Fakta singkat Asmaul Husna:

Dalil utama: Hadis Tirmidhi 3507 dan Bukhari 2736
Janji: "Barangsiapa menghafalnya akan masuk surga"
Makna menghafal: Hafal, pahami, dan amalkan dalam doa
Dasar Al-Qur'an: QS 7:180, QS 20:8, QS 59:22-24
Cara pakai: Serukan nama Allah yang sesuai sebelum berdoa

Allah berfirman: "Dan Allah memiliki nama-nama yang paling indah (Asmaul Husna), maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya." (QS 7:180). Ayat ini bukan hanya perintah untuk mengetahui nama-nama Allah. Ini adalah undangan untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan-Nya melalui pengenalan akan siapa Dia sebenarnya.

Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghafalnya akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil." (Tirmidhi 3507, Bukhari 2736, Muslim 2677). Para ulama menafsirkan kata "ahshaha" (menghafalnya) bukan hanya menghafal lafaz, tetapi memahami maknanya dan menggunakannya dalam kehidupan dan doa.

Tips ibadah: FivePrayer membantu Anda tidak pernah melewatkan sholat fardhu. Lima waktu sholat adalah saat terbaik untuk menyebut nama-nama Allah. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Dalil Asmaul Husna dalam Al-Qur'an dan hadis

Nama-nama Allah disebutkan di banyak tempat dalam Al-Qur'an. Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia melalui nama-nama-Nya agar manusia bisa mengenal-Nya, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, dan berharap kepada-Nya dengan cara yang tepat.

QS 20:8 menyatakan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nya nama-nama yang paling indah." QS 59:22-24 menyebutkan serangkaian nama Allah secara berurutan: "Dia-lah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Yang Maha Besar."

Hadis yang paling terkenal tentang 99 nama adalah dari Abu Hurairah, di mana Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah punya 99 nama dan barangsiapa menghafalnya masuk surga. Dalam riwayat Tirmidhi, daftar 99 nama disebutkan secara lengkap setelah hadis ini. Para ulama hadis seperti Ibnu Hajar dan Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa daftar nama yang disebutkan dalam riwayat Tirmidhi adalah tambahan dari perawi, bukan bagian dari sabda Nabi ﷺ yang sahih. Namun seluruh nama dalam daftar tersebut dapat ditemukan dalam Al-Qur'an atau hadis-hadis sahih lainnya.

Penting dipahami bahwa 99 bukan berarti Allah hanya punya 99 nama. Dalam hadis lain, Nabi ﷺ berdoa: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang adalah milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu." (Ahmad, Ibnu Hibban). Ini menunjukkan ada nama-nama Allah yang tidak diketahui oleh siapa pun. Yang 99 adalah yang dikhususkan Allah untuk diketahui dan dihafal oleh umat manusia.

Cara menggunakan Asmaul Husna dalam doa

Menghafal nama-nama Allah tanpa memahami maknanya ibarat menghafal nama seseorang tanpa pernah mengenalnya. Tujuan mempelajari Asmaul Husna bukan sekadar menambah hafalan, melainkan membangun hubungan yang hidup dengan Allah melalui pengenalan yang semakin dalam.

Gunakan nama yang sesuai saat berdoa. Ini adalah cara utama yang diajarkan Al-Qur'an: "Berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu" (QS 7:180). Jika Anda memohon rezeki, mulailah doa dengan "Ya Razzaq" (Wahai Yang Maha Pemberi Rezeki). Jika memohon ampunan, mulailah dengan "Ya Ghaffar" atau "Ya Tawwab." Jika memohon pertolongan dari kesulitan, mulailah dengan "Ya Fattah" (Wahai Yang Maha Pembuka). Jika sakit, mintalah kepada "Ya Syafi'" meski nama ini tidak ada dalam daftar 99, ia dikenal dari doa Nabi ﷺ dalam Bukhari.

Baca Asmaul Husna sebagai zikir. Banyak ulama menganjurkan membaca seluruh 99 nama sebagai zikir rutin, terutama setelah sholat Subuh atau Maghrib. Ini bukan sekadar latihan lidah. Setiap kali Anda menyebut nama Allah, Anda sedang menghadirkan sifat-Nya dalam kesadaran Anda, dan ini adalah bentuk zikir yang paling bermakna.

Renungkan maknanya. Duduk dengan satu nama saja bisa menjadi meditasi rohani yang dalam. Misalnya, renungkan nama Al-Qarib (Yang Maha Dekat): jika Allah lebih dekat dari urat leher Anda (QS 50:16), mengapa Anda merasa sendirian? Renungkan Al-Mujiib (Yang Maha Mengabulkan Doa): jika Allah selalu menjawab setiap doa, mengapa Anda ragu berdoa? Nama-nama Allah adalah koreksi terus-menerus terhadap kesalahan pandangan kita tentang Tuhan.

Ajarkan kepada anak-anak. Mulai dari nama-nama yang paling sederhana dan paling sering disebut: Al-Rahman (Maha Pengasih), Al-Rahim (Maha Penyayang), Al-Malik (Maha Raja), Al-Quddus (Maha Suci). Anak yang tumbuh dengan pengenalan akan nama-nama Allah akan memiliki gambaran tentang Tuhan yang kaya dan nuansanya.

Nama-nama utama yang perlu diketahui terlebih dahulu

Dari 99 nama, ada beberapa yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an dan paling penting dipahami terlebih dahulu.

Allah adalah nama diri (ism al-dzat) yang paling agung. Ini bukan sekadar kata untuk "Tuhan" dalam bahasa Arab. Para ulama menjelaskan bahwa Allah adalah nama khusus yang hanya berlaku bagi Tuhan Islam, dan tidak digunakan untuk selain-Nya. Semua 99 nama lainnya adalah sifat, sedangkan Allah adalah nama.

Al-Rahman dan Al-Rahim adalah dua nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an, keduanya dari akar kata rahmah (kasih sayang). Al-Rahman adalah kasih sayang yang luas dan menyelimuti seluruh ciptaan tanpa terkecuali, mencakup orang beriman dan tidak beriman. Al-Rahim adalah kasih sayang yang khusus untuk orang-orang beriman di akhirat. Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah memiliki seratus rahmat, satu diturunkan ke dunia sehingga sesama makhluk bisa saling menyayangi, dan sembilan puluh sembilan disimpan untuk akhirat (Bukhari 6469).

Al-Hayy dan Al-Qayyum adalah dua nama yang disebut dalam Ayat Kursi (QS 2:255), ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Al-Hayy berarti Yang Maha Hidup dengan kehidupan yang sempurna dan tidak pernah mati. Al-Qayyum berarti Yang Maha Berdiri Sendiri, Yang Menopang segala sesuatu. Semua yang ada bergantung pada-Nya, tetapi Dia tidak bergantung pada apa pun.

Daftar lengkap 99 Asmaul Husna

Berikut daftar lengkap 99 Asmaul Husna dengan teks Arab, transliterasi, arti dalam bahasa Indonesia, dan penjelasan singkat.

1
اللَّهُ
Allah
Allah
Nama diri yang paling agung, hanya berlaku bagi Tuhan yang Satu, yang mencakup semua sifat kesempurnaan.
2
الرَّحْمَنُ
Ar-Rahman
Yang Maha Pengasih
Kasih sayang yang luas dan menyelimuti seluruh ciptaan di dunia tanpa terkecuali.
3
الرَّحِيمُ
Ar-Rahim
Yang Maha Penyayang
Kasih sayang yang khusus dan berkelanjutan bagi orang-orang beriman, terutama di akhirat.
4
الْمَلِكُ
Al-Malik
Yang Maha Raja
Pemilik dan penguasa mutlak seluruh alam semesta, kekuasaan-Nya sempurna dan tidak tertandingi.
5
الْقُدُّوسُ
Al-Quddus
Yang Maha Suci
Maha Suci dari segala kekurangan, cacat, dan keserupaan dengan makhluk.
6
السَّلَامُ
As-Salam
Yang Maha Sejahtera
Sumber segala keselamatan dan kedamaian. Salamnya bagi penghuni surga: "Salam" (QS 36:58).
7
الْمُؤْمِنُ
Al-Mu'min
Yang Maha Memberi Keamanan
Memberikan keamanan dan membenarkan para nabi-Nya. Sumber kepercayaan yang sejati.
8
الْمُهَيْمِنُ
Al-Muhaymin
Yang Maha Memelihara
Mengawasi, menjaga, dan melindungi seluruh ciptaan-Nya dengan pengawasan yang sempurna.
9
الْعَزِيزُ
Al-Aziz
Yang Maha Perkasa
Tidak terkalahkan, tidak tertandingi. Keperkasaan-Nya tidak pernah melemah.
10
الْجَبَّارُ
Al-Jabbar
Yang Maha Memaksa
Berkuasa memaksakan kehendak-Nya. Juga berarti Yang Memperbaiki dan Menyembuhkan yang patah.
11
الْمُتَكَبِّرُ
Al-Mutakabbir
Yang Maha Agung
Memiliki keagungan dan kebesaran yang mutlak. Kesombongan adalah selendang-Nya yang tidak boleh direbut makhluk.
12
الْخَالِقُ
Al-Khaliq
Yang Maha Pencipta
Menciptakan segala sesuatu dari tidak ada. Tidak ada yang menciptakan selain-Nya.
13
الْبَارِئُ
Al-Bari'
Yang Maha Mengadakan
Menciptakan dengan bebas dari contoh sebelumnya. Mengadakan setiap ciptaan dengan keunikannya.
14
الْمُصَوِّرُ
Al-Musawwir
Yang Maha Membentuk Rupa
Membentuk rupa dan wajah setiap makhluk. Tidak ada dua wajah yang persis sama karena kehendak-Nya.
15
الْغَفَّارُ
Al-Ghaffar
Yang Maha Pengampun
Mengampuni dosa berulang kali, terus-menerus, kepada siapa pun yang memohon ampunan.
16
الْقَهَّارُ
Al-Qahhar
Yang Maha Mengalahkan
Menguasai dan mengalahkan semua yang ada. Semua makhluk tunduk di bawah kekuasaan-Nya.
17
الْوَهَّابُ
Al-Wahhab
Yang Maha Pemberi
Memberi tanpa batas, tanpa imbalan, tanpa kelelahan. Semua karunia berasal dari-Nya.
18
الرَّزَّاقُ
Ar-Razzaq
Yang Maha Pemberi Rezeki
Menjamin rezeki setiap makhluk yang bernyawa. Tidak ada satu pun yang Allah ciptakan lalu Dia biarkan lapar.
19
الْفَتَّاحُ
Al-Fattah
Yang Maha Membuka
Membuka pintu rezeki, rahmat, dan solusi. Jika Allah membuka pintu, tidak ada yang bisa menutupnya.
20
الْعَلِيمُ
Al-'Alim
Yang Maha Mengetahui
Mengetahui segalanya: yang lalu, sekarang, dan akan datang. Yang tersembunyi dan yang tampak.
21
الْقَابِضُ
Al-Qabidh
Yang Maha Menyempitkan
Menyempitkan rezeki dengan hikmah-Nya. Kesempitan dari Allah adalah ujian dan pelajaran.
22
الْبَاسِطُ
Al-Basit
Yang Maha Melapangkan
Melapangkan rezeki dan rahmat. Kelapangan dari Allah adalah nikmat yang harus disyukuri.
23
الْخَافِضُ
Al-Khafidh
Yang Maha Merendahkan
Merendahkan siapa yang Dia kehendaki, terutama orang-orang yang sombong dan zalim.
24
الرَّافِعُ
Ar-Rafi'
Yang Maha Meninggikan
Meninggikan derajat siapa yang Dia kehendaki, terutama orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
25
الْمُعِزُّ
Al-Mu'izz
Yang Maha Memberi Kemuliaan
Memberikan kemuliaan kepada siapa yang Dia kehendaki. Kemuliaan sejati hanya dari Allah.
26
الْمُذِلُّ
Al-Mudzill
Yang Maha Menghinakan
Menghinakan siapa yang Dia kehendaki. Kehinaan dunia bagi-Nya adalah koreksi atas kesombongan.
27
السَّمِيعُ
As-Sami'
Yang Maha Mendengar
Mendengar setiap suara, bisikan hati, dan doa. Tidak ada yang luput dari pendengaran-Nya.
28
الْبَصِيرُ
Al-Bashir
Yang Maha Melihat
Melihat segalanya dengan sempurna. Apa yang tersembunyi di kegelapan pun tampak jelas bagi-Nya.
29
الْحَكَمُ
Al-Hakam
Yang Maha Memutuskan
Hakim yang memutuskan dengan adil sempurna. Keputusan-Nya tidak bisa digugat.
30
الْعَدْلُ
Al-'Adl
Yang Maha Adil
Keadilan-Nya sempurna dan mutlak. Tidak ada kezaliman sedikit pun dari Allah kepada makhluk-Nya.
31
اللَّطِيفُ
Al-Latif
Yang Maha Lembut
Maha Lembut dalam pengetahuan dan perbuatan-Nya. Memberikan nikmat dengan cara yang tidak terasa.
32
الْخَبِيرُ
Al-Khabir
Yang Maha Mengetahui Berita
Mengetahui segala hal secara detail dan mendalam, termasuk yang tersembunyi di batin manusia.
33
الْحَلِيمُ
Al-Halim
Yang Maha Penyantun
Tidak tergesa menghukum meski melihat dosa. Memberi kesempatan bertaubat dengan kesabaran.
34
الْعَظِيمُ
Al-'Azhim
Yang Maha Agung
Keagungan-Nya melampaui segala yang bisa dibayangkan. Semua yang agung di dunia kecil di hadapan-Nya.
35
الْغَفُورُ
Al-Ghafur
Yang Maha Pengampun
Mengampuni dengan sempurna, menutupi dosa sehingga tidak terungkap di akhirat bagi yang diampuni.
36
الشَّكُورُ
Asy-Syakur
Yang Maha Mensyukuri
Menghargai setiap amal kebaikan sekecil apapun dan membalasnya dengan berlipat ganda.
37
الْعَلِيُّ
Al-'Aliyy
Yang Maha Tinggi
Ketinggian yang mutlak dalam dzat, sifat, dan kedudukan. Di atas segala yang ada.
38
الْكَبِيرُ
Al-Kabir
Yang Maha Besar
Kebesaran-Nya melampaui semua yang ada. Takbir (Allahu Akbar) adalah pernyataan kebesaran-Nya.
39
الْحَفِيظُ
Al-Hafizh
Yang Maha Memelihara
Memelihara dan menjaga segala ciptaan-Nya dari kebinasaan sebelum waktunya.
40
الْمُقِيتُ
Al-Muqit
Yang Maha Pemberi Kecukupan
Memberikan makanan dan kecukupan kepada setiap makhluk. Tidak ada yang dibiarkan kekurangan tanpa hikmah.
41
الْحَسِيبُ
Al-Hasib
Yang Maha Menghitung
Menghitung setiap amal dengan sempurna. Cukuplah Allah sebagai penghitung di hari kiamat.
42
الْجَلِيلُ
Al-Jalil
Yang Maha Mulia
Memiliki kemuliaan dan keagungan yang sempurna. Sumber dari segala kemuliaan yang ada.
43
الْكَرِيمُ
Al-Karim
Yang Maha Dermawan
Kemurahan-Nya tidak terbatas. Memberi lebih dari yang diminta, lebih dari yang diharapkan.
44
الرَّقِيبُ
Ar-Raqib
Yang Maha Mengawasi
Mengawasi setiap gerak dan diam. Kesadaran akan pengawasan Allah adalah inti taqwa.
45
الْمُجِيبُ
Al-Mujib
Yang Maha Mengabulkan Doa
Selalu menjawab setiap doa. "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan." (QS 40:60).
46
الْوَاسِعُ
Al-Wasi'
Yang Maha Luas
Ilmu, rahmat, dan kemampuan-Nya tidak terbatas. Maha Luas yang mencakup segalanya.
47
الْحَكِيمُ
Al-Hakim
Yang Maha Bijaksana
Setiap keputusan dan ciptaan-Nya mengandung hikmah yang sempurna, meski tidak selalu terlihat.
48
الْوَدُودُ
Al-Wadud
Yang Maha Mencintai
Mencintai hamba-hamba-Nya yang sholeh dan dicintai oleh mereka. Cinta ilahi yang murni.
49
الْمَجِيدُ
Al-Majid
Yang Maha Mulia
Kemuliaan yang tinggi disertai dengan kemurahan yang besar. Mulia dalam dzat dan sifat-Nya.
50
الْبَاعِثُ
Al-Ba'its
Yang Maha Membangkitkan
Membangkitkan seluruh manusia pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan.
51
الشَّهِيدُ
Asy-Syahid
Yang Maha Menyaksikan
Menyaksikan semua yang terjadi di seluruh alam semesta secara bersamaan tanpa luput sedikit pun.
52
الْحَقُّ
Al-Haqq
Yang Maha Benar
Dzat yang paling benar. Wujud-Nya adalah satu-satunya wujud yang pasti dan tidak berubah.
53
الْوَكِيلُ
Al-Wakil
Yang Maha Memelihara
Dipercaya untuk mengurus segala urusan. Bertawakkal kepada-Nya adalah menyerahkan urusan kepada yang paling mampu.
54
الْقَوِيُّ
Al-Qawiyy
Yang Maha Kuat
Kekuatan-Nya sempurna dan tidak pernah melemah. Semua kekuatan di alam ini dari-Nya.
55
الْمَتِينُ
Al-Matin
Yang Maha Kokoh
Kekuatan-Nya kokoh dan tidak bisa digoyahkan. Keputusan-Nya teguh dan pasti terlaksana.
56
الْوَلِيُّ
Al-Waliyy
Yang Maha Melindungi
Pelindung dan penolong orang-orang beriman. Tidak ada pelindung yang lebih baik dari Allah.
57
الْحَمِيدُ
Al-Hamid
Yang Maha Terpuji
Segala pujian kembali kepada-Nya. Alhamdulillah adalah pengakuan bahwa semua pujian milik Allah.
58
الْمُحْصِي
Al-Muhshi
Yang Maha Menghitung
Menghitung dan mencatat setiap hal dengan terperinci. Tidak ada atom pun yang luput dari perhitungan-Nya.
59
الْمُبْدِئُ
Al-Mubdi'
Yang Maha Memulai
Memulai penciptaan dari ketiadaan. Tidak ada yang mendahului-Nya dalam menciptakan.
60
الْمُعِيدُ
Al-Mu'id
Yang Maha Mengembalikan
Mengembalikan makhluk setelah kematian. Kebangkitan adalah sama mudahnya dengan penciptaan pertama.
61
الْمُحْيِي
Al-Muhyi
Yang Maha Menghidupkan
Memberikan kehidupan kepada yang mati, baik secara fisik maupun kehidupan ruhani melalui iman.
62
الْمُمِيتُ
Al-Mumit
Yang Maha Mematikan
Mencabut nyawa ketika tiba saatnya. Kematian adalah ketetapan Allah yang pasti bagi setiap yang hidup.
63
الْحَيُّ
Al-Hayy
Yang Maha Hidup
Hidup dengan kehidupan yang sempurna, tidak berawal dan tidak berakhir. Disebut dalam Ayat Kursi.
64
الْقَيُّومُ
Al-Qayyum
Yang Maha Mandiri
Berdiri sendiri, tidak butuh siapa pun. Semua yang ada bergantung pada-Nya. Disebut dalam Ayat Kursi.
65
الْوَاجِدُ
Al-Wajid
Yang Maha Menemukan
Tidak pernah kehilangan apa pun yang Dia inginkan. Segala sesuatu ada dalam jangkauan pengetahuan-Nya.
66
الْمَاجِدُ
Al-Majid
Yang Maha Mulia
Memiliki kemuliaan yang tinggi dan keluasan yang tidak terbatas dalam sifat-sifat-Nya.
67
الْوَاحِدُ
Al-Wahid
Yang Maha Esa
Satu dalam dzat, sifat, dan perbuatan. Tidak ada yang menyerupai-Nya dalam keesaan ini.
68
الْأَحَدُ
Al-Ahad
Yang Maha Tunggal
Keesaan yang mutlak, tidak bisa dibagi, tidak bisa digandakan. Inti dari Surah Al-Ikhlas.
69
الصَّمَدُ
As-Shamad
Yang Maha Dibutuhkan
Tempat bergantung semua makhluk. Dia tidak butuh siapa pun, tetapi semua butuh kepada-Nya.
70
الْقَادِرُ
Al-Qadir
Yang Maha Berkuasa
Berkuasa atas segalanya. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Jika Dia berkehendak, cukup berkata "Kun."
71
الْمُقْتَدِرُ
Al-Muqtadir
Yang Maha Menentukan
Berkuasa dengan sempurna atas segala sesuatu. Kekuasaan-Nya tidak perlu usaha atau persiapan.
72
الْمُقَدِّمُ
Al-Muqaddim
Yang Maha Mendahulukan
Mendahulukan siapa atau apa yang Dia kehendaki. Takdir-Nya mendahulukan kebaikan bagi yang beriman.
73
الْمُؤَخِّرُ
Al-Mu'akhkhir
Yang Maha Mengakhirkan
Mengakhirkan siapa atau apa yang Dia kehendaki. Semua dalam urutan yang sempurna menurut hikmah-Nya.
74
الْأَوَّلُ
Al-Awwal
Yang Maha Pertama
Ada sebelum segalanya. Tidak ada yang mendahului-Nya. Dia-lah yang pertama tanpa permulaan.
75
الْآخِرُ
Al-Akhir
Yang Maha Akhir
Ada setelah segalanya berakhir. Tidak ada yang sesudah-Nya. Dia-lah yang terakhir tanpa akhiran.
76
الظَّاهِرُ
Azh-Zhahir
Yang Maha Nyata
Nyata melalui tanda-tanda ciptaan-Nya. Tidak ada yang lebih jelas keberadaannya dari Allah.
77
الْبَاطِنُ
Al-Batin
Yang Maha Tersembunyi
Tersembunyi dalam dzat-Nya dari jangkauan indera dan akal manusia yang terbatas.
78
الْوَالِي
Al-Wali
Yang Maha Memerintah
Mengelola dan mengatur seluruh alam semesta. Pemerintahan-Nya sempurna dan tidak butuh pembantu.
79
الْمُتَعَالِي
Al-Muta'ali
Yang Maha Tinggi
Ketinggian yang mutlak di atas semua sifat kekurangan dan di atas semua yang ada.
80
الْبَرُّ
Al-Barr
Yang Maha Dermawan Baik
Penuh kebaikan kepada hamba-hamba-Nya. Sumber dari segala kebajikan yang ada.
81
التَّوَّابُ
At-Tawwab
Yang Maha Menerima Taubat
Selalu menerima taubat hamba yang kembali kepada-Nya. Pintu taubat tidak pernah ditutup.
82
الْمُنْتَقِمُ
Al-Muntaqim
Yang Maha Pembalas
Membalas orang-orang yang zalim dengan pembalasan yang adil dan setimpal.
83
الْعَفُوُّ
Al-'Afuww
Yang Maha Pemaaf
Memaafkan dan menghapus dosa seolah tidak pernah terjadi. Lebih dari sekadar mengampuni.
84
الرَّءُوفُ
Ar-Ra'uf
Yang Maha Belas Kasih
Belas kasihan yang sangat dalam dan penuh kelembutan kepada makhluk yang lemah dan berdosa.
85
مَالِكُ الْمُلْكِ
Malikul Mulk
Yang Memiliki Semua Kerajaan
Pemilik mutlak seluruh kerajaan. Kekuasaan dunia hanyalah pinjaman yang Dia berikan sementara.
86
ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Dzul Jalali wal Ikram
Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan
Memiliki keagungan yang sempurna sekaligus kemurahan yang luas. Nama yang paling sering disebut Nabi ﷺ.
87
الْمُقْسِطُ
Al-Muqsit
Yang Maha Adil
Berlaku adil dan menegakkan keadilan. Seluruh timbangan-Nya tepat dan tidak bisa dimainkan.
88
الْجَامِعُ
Al-Jami'
Yang Maha Mengumpulkan
Mengumpulkan semua manusia pada hari kiamat. Mengumpulkan semua yang berbeda-beda dalam kesatuan ciptaan.
89
الْغَنِيُّ
Al-Ghaniyy
Yang Maha Kaya
Kaya sempurna, tidak butuh apa pun dari siapa pun. Semua yang ada hanyalah pemberian dari kekayaan-Nya.
90
الْمُغْنِي
Al-Mughni
Yang Maha Mencukupkan
Memberikan kecukupan kepada siapa yang Dia kehendaki. Kekayaan sejati hanya dari-Nya.
91
الْمَانِعُ
Al-Mani'
Yang Maha Mencegah
Mencegah bahaya dari hamba-Nya yang Dia lindungi. Juga mencegah apa yang tidak layak diberikan.
92
الضَّارُّ
Adh-Dharr
Yang Maha Memberi Mudarat
Memberikan ujian dan kesulitan dengan hikmah. Tidak ada mudarat yang terjadi tanpa izin-Nya.
93
النَّافِعُ
An-Nafi'
Yang Maha Memberi Manfaat
Memberikan manfaat kepada siapa yang Dia kehendaki. Sumber segala kebaikan dan manfaat.
94
النُّورُ
An-Nur
Yang Maha Bercahaya
Cahaya langit dan bumi. Memberi cahaya kepada hati orang beriman. QS 24:35 menggambarkan cahaya-Nya.
95
الْهَادِي
Al-Hadi
Yang Maha Memberi Petunjuk
Memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Hidayah adalah hadiah terbesar dari Allah.
96
الْبَدِيعُ
Al-Badi'
Yang Maha Pencipta Baru
Menciptakan sesuatu yang baru tanpa contoh sebelumnya. Kreativitas-Nya tidak terbatas.
97
الْبَاقِي
Al-Baqi
Yang Maha Kekal
Kekal selamanya tanpa akhir. Semua yang ada akan fana, hanya Dia yang kekal abadi.
98
الْوَارِثُ
Al-Warits
Yang Maha Mewarisi
Mewarisi bumi dan semua yang ada setelah semua makhluk musnah. Hanya Dia yang tersisa.
99
الرَّشِيدُ
Ar-Rasyid
Yang Maha Pandai
Menunjukkan jalan yang benar dan mengatur semua urusan dengan tepat sasaran.

Pertanyaan umum

Apakah ada daftar 99 nama yang disebut langsung oleh Nabi ﷺ?

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa Allah punya 99 nama dan siapa yang menghafalnya masuk surga (Bukhari 2736, Muslim 2677). Daftar 99 nama yang tersebar luas berasal dari riwayat Tirmidhi 3507 di mana nama-nama disebutkan setelah hadis tersebut. Para ulama hadis menjelaskan bahwa daftar nama dalam riwayat Tirmidhi adalah tambahan perawi, bukan sabda Nabi ﷺ yang sahih. Meski begitu, seluruh nama dalam daftar tersebut dapat ditemukan dalam Al-Qur'an atau hadis-hadis yang shahih.

Bagaimana cara menghafal 99 Asmaul Husna?

Hafal bertahap, mulai dari nama-nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur'an: Al-Rahman, Al-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, dan seterusnya. Bacalah sebagai wirid harian, satu kelompok 10 nama per hari. Yang paling efektif adalah memahami maknanya terlebih dahulu, karena hafalan yang bermakna jauh lebih kuat dan bertahan lebih lama dari hafalan tanpa makna.

Apakah ada nama Allah yang bisa digunakan sebagai nama manusia?

Nama-nama Allah yang menunjukkan sifat yang hanya khusus bagi-Nya tidak boleh digunakan langsung untuk manusia. Misalnya, "Al-Khaliq" (Pencipta) atau "Al-Qahhaar" (Maha Mengalahkan) tidak tepat digunakan untuk nama manusia. Namun, nama-nama dengan tambahan "Abd" (hamba) di depannya boleh digunakan, seperti Abdurrahman, Abdurrahim, Abdullah. Ini adalah cara Islam menjaga kekhususan nama-nama Allah.

Apakah ada keutamaan membaca Asmaul Husna tertentu di waktu tertentu?

Banyak riwayat dan amalan para ulama yang mengaitkan nama-nama tertentu dengan waktu atau tujuan tertentu. Misalnya, membaca "Ya Hayyu Ya Qayyum" sebagai doa untuk dikuatkan dan dihidupkan hati. Membaca "Ya Latif" berulang untuk memohon kelembutan Allah dalam urusan yang sulit. Membaca "Dzul Jalali wal Ikram" adalah yang dianjurkan Nabi ﷺ secara khusus (Tirmidhi, hadis tentang berpegang teguh pada nama ini).

Apakah menghafal 99 nama secara mekanis cukup untuk mendapat janji surga?

Para ulama seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa "ahshaha" dalam hadis tidak sekadar berarti menghafal lafaz. Maknanya mencakup: menghafal, memahami maknanya, berdoa kepada Allah menggunakan nama-nama itu, dan meneladani sifat-sifat yang bisa diteladani seperti menjadi dermawan karena Allah Al-Karim, atau pengampun karena Allah Al-Ghafur. Hafalan tanpa pemahaman dan pengamalan tidak memenuhi makna "ahshaha" yang sempurna.

Ingat Allah di setiap waktu sholat

FivePrayer: lima waktu sholat adalah lima kesempatan menyebut nama-nama Allah.

Setiap kali Anda sholat tepat waktu, Anda memperbarui hubungan dengan Allah. FivePrayer mengingatkan Anda dengan pengingat adzan yang lembut agar tidak ada satu waktu pun yang terlewat. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.

Unduh diApp Store
Dapatkan diGoogle Play
Juga diChrome