Fakta cepat sholat istikharah:
• Hukum: sunnah, sangat dianjurkan untuk setiap keputusan
• Dalil utama: Sahih al-Bukhari 1162 (Jabir bin Abdullah RA)
• Struktur: 2 rakaat sunnah, lalu doa istikharah setelah salam
• Waktu: kapan saja di luar tiga waktu terlarang
• Untuk apa: setiap urusan mubah, jodoh, pekerjaan, studi, perjalanan, bisnis, pindah
• Tanda jawaban: kemudahan jalan dan kecondongan hati, bukan mimpi
Sholat Istikharah adalah sholat ketika kamu bingung mengambil keputusan. Nabi ﷺ mengajarkannya sebagaimana mengajarkan surat-surat Al-Qur'an, dengan kasih sayang yang sama, dalam istilah umum yang sama, untuk seluruh umat, dalam segala urusan. Sahabat Jabir bin Abdullah RA berkata: "Rasulullah ﷺ mengajarkan kami istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surat-surat dari Al-Qur'an." (HR Bukhari 1162)
Kalimat singkat itu sarat makna. Beliau tidak berkata "untuk jodoh saja." Beliau tidak berkata "untuk keputusan besar." Beliau berkata "dalam segala urusan." Ini adalah alat yang Nabi ﷺ ingin ada di tangan setiap Muslim. Namun ia menjadi salah satu sholat yang paling banyak disalahpahami dalam praktik harian. Banyak orang mengira harus mendapatkan mimpi. Banyak yang percaya seorang syaikh bisa melakukannya untuk mereka. Banyak yang menjadikannya seperti ramalan. Tidak ada satu pun dari itu yang berasal dari Sunnah.
Panduan ini menjelaskan apa itu istikharah sebenarnya, kapan dilakukan, tata cara dua rakaatnya, teks doa lengkap dalam Arab dengan transliterasi latin dan terjemahan Indonesia, seperti apa jawaban yang sebenarnya, dan kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Di akhir tulisan, kamu akan punya semua yang dibutuhkan untuk menggunakan alat indah ini sesuai dengan cara Nabi ﷺ memberikannya kepada kita.
Tip: FivePrayer mencatat sholat nafil kamu termasuk Istikharah, Dhuha, dan Tahajjud, di samping lima sholat fardhu harian. Tenang, tanpa streak yang membebani, tanpa papan peringkat. Gratis, tanpa iklan.
- Apa itu Sholat Istikharah?
- Kapan melakukan sholat istikharah
- Tata cara 2 rakaat, langkah demi langkah
- Doa istikharah lengkap, Arab, latin, terjemahan
- Cara membaca jawabannya
- Apakah istikharah boleh diulang?
- Istikharah dan musyawarah (syura)
- Jenis keputusan yang layak diistikharahi
- Kesalahpahaman umum
- FAQ
Apa itu Sholat Istikharah?
Kata istikhara berasal dari akar bahasa Arab kh-y-r, yang berarti "baik" atau "terbaik." Bentuk istakhara berarti "memohon yang terbaik." Jadi sholat al-istikharah secara harfiah adalah "sholat memohon yang terbaik." Ia adalah sholat sunnah dua rakaat yang diikuti doa khusus, di mana seorang hamba menyerahkan keputusannya kepada Allah dan memohon agar dipilihkan jalan yang terbaik.
Hadits lengkap dari Jabir RA layak dibaca dengan kata-katanya sendiri. Beliau berkata: "Rasulullah ﷺ biasa mengajari kami istikharah dalam segala urusan sebagaimana beliau mengajari kami surat dari Al-Qur'an. Beliau bersabda: 'Jika salah seorang dari kalian merasa berat dalam suatu urusan, hendaklah sholat dua rakaat selain sholat fardhu, kemudian berdoa'..." (Sahih al-Bukhari 1162). Setelah itu disebutkan doa yang masyhur.
Perhatikan struktur dari apa yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau tidak menjanjikan mimpi. Tidak menjanjikan penglihatan. Tidak menjanjikan suara. Beliau mengajarkan sebuah sholat dan sebuah doa, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Seluruh tindakan ini adalah pengakuan, Engkau Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkau Maha Mampu, sedangkan aku lemah. Pilihkanlah untukku. Inilah salah satu ungkapan tauhid yang paling indah dalam Sunnah.
Allah meneguhkan prinsip ini di tempat lain: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 2:216). Istikharah adalah jawaban praktis untuk ayat ini. Kita tidak tahu. Dia tahu. Maka kita memohon kepada-Nya.
Kapan melakukan sholat istikharah
Jawaban singkatnya: kapan saja di luar tiga waktu terlarang, sebelum kamu mengambil keputusan dalam urusan yang mubah.
Tiga waktu yang tidak boleh untuk sholat sunnah adalah:
- Dari waktu subuh hingga matahari terbit seukuran tombak di atas ufuk (kira-kira 15-20 menit setelah terbit).
- Saat zenith, ketika matahari tepat di atas kepala, sesaat sebelum dzuhur tiba.
- Dari ashar hingga matahari terbenam.
Di luar waktu-waktu itu, istikharah sah dilakukan siang atau malam. Banyak ulama menganjurkan sepertiga malam terakhir karena doa lebih mustajab pada waktu tersebut (HR Bukhari 1145), tapi tidak ada dalil yang mengikat istikharah pada waktu tertentu. Tidak harus malam. Tidak harus setelah sholat fardhu. Ia adalah sholat dua rakaat tersendiri yang masuk ke dalam hari kamu kapan pun keputusan itu menggelisahkan.
Lakukan sebelum kamu mengambil keputusan, bukan sesudah. Intinya adalah memohon petunjuk ketika pilihan masih benar-benar terbuka di depanmu. Jika hatimu sudah terlanjur condong ke satu pilihan, istikharahnya menjadi kurang tulus. Para ulama salaf berkata, lakukan ketika urusan itu pertama kali membebani hati, sebelum bias mengendap.
Tata cara 2 rakaat, langkah demi langkah
Dua rakaat istikharah sama seperti sholat sunnah dua rakaat biasa. Tidak ada yang khas dari rakaatnya sendiri. Yang khas adalah doa setelahnya.
- Berwudulah jika belum, dan hadap kiblat.
- Niatkan dalam hati: "dua rakaat sholat sunnah Istikharah karena Allah." Tidak perlu dilafalkan. Niat tempatnya di hati.
- Takbiratul ihram, angkat kedua tangan dan ucapkan Allahu Akbar.
- Rakaat 1: Baca Al-Fatihah lalu satu surat. Sunnahnya membaca Surat Al-Kafirun (109), surat tentang kemurnian niat dan penolakan terhadap sesembahan selain Allah. Lanjutkan dengan ruku, dua sujud, lalu bangkit.
- Rakaat 2: Baca Al-Fatihah lalu Surat Al-Ikhlas (112), surat tauhid. Selesaikan ruku, dua sujud, duduk tasyahud, dan salam.
- Setelah salam, angkat kedua tangan dan bacalah doa istikharah lengkap di bawah. Saat sampai pada kalimat "hadzal amr" ("urusan ini"), sebutkan urusanmu secara spesifik, dalam hati atau dengan suara.
- Bergerak maju. Ambil keputusan yang condong di hatimu, lalu bertawakal pada Allah untuk yang akan terjadi.
Seluruhnya memakan waktu 4 sampai 5 menit. Perhatikan baik-baik: doa dibaca setelah sholat, bukan di dalam sholat. Ia dibaca setelah salam, dengan tangan terangkat, sebagai permohonan terpisah. Sebagian orang keliru membacanya saat sujud; itu bukan cara yang diajarkan Nabi ﷺ.
Doa istikharah lengkap
Inilah doa yang didiktekan Nabi ﷺ kepada Jabir RA, sebagaimana tercatat dalam Sahih al-Bukhari 1162:
Teks Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Latin
Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min fadlika al-'azim. Fa innaka taqdiru wa la aqdir, wa ta'lamu wa la a'lam, wa Anta 'allamu al-ghuyub. Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra (sebutkan urusanmu) khairun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, 'ajilihi wa ajilihi, faqdurhu li wa yassirhu li tsumma barik li fihi. Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, 'ajilihi wa ajilihi, fasrifhu 'anni wa asrifni 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kana tsumma ardhini bihi.
Terjemahan Indonesia
Ya Allah, sungguh aku memohon pilihan-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, serta aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sungguh Engkau Maha Kuasa sedang aku tidak. Engkau Maha Tahu sedang aku tidak. Dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini [sebutkan] baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, baik segera maupun nanti, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku padanya.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, baik segera maupun nanti, maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun adanya, kemudian jadikanlah aku ridho dengannya.
Cara menyebut urusan: pada kalimat "hadzal amr" ("urusan ini"), sebutkan kondisimu secara spesifik. Misalnya "lamaran nikah dari fulan," "pekerjaan di [perusahaan]," "pindah ke [kota]," "membeli rumah ini." Sebutkan dengan konkret. Allah sudah tahu, tapi menyebutkannya membantu hatimu fokus pada pertanyaan yang benar.
Cara membaca jawabannya
Di sinilah banyak orang tersandung. Saya katakan secara terus terang. Tanda istikharah bukan mimpi. Tanda istikharah adalah hati yang condong ke salah satu pilihan, dan jalannya peristiwa setelahnya.
Hadits tidak menyebut mimpi sama sekali. Tidak menyebut penglihatan. Tidak menyebut warna. Nabi ﷺ menutup penjelasannya dengan: "Dan jika ada urusan yang spesifik, hendaklah ia menyebut namanya." Hanya itu. Beliau tidak berkata "lalu tidurlah dan tunggu mimpi." Bagian itu adalah tambahan budaya, bukan dari Sunnah.
Lalu apa tanda yang sebenarnya? Tiga hal, kurang lebih dalam urutan ini:
- Kecondongan hati. Setelah sholat istikharah dengan tulus, kamu sering akan menemukan hatimu lebih condong ke satu pilihan dengan tenang dibanding sebelumnya. Kegelisahan yang awalnya menyertai kebingungan, mereda. Satu jalan terasa pas, jalan lain terasa janggal. Percayalah pada kecondongan halus itu.
- Jalannya peristiwa. Saat kamu bergerak maju, pintu-pintu akan terbuka atau menutup. Rintangan mencair atau bertumpuk. Orang berkata iya atau tidak. Jalan menjadi mudah atau menjadi sulit. Inilah jawaban Allah. Kemudahan adalah "iya"-Nya. Hambatan adalah penjagaan-Nya.
- Keridhaan dengan hasilnya. Kalimat terakhir doa adalah "tsumma ardhini bihi" ("kemudian jadikanlah aku ridho dengannya"). Apa pun yang Allah takdirkan, kamu sampai pada perasaan tenang dengannya. Rasa damai yang menetap itu, sering muncul berminggu atau berbulan kemudian, adalah bagian dari jawaban.
Penerapannya: sholatlah istikharah, ambil pilihan yang paling masuk akal, lakukan langkah konkret berikutnya, dan perhatikan apa yang terjadi. Jika urusannya baik untukmu, jalan menjadi mudah. Jika urusannya buruk, kamu akan dipalingkan darinya, kadang lewat perasaan yang berubah, kadang lewat peristiwa yang bukan kamu yang mengatur.
Apakah istikharah boleh diulang?
Boleh. Hadits tidak menyebut angka tertentu, tapi banyak ulama klasik menganjurkan tiga atau tujuh kali ketika kejernihan belum datang. Imam Nawawi mengutip Ibn al-Zubayr RA yang berkata: "Beristikharahlah tujuh kali, kemudian lihatlah ke mana hatimu condong. Kebaikan ada di sana."
Mengulang bukan tanda iman lemah. Itu tanda kesungguhan. Kamu menunjukkan kepada Allah bahwa kamu sungguh-sungguh ingin petunjuk-Nya. Jika setelah satu istikharah hatimu masih bergejolak, lakukan lagi keesokan harinya. Lakukan di hari berikutnya. Terus kembali kepadanya hingga hatimu reda, berapa kali pun itu dibutuhkan.
Meski demikian, jangan biarkan pengulangan menjadi penundaan. Pada titik tertentu, kamu harus memilih. Pengulangan adalah untuk menjernihkan hati, bukan untuk menunda keputusan tanpa batas.
Istikharah dan musyawarah (syura)
Istikharah tidak menggantikan meminta nasihat orang. Al-Qur'an menyatakan dengan tegas: "Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." (QS Ali Imran 3:159). Ayat ini turun kepada Nabi ﷺ sendiri, yang berada dalam komunikasi langsung dengan Allah, namun tetap diperintahkan bermusyawarah dengan para sahabatnya.
Metode Sunnah lengkap untuk setiap keputusan memiliki tiga kaki:
- Istikharah, meminta yang terbaik kepada Allah.
- Istisyarah, bermusyawarah dengan orang yang terpercaya dan paham urusan, orang tua, guru, ulama, ahli bidangnya, sahabat yang bijaksana.
- Tawakal, putuskan dan sandarkan diri pada Allah.
Sebuah kaidah masyhur menyatakan: "Barangsiapa beristikharah kepada Sang Pencipta, bermusyawarah dengan makhluk, dan teguh dalam urusannya, niscaya ia tidak akan menyesal." Jangan lewatkan musyawarah. Jangan lewatkan sholat. Jangan lewatkan ketegasan.
Jenis keputusan yang layak diistikharahi
Hadits berkata "dalam segala urusan." Itu mencakup yang kecil dan yang besar. Dalam praktiknya, umat Islam beristikharah untuk:
- Pernikahan, menerima atau menolak lamaran, memilih di antara kandidat, menentukan waktu akad.
- Pekerjaan, menerima tawaran kerja, keluar dari perusahaan, menerima promosi yang menuntut pindah, memulai bisnis.
- Pendidikan, memilih universitas, jurusan, kota tempat tinggal selama studi.
- Pindah tempat, pindah negara, membeli rumah, memilih lingkungan.
- Bisnis, berinvestasi pada usaha, mengambil partner, menandatangani kontrak jangka panjang.
- Perjalanan, perjalanan besar yang melibatkan biaya, risiko, atau perpisahan keluarga.
- Keluarga, keputusan medis, sekolah anak, menanggung biaya kerabat.
Kamu tidak beristikharah untuk:
- Hal yang sudah wajib atau sudah haram. Kamu tidak meminta Allah memilihkan apakah berpuasa Ramadan atau apakah minum alkohol. Jawaban itu sudah pasti.
- Pilihan yang jelas remeh. Boleh, tapi tidak perlu.
- Keputusan yang sudah terlanjur kamu kunci. Intinya adalah bertanya sebelum memutuskan.
Kesalahpahaman umum
Istikharah adalah salah satu sholat yang paling banyak disalahpahami dalam praktik harian. Beberapa pelurusan yang perlu disimpan dekat:
| Kesalahpahaman | Yang Sunnah |
|---|---|
| "Saya harus mendapatkan mimpi setelah istikharah." | Tidak ada mimpi yang disebut dalam hadits. Tandanya adalah kecondongan hati dan jalannya peristiwa. |
| "Ulama atau syaikh bisa beristikharah untuk saya." | Istikharah itu personal. Lakukan sendiri. Orang lain boleh mendoakan kamu, tapi tidak bisa menggantikan tindakan memohon petunjukmu sendiri. |
| "Harus malam hari." | Boleh kapan saja di luar tiga waktu terlarang. Malam disukai untuk semua doa, tapi tidak diwajibkan khusus untuk istikharah. |
| "Kalau setelah memilih ada kesulitan, berarti istikharahnya gagal." | Tidak selalu. Kebaikan sering melewati kesulitan. Percayalah pada jalan yang Allah buka, meski berat. |
| "Hanya untuk urusan jodoh." | Nabi ﷺ berkata 'dalam segala urusan.' Setiap keputusan mubah layak. |
| "Lakukan terus sampai dapat jawaban tegas ya atau tidak." | Boleh mengulang, tapi ketiadaan kejelasan juga bagian dari jawaban. Maju dengan pilihan terbaik yang kamu bisa, dan lihat jalannya. |
FAQ
Apa beda istikharah dan tahajud?
Tahajud adalah sholat malam umum berupa rakaat sukarela di sepertiga malam terakhir. Istikharah adalah sholat 2 rakaat khusus dengan doa khusus, untuk keputusan tertentu, kapan saja. Boleh digabung, tapi dua hal yang berbeda.
Apakah harus dalam keadaan wudu saat membaca doanya?
Ya, karena baru selesai sholat dua rakaat. Doa dibaca segera setelahnya. Kalau ingin membaca doa saja di luar sholat (juga sah sebagai doa umum), wudu dianjurkan tapi tidak wajib untuk doa.
Bagaimana kalau tidak sempat sholat dua rakaat?
Sunnah lengkap adalah dua rakaat lalu doa. Kalau benar-benar tidak bisa sholat (haid, tempat tidak suci, waktu mendesak), membaca doanya saja tetap bermanfaat dan diterima. Ganti sholatnya saat sudah bisa.
Boleh istikharah setelah subuh atau ashar?
Tidak, itu waktu terlarang. Tunggu hingga matahari naik sempurna setelah subuh, dan tunggu hingga setelah maghrib kalau sudah lewat ashar. Di luar tiga waktu itu, kapan saja boleh.
Kalau saya istikharah lalu berubah pikiran nanti?
Boleh. Kamu bisa istikharah lagi atas pilihan yang baru. Tujuannya bukan mengunci diri pada satu jawaban, tapi tetap berbicara dengan Allah tentang keputusanmu.
Boleh orang lain mengistikharah untuk saya?
Tidak. Istikharah itu personal. Orang lain boleh mendoakan (dan minta orang shalih mendoakan adalah baik), tapi sholat istikharahnya harus kamu sendiri. Hadits jelas: "Jika salah seorang dari kalian merasa berat dalam suatu urusan, hendaklah ia sholat dua rakaat..."
Bagaimana kalau harus memutuskan sekarang juga?
Kalau tidak bisa sholat dua rakaat (waktu terlarang, di perjalanan tanpa air, keputusan mendesak), baca saja doa istikharahnya. Sunnah lengkap adalah sholat plus doa, tapi doa itu inti permohonan dan boleh dibaca kapan saja.
FivePrayer: catat sholat sunnah dan nafil tanpa kebisingan.
Istikharah, Dhuha, Tahajjud, Witir, semuanya tercatat tenang di samping lima sholat fardhu. Tanpa permainan streak, tanpa papan peringkat, tanpa iklan. Gratis di iOS, Android, dan Chrome.