kewajiban segera ini berdasarkan firman Allah "bagi yang mampu melaksanakannya" yang menunjukkan kewajiban langsung ketika kemampuan tersedia.

Bolehkah berhaji atas nama orang lain yang sudah meninggal?

Boleh, dan ini disebut haji badal. Syaratnya, orang yang mewakili harus sudah pernah berhaji untuk dirinya sendiri lebih dulu. Haji badal sah untuk orang yang sudah meninggal atau yang tidak mampu secara fisik karena sakit permanen, berdasarkan hadis sahih dalam Bukhari.

Apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram?

Tergantung jenis pelanggarannya. Melakukan jima' sebelum tahallul awal membatalkan haji dan wajib menyembelih unta serta tetap menyelesaikan haji lalu menggantinya tahun depan. Pelanggaran lain seperti memakai wewangian atau memotong kuku wajib membayar fidyah berupa menyembelih kambing, berpuasa tiga hari, atau bersedekah kepada enam orang miskin.

Apakah perempuan boleh berhaji tanpa mahram?

Ini persoalan yang diperselisihkan ulama. Jumhur ulama klasik mensyaratkan mahram. Banyak ulama kontemporer dan fatwa lembaga resmi di beberapa negara membolehkan perempuan lanjut usia atau rombongan perempuan terpercaya berhaji tanpa mahram dengan kondisi keamanan terjamin. Konsultasikan dengan ulama yang Anda percayai.

Berapa lama total pelaksanaan ibadah haji?

Ritual inti haji berlangsung selama 5-6 hari (8-12 atau 8-13 Dzulhijjah). Namun jamaah Indonesia biasanya berada di Arab Saudi selama 40 hari atau lebih karena mengikuti program haji regular yang mencakup waktu di Madinah dan persiapan di Makkah sebelum ritual dimulai.

Jaga sholat, jaga amalan

FivePrayer: tetap istiqamah sholat lima waktu sebelum dan sesudah haji.

Haji mabrur dimulai dari ibadah yang istiqamah. FivePrayer membantu Anda tidak pernah melewatkan sholat fardhu dengan pengingat adzan yang lembut. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome