Sholat Witir adalah salah satu sholat malam yang paling istimewa. Kata "witir" berarti ganjil, dan sholat ini selalu diakhiri dengan rakaat ganjil. Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan Witir baik di rumah maupun dalam perjalanan, menjadikannya salah satu amalan paling konsisten dalam kehidupan beliau.
"Sesungguhnya Allah itu ganjil (Witir) dan menyukai yang ganjil. Maka sholat witirlah wahai para penghafal Al-Qur'an." (HR Abu Dawud no. 1416, At-Tirmidhi no. 453)
Ringkasan cepat: Witir minimal 1 rakaat, maksimal 11 rakaat. Waktunya setelah Isya hingga sebelum Subuh. Paling utama di sepertiga malam terakhir. Jangan lewatkan meski hanya 1 rakaat.
Hukum sholat Witir: wajib atau sunnah?
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum sholat Witir, dan perbedaan ini adalah salah satu perbedaan fikih yang paling terkenal di antara mazhab-mazhab besar Islam.
Mazhab Hanafi: Witir hukumnya wajib
Mazhab Hanafi menyatakan bahwa sholat Witir adalah wajib. Dalil utama mereka adalah hadis riwayat Abu Dawud no. 1416: "Sesungguhnya Allah telah menambahkan satu sholat untuk kalian, dan itu adalah Witir. Maka sholat witirlah antara Isya dan Subuh." Karena menggunakan kata perintah langsung, Hanafi menganggap Witir setara kewajiban dengan sholat fardhu, meski tetap dibedakan dari sholat lima waktu.
Jumhur ulama (Syafi'i, Maliki, Hanbali): Witir sunnah muakkadah
Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa Witir adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat ditekankan dan hampir wajib, tetapi tidak sampai tingkat wajib yang mengharuskan qadha jika ditinggalkan. Dasar mereka adalah hadis Bukhari no. 990 dari Thalhah bin Ubaidillah yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang kewajiban sholat. Nabi menjawab bahwa yang wajib adalah lima sholat sehari, kemudian menambahkan: "Kecuali jika kamu mau menambah secara sukarela."
Meski berbeda dalam penetapan hukum, semua mazhab sepakat bahwa Witir adalah amalan yang sangat penting dan tidak pantas untuk ditinggalkan tanpa alasan.
Waktu sholat Witir
Waktu sholat Witir dimulai setelah selesai sholat Isya dan berlangsung hingga terbit fajar (masuknya waktu Subuh). Tidak ada Witir sebelum Isya, dan tidak ada Witir setelah adzan Subuh berkumandang.
Kapan waktu terbaik untuk Witir?
- Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama. Ini adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan menjawab doa hamba-Nya. Bangun di sepertiga malam terakhir untuk qiyamullail dan mengakhirinya dengan Witir adalah amalan terbaik.
- Setelah Isya sebelum tidur dianjurkan bagi yang khawatir tidak bisa bangun malam. Nabi ﷺ bersabda: "Jadikanlah akhir sholatmu di malam hari adalah Witir." (HR Bukhari no. 998)
- Jangan ditunda sampai menjelang Subuh karena berisiko terlewat. Lebih baik Witir di awal malam daripada tidak Witir sama sekali.
Jumlah rakaat Witir: dari 1 hingga 11
Sholat Witir memiliki kebebasan dalam jumlah rakaat, selama selalu berakhir dengan angka ganjil. Berikut pilihan jumlah rakaat yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ:
- 1 rakaat: Jumlah minimum yang sah. Nabi bersabda: "Witir adalah satu rakaat di akhir malam." (HR Muslim no. 752)
- 3 rakaat: Jumlah paling umum, cocok untuk memulai kebiasaan Witir.
- 5 rakaat: Dilakukan dengan duduk tasyahhud hanya di rakaat terakhir tanpa tasyahhud di tengah.
- 7 rakaat: Duduk tasyahhud di rakaat keenam (tanpa salam), kemudian berdiri untuk rakaat ketujuh dan salam.
- 9 rakaat: Duduk tasyahhud di rakaat kedelapan (tanpa salam), kemudian rakaat kesembilan dan salam.
- 11 rakaat: Cara yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ, biasanya 4 rakaat + 4 rakaat + 3 rakaat, atau 2 rakaat + 2 rakaat + ... + 1 rakaat. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Nabi ﷺ tidak pernah sholat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan." (HR Bukhari no. 1147)
Praktis: Mulai dari 3 rakaat jika baru memulai. Tingkatkan secara bertahap ke 5, 7, atau 11 rakaat seiring kenyamanan. Yang terpenting adalah konsisten, bukan banyaknya rakaat.
Cara sholat Witir 3 rakaat: Hanafi vs jumhur
Cara melaksanakan Witir 3 rakaat berbeda antara mazhab Hanafi dan mazhab-mazhab lainnya (jumhur).
Cara Hanafi: 3 rakaat bersambung dengan tasyahhud awal
- Niat sholat Witir 3 rakaat.
- Takbiratul ihram dan lakukan rakaat pertama secara normal: Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i'tidal, dua sujud.
- Berdiri untuk rakaat kedua: Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, i'tidal, dua sujud.
- Duduk tasyahhud awal (tidak salam) setelah rakaat kedua. Baca tasyahhud saja, tidak perlu shalawat.
- Berdiri untuk rakaat ketiga: Al-Fatihah, surat pendek, kemudian qunut (jika mau), rukuk, i'tidal, dua sujud.
- Duduk tasyahhud akhir dan salam.
Cara jumhur (Syafi'i, Maliki, Hanbali): 2 rakaat + 1 rakaat terpisah
- Niat sholat sunnah 2 rakaat, laksanakan 2 rakaat biasa dan salam.
- Niat sholat Witir 1 rakaat, takbiratul ihram.
- Baca Al-Fatihah dan surat, rukuk, i'tidal, lakukan qunut (setelah i'tidal, sebelum sujud), sujud, duduk akhir, salam.
Cara jumhur lebih dikenal dan dipraktikkan di Indonesia. Pendapat ini juga dikuatkan oleh hadis: "Jangan jadikan Witir kalian menyerupai sholat Maghrib (3 rakaat tanpa jeda salam di tengah)." (HR Al-Hakim, dinilai hasan)
Niat sholat Witir
Niat adalah di dalam hati. Cukup berniat melaksanakan sholat Witir. Bagi yang ingin melafalkan niat, berikut lafaznya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً / ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rak'atan / tsalaatsa raka'aatin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Witir satu rakaat / tiga rakaat karena Allah Ta'ala."
Bacaan surat dalam sholat Witir
Nabi ﷺ memiliki bacaan surat tertentu yang beliau sukai dalam sholat Witir. Berdasarkan riwayat dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu (HR An-Nasa'i no. 1729), Nabi ﷺ membaca:
- Rakaat pertama: Surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal A'la)
- Rakaat kedua: Surat Al-Kafirun (Qul yaa ayyuhal kafirun)
- Rakaat ketiga: Surat Al-Ikhlas (Qul huwallaahu ahad)
Kadang Nabi ﷺ juga menambahkan Surat Al-Falaq dan An-Naas setelah Al-Ikhlas di rakaat ketiga. Tidak ada keharusan untuk selalu membaca surat-surat ini; boleh membaca surat apa pun yang dihafal, terutama jika sedang qiyamullail panjang.
Qunut malam dalam sholat Witir
Qunut dalam sholat Witir adalah sunnah yang didukung oleh banyak riwayat. Kapan tepatnya membaca qunut Witir?
- Mazhab Hanbali: Qunut Witir dibaca sepanjang tahun.
- Mazhab Syafi'i: Qunut Witir hanya pada paruh kedua bulan Ramadan (malam ke-16 hingga ke-30).
- Mazhab Hanafi: Qunut Witir dibaca sepanjang tahun dan dianggap wajib dilakukan dalam setiap sholat Witir.
Qunut Witir dibaca setelah i'tidal pada rakaat terakhir (rakaat Witir), sebelum sujud. Teks qunut Witir yang paling masyhur adalah yang diajarkan Nabi ﷺ kepada cucu beliau Al-Hasan bin Ali:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ
Allahumma-hdinii fiiman hadayt, wa 'aafinii fiiman 'aafayt, wa tawallaniy fiiman tawallayt, wa baarik lii fiimaa a'thayt, wa qinii syarra maa qadhayt...
Sumber: Abu Dawud no. 1425, At-Tirmidhi no. 464, An-Nasa'i no. 1745. Dinilai hasan shahih oleh At-Tirmidhi.
Setelah qunut, boleh dilanjutkan dengan doa panjang lainnya berupa permohonan, pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan istighfar. Ini adalah kesempatan emas untuk berdoa dengan leluasa kepada Allah di sepertiga malam terakhir.
Cara qadha Witir yang terlewat
Apakah Witir yang terlewat perlu diqadha? Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan.
Imam At-Tirmidhi meriwayatkan hadis no. 466 dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa yang tertidur sehingga melewatkan Witir, atau lupa melakukannya, maka hendaklah ia sholat saat teringat atau saat terbangun." Ini menunjukkan bahwa mengqadha Witir adalah disyariatkan.
Teknis qadha Witir di siang hari
Para ulama menyebutkan bahwa cara mengqadha Witir adalah dengan mengganti jumlah rakaatnya menjadi genap (syaf'), agar jumlah keseluruhan sholat tetap berakhir ganjil ketika Witir malam berikutnya dilakukan. Caranya:
- Witir 1 rakaat yang terlewat: qadha dengan 2 rakaat di siang hari.
- Witir 3 rakaat yang terlewat: qadha dengan 4 rakaat di siang hari.
Tujuannya bukan hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga menjaga konsistensi amalan malam. Siapa pun yang terbiasa Witir akan merasakan kekosongan di malam-malam ketika melewatkannya, dan qadha adalah cara untuk menutup kekosongan tersebut.
FivePrayer membantu kamu bangun untuk qiyamullail.
Atur pengingat khusus untuk Witir dan qiyamullail di FivePrayer. Notifikasi lembut yang tidak mengagetkan, panduan surat lengkap, dan pengingat waktu Subuh. Gratis di iOS, Android, Chrome.
Pertanyaan umum tentang sholat Witir
Apakah sholat Witir wajib?
Tergantung mazhab. Mazhab Hanafi menyatakan Witir adalah wajib berdasarkan hadis Abu Dawud no. 1416. Mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali menyatakan Witir adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadis Bukhari no. 990.
Bolehkah sholat Witir lebih dari 3 rakaat?
Ya, sholat Witir boleh dilakukan dengan 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Nabi ﷺ paling sering melakukan 11 rakaat di malam hari, sebagaimana diriwayatkan Aisyah radhiyallahu 'anha dalam Bukhari dan Muslim.
Bagaimana cara sholat Witir 3 rakaat menurut Hanafi dan jumhur?
Hanafi: 3 rakaat bersambung dengan tasyahhud awal di rakaat kedua tanpa salam. Jumhur (Syafi'i, Maliki, Hanbali): 2 rakaat dengan salam, kemudian 1 rakaat terpisah dengan salam. Cara jumhur lebih umum digunakan di Indonesia.
Kapan waktu terbaik untuk sholat Witir?
Waktu terbaik adalah di sepertiga malam terakhir sebelum adzan Subuh. Namun bagi yang khawatir tidak bisa bangun malam, dianjurkan sholat Witir setelah Isya sebelum tidur. Nabi ﷺ bersabda: "Jadikanlah akhir sholatmu di malam hari adalah Witir." (HR Bukhari no. 998)
Bagaimana cara mengqadha Witir yang terlewat?
Berdasarkan hadis Tirmidhi no. 466, Witir yang terlewat dapat diqadha dengan mengganti jumlah rakaatnya menjadi genap di siang hari, misalnya Witir 1 rakaat diganti 2 rakaat, agar jumlah sholat malam tetap berakhir ganjil.